02/02/2012 | Oleh: Humas Setda Kab. Belitung

HATI-HATI!

(Tanjungpandan) “Empat Nyawa Melayang  di Jalan”, demikian judul berita di Harian  Pos Belitung Edisi Jum’at 27 Januari 2012. Dikatakan dalam kurun waktu empat minggu,  empat nyawa melayang di jalan raya Kabupaten Belitung akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2012 ini. Korban meninggal dunia terjadi pada tiga peristiwa kecelakaan dari kasus kecelakaan di lima lokasi.

Tahun 2012 yang disebut-sebut sebagai tahun Naga Air di kalangan penganut Toaisme ternyata diawali dengan sejumlah musibah. Sebut saja, kecelakaan mobil Xenia bernomor polisi  B 2479 Xl di ruas jalan Ridwan Rais Jakarta yang menewaskan sembilan pejalan kaki, menyita perhatian banyak pihak. Bahkan sampai-sampai Ibu Negara Ani Yudhoyono turut memantau perkembangan situasi terkini.

Hingga saat ini, Afriyani Susanti (AS, 29 thn) sopir sekaligus tersangka yang menewaskan banyak korban tersebut masih  dalam pemeriksaan petugas Laka Lantas Polres Jakarta Pusat. Permintaan maaf secara tertulis yang dilakukan oleh wanita berinisial AS kemarin, ternyata tidak bisa diterima begitu saja oleh para keluarga korban. Parahnya lagi, kecelakaan terjadi bukan karena rem blong namun karena sopir berikut tiga penumpang lainnya di dalam Xenia tersebut berada dalam pengaruh Narkoba. Sungguh suatu peristiwa yang penuh dengan ketidakhati-hatian, ceroboh, brutal serta sederet kata bermakna negatif lainnya.

Hati-hati, (Be Careful!) adalah kata yang  tidak asing lagi di telinga kita semua.  Dalam Wikipedia Indonesia, hati-hati  didefinisikan dan berpadanan kata dengan “ingat-ingat, hemat-hemat, waspada”. Kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Belitung ataupun kecelakaan lain adalah ujung dari ketidakhati-hatian, para tersangka dan korban bisa jadi tidak ingat karena sesuatu hal, semisal sabu-sabu atau ekstasi seperti yang dialami oleh AS, si sopir Xenia. Waspada adalah jalan sutera menuju keselamatan lahir bathin. Jika tidak waspada, maka petakalah akhirnya.

Mengawal 2012 ini, sikap hati-hati, ingat-ingat, waspada kiranya kata yang tepat untuk diwujudkan dalam setiap tindakan nyata, dalam bekerja, dalam beraktivitas dan dalam segala hal.**** (zakina)