22/03/2010 | Oleh: Zakina, S.Sos, M.Si

MENYOAL MAKNA MERDEKA HARI INI

Merdeka adalah terbebas dari segala bentuk penjajahan
Merdeka adalah terbebas dari kebodohan dan ketertinggalan
Merdeka adalah terbebas dari cengkaraman kemiskinan
Merdeka adalah adil, aman, dan sejahtera untuk semua
Merdeka adalah langkah bersama untuk maju dan mensejajarkan diri dengan bangsa lain
Sederet makna diuntai untuk sebuah kata ”Merdeka”
Lalu, benarkah kita sudah benar-benar merdeka hari ini?

Rangkaian makna sebagaimana yang diungkap penulis dalam bait puitis diatas adalah roh yang akan menjiwai seluruh tulisan ini. Lalu, meminjam istilah dari Louis Amstrong, ”what’s a wonderful world?” Inilah yang ingin sama-sama kita diskusikan menyoal makna merdeka hari ini. Akankah bangsa kita disebut merdeka ketika banyak perusahaan-perusahaan asing memiliki saham mayoritas. Merdekakah bangsa kita ketika banyak anak tidak mengeyam pendidikan yang layak. Merdekakah bangsa kita ketika hampir 40 juta jiwa penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan. Merdekakah bangsa kita ketika banyak rakyatnya yang terancam jiwanya karena terorisme dan tingginya tingkat kriminal?

Dan seterusnya 64 tahun sudah kita peringati kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka hakikatnya adalah terbebas dari belenggu dan penjajahan, itulah yang diperjuangkan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa (founding father). Setiap sudut Desa hingga Kota merayakan peringatan kemerdekaan ini dengan penuh sukacita, mulai dari yang bersifat informal sampai ke formal (seremonial). Peringatan kemerdekaan bangsa kita juga semakin lengkap dengan terpilihnya putera-puteri terbaik bangsa sebagai teladan di berbagai sektor kehidupan. Guru teladan, Dokter teladan, Pegawai teladan, Mahasiswa teladan, Pelajar teladan dan seterusnya. Entah berapa ratus bahkan juta teladan telah dicetak bangsa ini dalam tempo 64 tahun kemerdekaan, namun tetap seolah kita masih berpijak di tempat yang sama ketika realitas hari ini menunjukkan bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang terbelenggu dan belum merasakan kesejatian merdeka. Wilayah NKRI hingga saat ini belum seutuhnya merasakan kemerdekaan. Merdeka sebagai bangsa telah kita capai, namun benar-benar merdeka dan terbebas dari belenggu kemiskinan, kesenjangan pembangunan serta pemerataan pembangunan belum mampu kita capai. Sejatinya kemerdekaan bagi bangsa kita, adalah saat semua cita-cita luhur yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dapat diwujudkan.

Realitas Merdeka Hari Ini
Narasi ini tidak akan mengupas sejarah perjuangan di masa lalu, tanpa maksud untuk mengabaikannya  sama sekali. Namun garis linear perjuangannya akan diterjemahkan dalam cerita panjang episode ”realitas merdeka hari ini”. Upaya mempertahankan kemerdekaan, terus dilakukan rakyat Indonesia di seluruh pelosok negeri. Hingga saat ini, upaya pertahanan kemerdekaan terus dilakukan, bahkan setelah 64 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan agar kemerdekaan yang telah di rebut Indonesia dengan segenap pengorbanan yang telah diberikan para pendiri dan pendahulu bangsa ini terus dapat dinikmati generasi penerus bangsa Indonesia.
   
Usaha mempertahankan kemerdekaan yang saat ini berjalan tentu berbeda dengan upaya yang telah dilakukan para pejuang pada saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dahulu. Secara de facto, bangsa Indonesia sudah merdeka sejak 64 tahun lalu, namun realitasnya masih banyak rakyat Indonesia  belum bisa merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Masih banyak kendala dan masalah yang dihadapi bangsa kita untuk mengisi kemerdekaannya.
   
Hingga saat ini terdapat masalah di bidang politik, hukum, sosial-budaya, dan juga ekonomi serta bidang lainnya. Makna merdeka terasa kian menyempit manakala banyak masalah yang harus dihadapi bangsa kita. Keadaan ini tentunya tidak akan membuat kita pesimis, tapi tetap harus bekerja keras menuntaskan setiap persoalan yang muncul ke permukaan. Persoalan yang menghadang membuat perjalanan panjang bagi bangsa kita untuk mewujudkan semua cita-cita bangsa. Setidaknya ada lebih kurang 40 juta jiwa penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, dan terdapat hampir 200 Kabupaten yang termasuk dalam status daerah tertinggal. Dimana penetapan status tersebut mengacu pada keterbatasan sarana dan prasarana. Dari sekian banyak daerah (Kabupaten) yang tertinggal, banyak ditemukan masyarakatnya yang masih berada dalam garis kemeiskinan, bahkan dibawah garis kemiskinan. Hal tersebut menggambarkan betapa bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka 64 tahun yang lalu.
   
Kendati demikian realitas yang ada, rakyat Indonesia yang berada di daerah tertinggal tetap memiliki semangat dan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa yang merdeka. Hal ini terlihat dari semangat yang tergambar dari raut muka ceria setiap anak bangsa ketika ikut dalam perayaan peringatan HUT RI di seluruh pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Belitung. Masyarakat Belitung begitu antusias merayakan kemerdekaan RI, mulai dengan pertandingan tradisional rakyat hingga kegiatan karnaval keliling kota Tanjungpandan.  Setidaknya perayaan ini sedikit dapat meringankan beban yang sebenarnya tengah menghimpit.
     
Meskipun Belitung masih tergolong lebih baik dari daerah-daerah tertinggal lainnya, namun tetap saja belum semua penduduknya merasakan kemerdekaan yang sejati. Hal ini tergambar dari masih rendahnya tingkat pendapat percapita penduduk Belitung, adanya ketimpangan tingkat pendapatan penduduk, adanya pelajar yang putus sekolah meski pelayanan pendidikan digratiskan, belum optimalnya mutu lulusan sekolah di berbagai jenjang, masih tingginya angka pengangguran, rendahnya mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta segudang masalah lainnya.
Dari tahun ke tahun pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun sumberdaya manusia, sebagai bentuk penerjemahan dan implementasi kemerdekaan yang sesungguhnya. Saat ini, melalui semua komponen yang dimiliki, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan dan pembangunan demi terciptanya pemerataan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belitung.
     
Belitung melalui duet kepemimpinan Bang Darman dan Bang Sanem (baca: Bupati dan Wakil Bupati- Ir.H.Darmansyah Husein dan Sahani Saleh S.Sos) bertekad untuk mewujudkan visi dan misinya. Karena itu, di awal masa kepemimpinannya  mereka langsung menggagas tentang percepatan pembangunan itu sendiri. Bisa jadi, inilah konsepsi kongkret mereka untuk menterjemahkan makna merdeka bagi masyarakat Kabupaten Belitung. Lalu, seperti apakah visi dan misi kepemimpinan Bang Darman dan Bang Sanem untuk mengantarkan masyarakat Belitung ke gerbang kemerdekaan yang sejati?

Visi dan Misi: Arah Nyata Menuju Gerbang Kemerdekaan
Sebagaimana  telah kita ketahui bahwa visi dapat diartikan sebagai cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis, antisipasif, dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah. Keadaan masa depan tersebut haruslah kondisi yang diinginkan dan menantang sehingga memotivasi dan memberi inspirasi seluruh anggota organisasi, termasuk dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. Selain itu, pada saat yang bersamaan, visi masa depan organisasi harus realistis dan kredibel. Visi juga merupakan kerangka dari proses perencanaan organisasi.

Dinamika tuntutan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat dan isu-isu strategis, menuntut Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mampu mengakomodasi berbagai tuntutan dan aspirasi tersebut. Sejalan dengan aspirasi tersebut, kejelasan visi pembangunan daerah menjadi sangat penting dalam menentukan arah masa depan pembangunan di Kabupaten Belitung.

Pelaksanaan otonomi daerah di negara kita yang menitikberatkan otonomi pada pemerintah Kabupaten/Kota dan desentralisasi fiskal juga berpengaruh besar terhadap organisasi Pemerintah Daerah. Dengan berlakungan Otonomi daerah ini membawa dampak adanya kebebasan bagi Pemerintah Daerah untuk berkreasi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan kerangka pikir demikian serta dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang ada dewasa ini termasuk tuntutan, aspirasi dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat, maka ditetapkanlah Visi Kabupaten Belitung yaitu: ”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Belitung yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Bermartabat Melalui Pengembangan Ekonomi   Kerakyatan    dan  Pemberdayaan   Potensi Daerah Yang berpihak pada Kerangka Pembangunan Sektoral, Regional, dan Global”.

Selanjutnya Bupati bersama dengan Wakil Bupati Belitung beserta dukungan seluruh dinas terkait, ingin mewujudkan visi tersebut melalui pelaksanaan misi sebagai berikut:
1. Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya daerah yang berpijak pada aspek kelestarian lingkungan;
2. Menarik sebanyak-banyaknya investasi luar ke daerah untuk membuka akses berusaha masyarakat dan penciptaan lapangan pekerjaan;
3. Meningkatkan nilai tambah (added value) sumber daya alam yang memiliki daerah melalui pengembangan industri hilir yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi;
4. Meningkatkan pelayanan publik melalui optimalisasi kinerja pemerintah daerah yang efektif, terpadu, dan berkesinambungan;
5. Mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul, terampil dan siap pakai, melalui penguatan fasilitas pendidikan umum dan kejuruan;
6. Mempercepat laju pembangunan kecamatan dan desa di seluruh wilayah Kabupaten Belitung yang berorientasi pada keunggulan karakteristik masing-masing wilayah;
7. Mendorong terciptanya rasa ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat melalui upaya pembuatan peraturan daerah, penegakan peraturan dan pelaksanaan hukum yang berkeadilan;
8. Mengisi kerangka pembangunan sektoral, regional maupun global melalui optimalisasi segala potensi daerah baik potensi kewilayahan maupun sumber  
      daya manusia.

Namun demikian, tuntutan perkembangan zaman, kompleknya kebutuhan dan persaingan hidup serta terpaan krisis global memicu munculnya berbagai permasalahan sosial ekonomi masyarakat yang dihadapi daerah dan daerah dalam hal ini memiliki kewajiban untuk memberikan pemecahan jalan keluar melalui implementasi arahan, strategi dan kebijakan yang kesemuanya tertuang kedalam pelaksanaan pembangunan daerah yang terintegrasi.

Saat ini, banyak masalah yang harus ditangani segera, antara lain masih banyaknya masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan merupakan permasalahan utama yang dihadapi daerah. Kendala dan keterbatasan keleluasaan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap pendidikan, kesehatan dan kesempatan berusaha akan memperparah kondisi kemiskinan yang ada dan berpotensi menciptakan masyarakat miskin baru yang tentunya hal ini akan selalu berpengaruh terhadap peningkatan jumlah masyarakat miskin dari tahun ke tahun. Kaitannya dengan hal tersebut dan konsistensi daerah terhadap target penurunan angka kemiskinan adalah dengan membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan melalui:
1. Koordinasi, sinkronisasi dan penajaman kebijakan program didalam penyusunan perencanaan dan strategi penanggulangan;
2. Pembangunan dan pengembangan kelancaran akses masyarakat miskin terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan;
3. Sosialisasi, pemberdayaan dan bantuan masyarakat miskin,
4. Perluasan kesempatan kerja dan berusaha melalui asistensi, pendampingan dan bantuan modal;
5. Pengawasan, pemantauan, pengendalian, evaluasi dan fasilitas program-program pengentasan kemiskinan pusat dan daerah.

Selain permasalahan kemiskinan tersebut, daerah juga menghadapi permasalahan pokok berupa tingginya angka pengangguran. Beberapa komponen permasalahan yang sangat mempengaruhi laju pertumbuhan  angka pengangguran adalah pesatnya laju pertumbuhan angkatan kerja yang tidak sebanding dengan laju pertumbuhan lapangan kerja dan kualitas tenaga kerja yang tidak memadai. Bertolak dari permasalahan tersebut, maka Pemerintah daerah Kabupaten Belitung mengupayakan penyelesaiannya melalui:
1. Pendidikan dan pelatihan-pelatihan yang strategis bagi peningkatan kemampuan, keterampilan dan produktivitas tenaga kerja daerah;
2. Perbaikan iklim berinvestasi;
3. Dukungan dan rangsangan pengembangan usaha kecil dan menengah demi terwujudnya tenaga kerja mandiri serta berbasis potensi ekonomi lokal daerah.

Upaya-upaya penyelesaian permasalahan pokok tersebut diimplementasikan melalui pelaksanaan prioritas pembangunan daerah, mengingat prioritas pembangunan daerah pada dasarnya merupakan gambaran tingkatan prioritas dan mendesaknya permasalahan yang hendak diselesaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung. Maka, program prioritas pembangunan daerah tahun 2009 meliputi:

1. Pendidikan: Peningkatan ketersediaan dan pengembangan kompetensi pendidik, Peningkatan
kualitas peserta didik, media dan alat bantu pendidikan, sarana dan prasarana pendukung, Pembiayaan operasional pendidikan, Pengembangan keunggulan kompetitif sekolah serta dukungan pengembangan dan keberadaan pendidikan tinggi.
2. Kesehatan meliputi Penataan Kelembagaan, Pencegahan dan Penyembuhan penyakit, dan utamanya adalah upaya kesehatan melalui Peningkatan kualitas aksesibilitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, peningkatan kompetensi dokter dan paramedis serta peningkatan kualitas pengawasan obat dan makanan.
3. Ketenagakerjaan meliputi: Pengembangan kesejahteraan sosial, pemberdayaan, pembinaan dan bantuan kepada masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial dan lain-lain.
4. Perhubungan: Penyediaan fasilitas pelayanan transportasi, pemeliharaan dan peningkatan fasilitas pelayanan transportasi publik, pengembangan fasilitas transportasi serta pengembangan fasilitas pelabuhan laut berskala internasional.
5. Kelautan dan Perikanan: Bantuan penyediaan sarana dan prasarana perikanan tangkap dan budidaya bagi kelompok nelayan, diversifikasi pengolahan     perikanan, peningkatan kualitas promosi serta ketersediaan sistem informasi potensi perikanan dan kelautan.
6. Pariwisata: pemasaran pariwisata dan pengembangan objek serta produk wisata melalui sosialisasi, pendidikan pelatihan, bimbingan teknis, optimalisasi pengelolaan potensi dan penataan kawasan wisata.

Besar harapan kiranya visi dan misi ini dapat diimplementasikan menjadi tindakan nyata, hingga masyarakat Belitung benar-benar merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya. MERDEKA!!!.*** Zakina.