a. Jumlah Wisatawan

Perkembangan pariwisata daerah, menunjukkan gambaran perkembangan positif. Perkembangan ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan sebagai dampak dari meningkatnya sarana dan prasarana objek wisata dan promosi yang dilakukan serta hasil program dan kegiatan pariwisata lainnya.  Pada tahun 2016, jumlah wisatawan sebanyak 292.885 (dua ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratus delapan puluh lima) orang yang terdiri dari 285.773 (dua ratus delapan  puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga) wisatawan nusantara dan 4.387 (empat ribu tiga ratus delapan puluh tujuh) wisatawan mancanegara dan selanjutnya mengalami peningkatan pada tahun 2016 menjadi 292.885 (dua ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratus delapan puluh lima) orang yang terdiri dari 285.773 (dua ratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga) wisatawan nusantara dan 7.112(tujuh ribu seratus dua belas) dan selanjutnya mengalami peningkatan pada tahun 2017 menjadi 379.274 (tiga ratus tujuh puluh Sembilan ribu dua ratus tujuh puluh puluh empat) orang yang terdiri dari 369.916 (tiga ratus enam puluh Sembilan ribu Sembilan ratus enam belas) orang wisatawan nusantara dan 9.358 (Sembilan ribu tiga ratus lima puluh delapan) orang wisatawan. Sehingga diproleh jumlah kenaikan sebesar 86.386 (delapan puluh enam ribu tiga ratus delapan puluh enam)orang wisatawan  atau sebesar 29 %

b. Akomodasi

Akomodasi tempat penginapan merupakan salah satu komponen penting didalam industri pariwisata, oleh karena itu ketersediaan fasilitas ini merupakan syarat perlu bagi pengembangan dan pembangunan industri pariwisata.  Tanpa dukungan ketersediaan fasilitas tersebut maka laju pertumbuhan urusan pariwisata akan melambat.  Selama kurun waktu tahun 2014-2016 tempat akomodasi yang ada bertambah jumlahnya dari tahun 2014 sebanyak 38 (tiga puluh delapan) buah menjadi 52(lima puluh satu) buah pada tahun 2017. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan akan tempat penginapan semakin meningkat karena semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung.  Perkembangan jumlah tempat penginapan dapat digambarkan dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.67

Perkembangan Tempat PenginapanTahun 2012-2017

No

Tahun

Tempat Penginapan                                              (Buah)

(1)

(2)

(3)

1.

2012

29

2.

2013

33

3.

2014

38

4.

2015

43

5.

2016

51

6.

2017

52

Sumber data

:

Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung,

Tahun 2018

    Banyaknya event dan pertunjukan yang menjadi daya tarik wisata;
  1. Pemasaran dan promosi melalui media cetak, elektonik dan media social;
  2. Ditetapkannya Badara H.AS. Hanandjoeddin Tanjungpandan sebagai Bandar Udara Internasional untuk mendongkrak khususnya di Pulau Belitung;
  3. Rencana pembangunan Bandara H.AS. Hanandjoeddin yang berskala Internasional menyusul dibukanya rute penerbangan internasional Singapura – Belitung (Bandara H.AS.Hanandjoeddin Tanjungpandan awal Oktober 2017);
  4. Ditetapkannya Kabupaten Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata serta dicanangkannya Belitung sebaai bagian dari 10 daerah destinasi wisata unggulan di Indonesia;
  5. Pertunjukan dan festival senidan budaya pada tingkat local maupun nasional sebagai bentuk promosi;
  6. Pencetakan bahan promosi wisata berupa booklet, leaflet yang disebarkan melalui Trevel, hotel-hotel dan pameran tingkat regional maupun nasional;
  7. Peliputan-peliputan sekaligus penayangan objek serta budaya melalui media elektronik yang dilakukan oleh fihak televisi swasta nasional yang menarik minat kunjungan wisatawan nusantaa dan mancanegara;
  8. Perkembangan dan pembangunan hotel-hotel berbintang dengan fasilitasnya yang sangat mendukung;