15/06/2010 | Oleh:

FACEBOOK JANGAN DISALAHGUNAKAN

Loe dah punya facebook lum...??? yah pertanyaan ini yang seringkali muncul dalam obrolan santai masyarakat dewasa ini. Tua, muda, dewasa sampai anak-anak pun kini mulai menggemari situs jejaring sosial ini. Hari gini nggak punya Facebook..?? malu donk..ketinggalan zaman tau..Itulah kalimat yang kerap dilontarkan sejumlah remaja ketika mengetahui salah satu temannya belum bergabung dalam akun situs jejaring sosial atau Facebook.  

Belakangan ini Facebook memang menggila dan menjamur, bahkan dalam kurun waktu satu tahun, Facebook kini mampu menyedot perhatian puluhan juta masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari seringnya masyarakat kita membuka jejaring ini, entah itu di warnet, rumah, kantor atau bahkan yang tercepat kini lewat HP atau ponsel sekalipun akun facebook dapat dengan mudahnya diakses, sekedar online dan update hampir jadi kebiasaan dalam keseharian. Bangun tidur hingga mau tidur lagi, tiada kata untuk melupakan facebook, sekedar mengecek atau mengganti status sampai menguplod foto kini menjadi menu wajib yang rugi kalau terlewatkan. Tua, muda, dewasa, anak-anak kini mulai sibuk mengurus Facebook.

Ibarat minuman yang memabukkan, boleh jadi seperti itulah perkembangan facebook saat ini. Facebook kini menjadi situs yang paling banyak dibuka dibandingkan situs lain (berdasarkan analisa dari situs alexa.com). Dengan memiliki akun facebook, tak jarang kebanyakan masyarakat merasa lebih diakui eksistensinya. Yah lebih kurangnya mereka dianggap tidak ketinggalan zaman dan dapat tergolong masyarakat yang maju versi mereka.

Berbagai manfaat dan kemudahan tentunya bisa kita dapatkan dari Facebook. Dengan facebook kita dapat berkomunikasi melalui dunia maya baik dengan keluarga, teman yang sudah bertahun-tahun tak bertemu, hingga berkomunikasi dengan orang terkenal yang selama ini diidolakan bahkan orang asing yang tidak kita kenal sebelumnya. Situs ini juga bisa digunakan untuk menyebarluaskan informasi, seperti halnya undangan pernikahan atau bahkan wahana berbisnis ria.

Tak bisa dipungkiri, Facebook juga menjadi sarana mencari keadilan melalui dunia maya, lihatlah fenomena bebasnya Bibit Riyanto Samad dan Chandra Hamzah, serta lolosnya Prita Mulyasari dari jeratan hukum yang dilayangkan RS Omni Internasional, tak lepas dari peran Facebook yang bisa menjaring para pendukung dan partisipan.

Namun, sayangnya kini manfaat facebook mulai ternodai oleh onkum pengguna yang tidak mampu menempatkan facebook sesuai pada tempatnya. Kini mulailah dampak negatif bermunculan dan bertebaran satu persatu. Mulai dari penipuan, penculikan yang pada akhirnya pengumpatan kepada salah satu pihak pembuat jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini menjadi kontroversi dan topik hangat di perbincanagn masyarakat.

Lihatlah kasus yang kini ramai diberitakan dan menjadi perbincangan belum lama ini, sebanyak empat siswa SMAN 4 Tanjung Pinang terpaksa dikeluarkan lantaran menghina seorang gurunya melalui Facebook karena tak mengerjakan PR, keempat siswa tersebut mengumpat habis-habisan pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah mengajarkan banyak ilmu selama ini. Fenomena ini merupakan salah satu bukti bahwa dengan berkembangnya teknologi, tentunya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Jika tidak, kecanggihan teknologi tak jarang malah akan menjerumuskan generasi muda dan masyarakat kita kepada hal-hal negatif yang dapat membahayakan moral bangsa.

Tidak hanya itu berita lain yang menghebohkan yakni, masalah penculikan beberapa remaja yang tak lain didadalangi oleh teman sesama pengguna facebook, dan mirisnya manfaat facebook yang sesungguhnya sangat menguntungkan dan memudahkan setiap pemakaiannya, kini malah disalahartikan untuk hal-hal yang melanggar etika.

Mungkin kini saatnya semua pihak baik pemerintah, lembaga pendidikan, ataupun para orangtua, harus lebih ekstra ketat mengawasi penggunaan facebook, terutama dikalangan remaja dan anak-anak. Peran orang tua sesungguhnya dapat ditempatkan dari berbagai segi, pemikiran untuk menempatkan posisi orang tua sekaligus teman bermain sang anak tampaknya harus mulai kita pertimbangkan, karena kaadangkala anak-anak cenderung lebih nyaman berdiskusi dengan temannya ketimbang orang tua.

Mengapa harus orang tua? Ini penting bagi para orang tua karena keluarga adalah bagian terpenting bagi perkembangan mental anak-anak, dalam hal ini sebagai orang tua bukan berarti kita harus bersikap kasar dan menerapkan disiplin ketat pada anak-anak kita, akan tetapi banyak cara pendekatan yang lebih mengasyikan untuk membaurkan diri dalam kedua ikatan tersebut. Jadilah teman yang mengasyikan dan membaur dalam pergaulan mereka, cara ini dinilai lebih mudah mengawasi dan mengarahkan perkembangan anak-anak.

Ibarat sebilah pisau, jika digunakan juru masak ataupun penjual buah benda tersebut akan bermanfaat. Namun jika digunakan pihak yang ingin berbuat kejahatan, pisau pun menjadi benda berbahaya dan mengancam keselamatan orang lain. Inilah fenomena facebook saat ini Jadi, namun tidak ada yang salah dengan Facebook selama para user bisa menggunakannya dengan mengedepankan norma dan etika yang berlaku. Oleh karenanya rasanya tak bijak, jika kita hanya mengkambinghitamkan facebook, seiring maraknya kasus penyimpangan melalui jejaring sosial ini terjadi. Kini bagi para pengguna dan pencinta facebook mulailah merenung dan bertanya dalam hati, mungkin ada baiknya kita teladani kata-kata seperti judul diatas ”Facebook jangan disalahgunakan”. Jadilah orang yang cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap kemajuan dan perkembangan teknologi yang datang dalam kehidupan kita.

Sejarah Singkat Facebook

Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg seorang Mahasiswa Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College) Boston University, MIT, Tufts Rochester, Stanford, NYU, Northwestern dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.

Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu Universitas dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 menjadi situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya. Fitur hiburan dalam Facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan video, kuis, dan lain sebagainya. (Sumber:Wikipedia)