26/05/2009 | Oleh: Humas Setda

WARTAPRAJA, RUBRIK ASET DAERAH : Mess di Air Itam, Depati Amir Hotel Berbintang

Mess Kabupaten Belitung di Jalan Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka, tidak lama lagi akan tinggal kenangan. Lima unit bangunan yang ada di sana akan hilang dari pandangan, di atas tanah seluas kurang lebih 1.984 meter persegi di kawasan strategis itu akan dibangun hotel menjulang.


 

Mess Pemkab Belitung Jl. Depati Amir Pangkal Pinang

Setidaknya, itulah rencana Pemerintah Kabupaten Belitung untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pendayagunaan aset strategis yang kurang memiliki fungsi pelayanan, sekaligus mendukung program Visit Babel Archipelago yang dicanangkan Gubernur Propinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Eko Maulana Ali, Msc tahun lalu.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) perencanaan pembangunan hotel Rizaldi, MT mengatakan, studi kelayakan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belitung menyimpulkan, usaha jasa perhotelan di Pangkalpinang cukup menjanjikan. Tingkat hunian hotel terus meningkat, seiring dengan dinamika kota ini sebagai ibukota propinsi pemekaran. “Payback periodnya (balik modal — Red) sekitar delapan tahun,” jelasnya.       

Atas dasar itulah pihaknya menugaskan konsultan menyusun detail engineering design (DED) hotel. Jadilah desain hotel berlantai delapan berkapasitas 110 kamar, dilengkapi dua level basement untuk area parkir 92 kendaraan roda empat — fasilitas penting yang tidak dimiliki hotel-hotel di Pangkalpinang termasuk hotel menjulang seperti Hotel Bumi Asih persis buritan.


 
Gambar prespektif hotel Pemkab Belitung di Jl. Depati Amir Pangkalpinang

Artinya, ini bukan rencana di atas awan. Studi kelayakan sudah dilakukan, DED sudah disusun. Namun, untuk membangun hotel berbintang tiga ini dibutuhkan dana Rp 45,3 miliar lebih. “Ini perhitungan 2008. Kecenderungan harga kan terus naik. Makanya, makin cepat dibangun makin baik. Kalau lama tertunda dananya bisa membengkak,” ujar Rizaldi, MT.

Bupati Belitung Ir. H. Darmansyah Husein mengatakan, dari segi dana Pemerintah Kabupaten Belitung sebenarnya mampu. “Namun, pengelolaan hotel kan tidak mudah. Harus profesional. Namanya juga bisnis. Sesuai dengan tujuan kita mau mendayagunakan aset yang semula cost center menjadi profit center, untuk mendorong peningkatan PAD,” jelasnya.

Ada dua opsi yang dapat ditempuh pemerintah daerah. “Pertama, kita yang membangun lalu menyerahkan pengelolaan ke pihak swasta. Kedua, kita sama-sama membangun dengan investor lalu pengelolaannya kita serahkan ke mereka. Makanya dalam waktu dekat kita akan minta rekomendasi DPRD,” ujar Darmansyah.


Inilah jawaban mengapa mess yang ada sekarang, yang sebagian besar bangunannya sudah tua dan perlu perbaikan di sana sini, tidak direhab. Pemerintah Kabupaten Belitung sudah membangun mess baru di kawasan perkantoran terpadu di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, di atas tanah seluas 8.300 meter persegi.


 
Mess Pemkab Belitung di Air Itam Pangkal Pinang

“Selain kantor perwakilan, bangunan pengelola mess, pendopo, rumah penjaga, garasi dan dapur, di komplek ini juga dibangun penginapan berkapasitas 20 kamar, 4 di antaranya kamar VIP,” jelas PPTK pembangunan mess, Rian Haryono, ST.          

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Belitung merogoh kocek Rp 3,6 miliar — sebagian diperoleh dari dana bantuan Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pembangunan dilaksanakan tiga tahap melalui tiga tahun anggaran, dari 2007 hingga 2009. Pekerjaan tahap ketiga (landscape dan finishing) sedang dalam proses lelang, diharapkan 2010 nanti mess sudah dapat dimanfaatkan.

Keluhan yang terdengar adalah lokasi mess terlalu jauh dari pusat kota. Maklum, Air Itam berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang ke arah selatan. Dari pintu gerbang kawasan menuju pusat perkantoran sekitar 3,5 kilometer. Sementara, hingga saat ini, belum ada angkutan kota (angkot) yang masuk ke sana.

Namun, Mess Belitung tidak sendirian di sana. Selain deretan perkantoran, di sana juga ada Perumahan Taman Kota I dan Taman Kota II yang antara lain dihuni pejabat Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan karyawan Bangka Pos Group. Tak jauh dari mess, sedang dibangun Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara itu, mess seluruh kabupaten di propinsi ini akan diarahkan ke sana, agar kantor perwakilan dekat dengan pusat pemerintahan propinsi.

“Disamping itu, kita kan punya kendaraan dinas. Ya roda empat ya roda dua. Jadi ya tidak ada masalah,” ujar Bupati. syafei