25/03/2010 | Oleh: Adi

Dulu Manual Sekarang Digital

Sejak diperkenalkan pada tahun 1826, fotografi berkembang sedemikian pesat. Pada awalnya, pemotretan dilakukan dengan pencahayaan hingga delapan jam lamanya. Sejak saat itu teknologi fotografi terus berkembang untuk menghasilkan kamera yang lebih kecil dan lebih baik.  Penemuan ini semakin memuncak dengan penemuan kamera digital sebagai sebuah revolusi dibidang fotografi, loncatan dari film ke digital pada abad ini. Dan  saat ini teknologi memungkinkan pemotretan dalam kecepatan cacahan detik dan dengan kepekaan terhadap cahaya yang bervariasi dengan menggunakan teknologi digital. Beberapa hal yang tidak mungkin atau sulit dilakukan saat lampau, sekarang sangatlah nyata. Mengubah wajah dan mengganti latar belakang pemotretan sudah jamak dilakukan dan seabreg manipulasi lainnya dengan teknologi digital tentunya.

Beberapa tahun lalu hanya sedikit orang mengenal kamera digital. Tetapi sekarang, hampir setiap orang mengenal kamera canggih ini. Efisiensi membuat semua kalangan, dari yang amatir hingga profesional, melirik digital sebagai alternatif. Cukup dengan mengarahkan kamera ke fokus tertentu, sekali tekan tombol maka gambar terekam dalam SD card atau Compact Flash (CF) yang disebut flash card. Dari situ semua gambar yang diambil dapat ditransfer ke laptop atau hard disk dan abrakadabra, jadilah sebuah foto. Tanpa melalui proses cuci cetak di kamar gelap yang membutuhkan waktu lama.

Sejak tahun lalu kamera digital perlahan mulai menguasai pasar dunia. Terlebih dengan pengguna internet yang kian meningkat. Untuk mengirim foto keluarga ke sanak famili di belahan bumi lain tidak perlu lagi repot-repot dengan surat. Kamera digital akan langsung merekam gambar dalam komputer dan langsung bisa dikirim dengan email. Era paperless juga melanda dunia fotografi.Memang dari segi resolusi gambar yang dihasilkan, kamera manual masih belum bisa ditandingi tetapi dari segi efisiensi kamera digital jauh lebih baik. Para pengamat fotografi berpendapat bahwa semua kembali kepada fotografer yang bersangkutan dan peristiwa macam apa yang akan direkam. Seorang fotografer jurnalistik akan lebih cocok dengan kamera digital, tetapi fotografer dalam ruang yang membutuhkan efek dan resolusi tinggi lebih baik tetap menggunakan kamera manual / konvensional.

Hal tersebut hampir senada dikemukakan Oscar Motulloh. Fotografer senior yang kini menjabat sebagai supervisor galeri foto Antara ini mengatakan argumen tentang kelemahan dokumentasi dari kamera digital mungkin bisa diatasi di masa depan. “Bukan tak mungkin, beberapa waktu ke depan kamera digital mampu menyimpan frame tanpa harus melenyapkannya.” Berikut kelebihan dan kekurangan kamera digital dan kamera manual :

 

 

Kelebihan Kamera Digital

Kelemahan Kamera Digital

Tidak membutuhkan film

·         Hasil foto disimpan dimedia penyimpanan seperti SD Card, memory Stick, ataupun CF card dengan kapasitas ribuan data.

Harga kamera digital lebih mahal dibandingkan kamera manual dengan hasil yang sama.

Meminimalkan kesalahan

·         Anda dapat mengoreksi hasil pemotretan dan mengulanginya lagi

Mengkonsumsi tenaga lebih banyak

·         Batere lebi cepat habis, terutama saat cuaca dingin.

Tidak membutuhkan scanner

·         Anda dapat langsung merekamnya kedalam komputer tanpa kehilangan kualitasnya.

·         Anda dapat dengan mudah menyebarluaskannya via email atau internet

Ada jeda waktu

·         Jeda waktu saat memulai. Kamera digital butuh waktu lama untuk mulai bekerja.

·         Jeda waktu rekam gambar. Setelah mengambil gambar, beberapa kamera digital butuh waktu beberapa detik untuk merekam lagi. Saat merekam anda tidak dapat mengambil gambar lain. Ini akan menjadi masalah untuk objek bergerak.

Foto mudah disimpan, dikelompokkan, dan dicari

Pengembangan ukuran gambar terbatas

Kualitas foto tidak akan menurun dimakan waktu atau saat digandakan

Cahaya lemah akan menghasilkan gambar kurang baik (komposisi yang tidak diharapkan, noise, dan sebagainya)

Kelebihan Kamera Manual

Kelemahan Kamera Manual

Harga kamera manual jauh lebih murah dibanding harga kamera digital yang paling murah sekalipun.

Membutuhkan film

·         Saat ini semakin sedikit toko kamera yang menjual film, hanya toko kamera tertentu saja yang masih menjual film kamera.

·         Film hanya berisikan 36 frame saja (bandingkan dengan penggunaan kartu memori yang dapat menampung foto hingga ribuan).

Mengkonsumsi tenaga lebih sedikit

·         Anda cukup menggunakan batere AA yang banya dijual diwarung-warung ataupun toko.

 

Kesalahan tidak dapat dikoreksi

·         Anda tidak dapat mengoreksi hasil pemotretan dan mengulanginya lagi, akibatnya penggunaan film menjadi tidak efektif dan efesien.

Tidak Ada jeda waktu

·         Kamera manual tidak ada jeda waktu untuk memulai merekam gambar. Hal tersebut menguntungkan pada saat merekam gambar bergerak atau momen yang cepat.

 

Biaya cuci cetak tinggi

Membutuhkan scanner untuk memindahkan ke dalam komputer

·         Anda tidak dapat langsung merekamnya kedalam komputer tanpa kehilangan kualitasnya.

·         Anda tidak dapat dengan mudah menyebarluaskannya via email atau internet

Pengembangan ukuran gambar tidak terbatas.

·         Karena pada kamera manual hasil foto tidak dibatasi dengan ukuran pixel ataupun resolusi.

Perawatan hasil cetak foto tidak mudah

·         Hasil Foto membutuhkan media penyimpanan yang baik.

·         Hasil foto tidak mudah disimpan, dikelompokkan, dan dicari

 

Cahaya lemah tidak akan menghasilkan gambar yang kurang baik (noise sangat rendah).

 

Kualitas foto akan menurun dimakan waktu atau saat digandakan.

·         Membutuhkan perawatan khusus agar kualitas terjaga, hal ini memerlukan biaya besar.


Melihat kegunaan kamera digital di Indonesia masih dimonopoli oleh kalangan menengah keatas atau masyarakat kota-kota besar saja, sedangkan dikota-kota kecil kamera manual masih populer digunakan.  Nampaknya era paperless masih jauh di depan sana. Kita bisa mengirim foto ke kerabat jauh kita dengan email. Atau memajang foto album kita di situs internet. Tetapi nampaknya album foto biasa tetap lebih berkesan. Seperti bunyi idiom lama, oldies is goldies, klasik itu cantik.*cx*