24/03/2011 | Oleh: Pos Belitung, Kamis, 24 Maret 2011

POS BELITUNG: PASIR TIMAH 4,7 TON DITAHAN, WIUP MASUK LAHAN SAWIT, OKNUM PNS KEPERGOK DI KOLONG RANJANG, DINKES PERIKSA JAJANAN SEKOLAH, DPKP RAPIKAN TPA DUKONG

Pasir timah seberat 4,7 ton yang diduga ilegal diamankan Satuan II Dit Reskrim Polda Babel dari gudang milik Hw di kawasan  Air Ketekok, Tanjungpandan. Hw kini ditahan di sel tahanan Polres Belitung karena diduga melanggar Pasal 161 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Barang bukti juga  ikut dititipkan di Polres Belitung. Berita ini naik di halaman muka Pos Belitung dengan judul “Pasir Timah 4,7 Ton Ditahan”.

Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat penambang dari Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Beltim pada Rabu (23/3) lalu, terjadi di depan Kantor Wilasi Belitung PT Timah (Persero) Tbk di Desa Lenggang, Gantung. Unjuk rasa terjadi dikarenakan areal garapan penambangan KP PT Timah ternyata masuk dalam lahan perkebunan kelapa sawit PT Sumber Cahaya Hasil Gemilang (SCHG). Mereka menuntut agar PT Timah menyikapi masalah ini. Berita ini naik cetak dengan judul “WIUP Masuk Lahan Sawit”.

“Oknum PNS Kepergok di Kolong Ranjang”. Wan, oknum PNS Sekretariat DPRD Kabupaten Bangka kepergok berada di kos teman wanitanya di Jalan Singkai Sawo, Sungailiat, Rabu (23/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Wan dan teman wanitanya pun digiring ke Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

Berita lain yang menarik untuk di baca antara lain: Mengantisipasi adanya kandungan zat berbahaya pada jajanan anak di sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung mengambil sampel jajanan yang dilakukan di 11 SD dan SMP di wilayah Puskesmas Tanjungpandan, Senin (21/3) kemarin. Berita ini dimuat dengan judul “Dinkes Periksa Jajanan sekolah”.

Kemudian berita mengenai keluhan warga tentang banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Dukong, Tanjungpandan juga dimuat oleh Pos Belitung. Berita ini diberi judul “DPKP Rapikan TPA Dukong”.