06/11/2008 | Oleh: begalor.com

Kayu Petaling dan Simpor Laki

Pulau Belitung selain kaya akan mineral tambang, hasil lautpun melimpa, Ragam tumbuh-tumbuhan yang menjadi ke khasan dari pulau ini, Beberapa tumbuhan liar merupakan tumbuhan kebanggaan masyarakat Belitung, dan masyarakat menamakan tumbuhan tersebut Keremunting, Kayu Pelawan, Sapu-sapu, Sekuncung, serta Simpor dan kayu petaling tumbuhan ini akan tumbu liar di dihutan namun sampai saat ini nama latin dari tumbuhan tersebut belum dipopulerkan ke masyarakat luas. Hingga penulispun kesulitan menemukan nama latin dari tumbuhan tersebut.

Keremunting tumbuhan ini banyak tumbuh di dataran kering bekas galian tambang namun menghasilkan buah yang sangat manis bisa diolah menjadi makanan dan minuman, Sentra dari pengerajin makanan dari bahan baku buah keremunting ini bisa ditemukan di kecamatan Badau namum masih jarang. Kayu pelawan merupakan tumbuhan kayu keras masyarakat pemukiman didekat kawasan hutan biasanya menggunakan tumbuhan ini untuk bahan kayu bakar sebab arang  dan api yang dihasilkan sangat bagus, tapi yang lebih penting tumbuhan kayu Pelawan ini mempunyai bunga untuk lebah madu sehingga  madu yang dihasilkan dari bunga pelawan ini mempunyai rasa tersendiri dan ini sangat khas madu Pulau Belitung, Tumbuhan sapu – sapu serta sekuncung, Tumbuhan ini banyak tumbuh di padang savana seluas mata memandang tumbuhan ini sangat indah masyarakat biasanya menggunakan tumbuhan liar ini untuk pagar halaman rumah serta membersikan perkarangan rumah dari dedaunan yang rontok. Kini kedua tanaman ini banyak dijumpai di tempat-tempat pengerajin bonsai menjadi tanaman hias, kedua tanaman ini juga di ikut lombakan disetiap event pameran bongsai baik Nasional ataupun Internasional. Di padang savana habitat dari tumbuhan ini menjadi kantong-kantong resapan air.

Tumbuhan simpor banyak dijumpai di dataran basah akar dari tumbuhan ini sebagai penyangga dari aliran air disungai-sungai kecil.Tumbuhan Simpor mempunyai karakter daun yang lebar serta bunga yang besar berwarna kuning dan sangat indah, Daun dari tumbuhan ini biasanya di jual masyarakat ke pasar sebagai pembungkus bumbu dapur tumbuhan ini juga bisa dijadikan tanaman hias perkarangan sebab kumbang dan kupu-kupu sangat menyukai bunga simpor. Jika dipopulerkan tanaman ini akan mempunyai nilai komoditi yang bagus sebagai tanaman hias dari pulau Belitung. Tumbuhan simpor ini mempunyai dua jenis biasanya jenis yang satunya sangat langkah masyarakat menamakan Simpor laki. Tumbuhan ini juga berdaun lebar namun tidak mempunyai cabang. Apabila masyarakat menemukan tumbuhan simpor laki, biasanya akan disimpan dirumah sebagai pengusir balak atau menjadikan gagang parang sebab masyarakat percaya tumbuhan simpor laki ini mempunayai kekuatan magis.

Tumbuhan kayu Petaling tumbuhan ini banyak tumbuh di Pulau Mendanau menjadi kebanggaan penduduk Pulau Belitung dan dipercaya hanya tumbuh di pulau Mendanau terutama desa Petaling, Nama desa dan Bukit petaling diambil dari tumbuhan ini. habitatnya banyak di jumpai di bukit Petaling. Sudah sejak beratus-ratus tahun lalu tumbuhan ini dipercaya oleh masyarakat mempunyai kekuatan magis penangkal bisa racun serta Balak , Penghusir binatang buas dari perkarangan rumah penduduk. Jenis tanaman ini berkayu keras , biasanya masyarakat pulau mendanau jika mau berpergian ke kota besar tidak lupa menyisipkan sepotong kayu petaling didalam tas bawaanya dan ini pesan pendahulunya agar terhindar dari malapetaka juga tetap mengingatkan akan kampung halamanya.

Namun lain dengan pengerajin Batu satam Zulkarnain yang biasa dipanggil Firman Satam. Pria kelahiran pulau Belitung ini, membuat nilai tamba dari kedua tanaman kayu simpor laki dan kayu petaling diolah menjadi tongkat komando dengan hiasan batu satam, kekuatan magis yang dipercaya masyarakat Belitung terhadap kedua kayu tersebut sebagai nilai tamba dari souvenir tongkat komando yang di buat Firman, tak ayal lagi Firman menjadi terkenal pengerajin batu satam tongkat komando dari kayu petaling serta kayu simpor laki asal pulau Belitung.

Firman telah menjelajahi setiap event pameran baik Nasional maupun Internasional. maka tidak heran para petinggi militer di Indonesia ini akan bangga menggunakan tongkat komando buatan Firman ini dengan batu mateor yang dipadukan dengan kayu petaling dipercaya masyarakat Belitung mempunyai kekuatan magis. Seiring dengan waktu pulau mendanau dan Kayu petaling akan tergerus oleh rakusnya manusia akan pembalakan hutan serta eksploitasi  tambang yang ada di Pulau mendanau di desa Petaling. demikian juga hutan yang ada di pulau Belitung apabila tidak diperlakukan dengan bijak maka beberapa tumbuhan kebanggaan pulau Belitung ini akan menjadi punah dari habitat hutan.

Penulis: Ki Agus Wahyudi