21/02/2011 | Oleh: Edy Suprapto, SH

ADANYA NEGARA DALAM NEGARA

Banyak orang yang salah mengartikan adanya negara dalam negara, terkadang ada investor asing yang ingin menanamkan inves di suatu negara sudah diartikan ingin mendirikan negara.

Untuk dikatakan suatu negara tidak la mudah, tentunya harus memiliki pengakuan yuridis formal yang merupakan suatu syarat mutlak atau wajib yang harus dimiliki tentunya untuk dikatakan suatu negara.

Kalau kita melihat pelajaran kita di Sekolah, apakah itu pelajaran Sejarah, PPKn dan Tata Negara sudah jelas bagaimana suatu  negara itu dikatakan sebuah negara dimuali terjadinya negara sampai adanya pemerintahan.

Ditambah lagi bagi Mahasiswa Fakultas Hukum tentu akan mempelajari mata kuliah Ilmu Negara, Hukum Tata Negara dan Administrasi Negara yang semuanya bermaterikan tentang terjadinya negara, bentuk negara dan kerjanya. 

Tentunya di Republik kita ini jika ada orang atau sekelompok orang yang ingin membentuk negara dalam negara, maka akan di  katagorikan sebagai perbuatan Makar, kita contohkan, GAM yang ingin membentuk Negara Aceh dan RMS yang ingin membentuk  Republik Maluku Selatan serta Papua Merdeka dengan gerakan OPMnya.

Prof Dr Husni Jalil SH MH dalam pidato ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud MA, di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, di Darussalam, Banda Aceh, Rabu (31/3), menyatakan bahwa Sistem otonomi khusus (otsus) dinilai sebagai model pemerintahan paling ideal dan realistis bagi sebuah negara kesatuan seperti Indonesia. Sebab, di samping memberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengatur rumah tangganya, sistem ini juga menjamin unit-unit pemerintahan daerah berjalan tanpa kehilangan esensinya. Sehingga kekhawatiran munculnya ‘negara dalam negara’dapatdiredam.  

Contoh Negara Dalam Negara, misalnya : Negara Vatikan, Negara ini berada di tengah Kota Roma Italia, Vatikan adalah negara merdeka terkecil di dunia. Kecil karena luas wilayahnya hanya 0,44 km persegi dan populasinya hanya 890 jiwa.dan Negara ini
terlahir setelah ditanda tanganinya Perjanjian Lateran.. Perjanjian ini ditandatangani oleh Benito Mussolini dan Paus tanggal 11 Februari 1929.
Isi Perjanjian Lateran    adalah    sebagai    berikut:
1.  Pengakuan Negara Vatikan di bawah pemerintahan Tahta Suci
2.  Status istimewa bagi agama Katolik di Italia
3. Ganti rugi terhadap Vatikan atas kerugian yang diderita saat negara Italia didirikan.


Negara, Pengertian dan Terjadinya.
pengertian negara menurut Aristoteles
Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan    bersama.

Pengertian negara menurut R.Kranenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

Pengertian negara menurut George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman diwilayah tertentu.

Pengertian negara menurut Hegel
Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

Pengertian negara menurut Roger F.Soltaut
Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas    nama masyarakat.

Pengertian negara menurut profesor R.Djokosoetono
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

Pengertian negara menurut profesor Mr.Soenarko
Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu di mana kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.

Terjadinya Negara
Teori terbentuknya Negara:
Teori hukum alam. Pemikiran pada masa plato dan aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya negara

Teori ketuhanan (islam + Kristen) segala sesuatu adalah ciptaan tuhan.

Teori perjanjian. Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu utk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dlm gerak tunggal utk kebutuhan   bersama.

Proses terbentuknya Negara di zaman modern. Proses tersebut dapat berupa penaklukan, peleburan, pemisahan diri, dan pendudukan atas Negara atau wilayah yang    belum    ada    pemerintahan  sebelumnya.

Unsur    Negara :
Bersifat konstitutif. Berarti bahwa dalam Negara tsb terdapat wilayah yg meliputi udara, darat, dan perairan (dalam hal ini unsur perairan tdk mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yang berdaulat.

Bersifat deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan Negara, UUD, pengakuan dari Negara lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya Negara dalam perhimpunan bangsa bangsa misal    PBB.

Kalau kita melihat dari terjadinya suatu negara, unsur dari suatu negara dan syarat adanya suatu negara, maka dapat kita tarik sebuah pemikiran bahwa untuk terbentuknya suatu negara sangatlah tidak mudah, jadi sangatlah perlu kita kaji lebih jauh lagi apabila ada pihak asing yang hanya menguasai beberapa meter tanah/ lahan di republik ini sudah dapat kita katakan telah membentuk suatu negara, apalagi itu berada didalam negara.###