15/06/2010 | Oleh:

The Handphone History

Handphone begitu populer saat ini, bahkan mulai beberapa tahun lalu, Hp atau Handphone seolah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, mau pedagang sayur, tukang becak, sampai anggota DPR tak ketinggalan menggunakan fasilitas yang 10 tahun lalu di anggap wah, atau barang mewah. Saat ini handphone telah menjadi kebutuhan pokok orang indonesia di karenakan juga karena harganya yang murah, banyak Hp murah beredar dengan kualitas yang lumayan canggih. Kemudian banyak juga masyarakat kita yang terkena dampak dunia maya, sehingga  memiliki sebuah  smartphone yang canggih dapat memfasilitasi kebutuhan berinternet ria kapan pun dan dimana pun selama masih ada sinyal. Tapi apakah anda tau sejarah awal HP? Berikut adalah secuil sejarah Handphone atau yang biasa di singkat Hp di Indonesia.

Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amerika dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.

Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan perusahaan Motorolanya. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang dan motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama.

Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan-jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah kali pertamanya ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik. Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.

Global System for Mobile Communication (GSM) merupakan sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada mobile communication, khususnya handphone. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.Teknologi GSM sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an, diantaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Prancis, sistem NMT yang dikembangkan di Belanda dan Skandinavia oleh Erricson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar negara).

Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991. Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2. Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE. Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor. Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA. Bahkan sekarang teknologi 3,5G telah mulai berkembang untuk peningkatan layanan jaringan yang lebih kompleks yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia.

Sekarang ini telah hadir berbagai macam jenis Smartphone maupun PDA dipasaran Indonesia. Kian hari semakin banyak perubahan dari fungsi Smartphone yang membuat kategori penilaian atau definisi Smartphone menjadi semakin bertambah luas. Hingga sekarang mungkin masih ada beberapa atau cukup banyak pengguna ponsel yang kurang mengerti definisi Smartphone. Hal ini lebih diperburuk oleh salah satu beberapa Vendor ponsel yang menyatakan bahwa ponsel produksi mereka termasuk dalam kelas kategori Smartphone, sebenarnya pada saat ini ada dua pengertian yang harus dimiliki sebuah ponsel secara memadai atau dapat dikatakan cukup. Jika ingin dimasukkan dalam kategori Smartphone, kedua pengertian tersebut adalah Versatility dan Capacity. Pengertian pertama adalah Versatility atau kemampuan untuk menjalankan keaneka ragaman fungsi, sepintar apapun Vendor yang membuat Smartphone tidak akan bisa membuat sebuah Smartphone yang lengkap dan sempurna ketika dikeluarkan ke pasar (launching) serta menyatakan tidak perlu lagi program (aplikasi dan game) lainnya karena alasan semuanya telah disediakan. Oleh karena alasan ini maka Vendor pembuat Smartphone membutuhkan bantuan pihak ketiga (Third Party) untuk membuat program tambahan lainnya agar Smartphone tersebut bisa lebih berguna dan dapat lebih sering digunakan. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan ini maka Vendor perlu membuat sebuah “fondasi” yang harus dimengerti dan digunakan oleh banyak pihak ketiga agar mereka bisa membuat program tambahannya. Fondasi ini biasanya disebut sebagai Operating System (OS). Sebut saja Nokia E63, E72, BlackBerry, dan HTC yang jelas sekali berjenis smartphone  menggunakan OS dengan harga yang relative terjangkau, Tetapi Hp lama pun tidak kalah pentingnya dengan HP model baru sekarang ini walaupun HP model lama fungsi multimedianya sangat terbatas, yang pasti masih bisa menjalankan fungsi utamanya yaitu menelpon dan berkirim pesan singkat (SMS). Bukankah lebih baik memiliki HP jadul dari pada memiliki HP berjenis smartphone tetapi pemiliknya  yang ’’jadul alias gaptek’’, hanya ikut-ikutan tren saja tetapi tidak tahu fungsi multimedia yang ada pada smartphone miliknya. Kini yang paling penting adalah bagaimana cara kita menempatkan kepentingan akan sebuah teknologi berdasarkan gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari dan bukan berdasarkan latah atau ikut-ikutan tren masa kini. (Dari Berbagai sumber)