04/01/2017 | Oleh: Ferdini Widiatama, S.I.Kom.

Fenomena GMT di Kabupaten Belitung dihadiri 2 Menteri

Fenomena alam langka Gerhana Matahari Total yang ditunggu-tunggu bukan hanya oleh wisatawan diseluruh dunia namun juga oleh masyarakat Belitung, akhirnya terjadi tepat pada hari Rabu, 9 Maret 2016 dengan puncak Gerhana Total yang terjadi pada Pukul 7.25 WIB.

Sejak dari subuh menjelang Gerhana Martahari terjadi, hampir seluruh area Pendopo yang terletak di Kawasan Pantai Wisata Tanjung Kelayang menjadi ramai dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun Mancanegara, untuk ikut menjadi saksi sejarah menyaksikan fenomena  alam langka yang disebut dengan “Gerhana Matahari Total”.

Selain ramai dikunjungi, pada hari tersebut area Pendopo Tanjung Kelayang  juga diramaikan dengan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung yang dikemas dalam “Festival Gerhana Matahari” yang sudah berlangsung sejak 7 Maret 2016, serta  pelaksanaan sholat kusuf  2 rakaat oleh sejumlah tamu kehormatan yang hadir.

Diantara  tamu kehormatan yang hadir, antara lain Menteri Pariwisata Republik Indonesia, DR. Ir. Arief  Yahya, M.Sc. dan  Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan.

Sebelum menyaksikan momen  Gerhana Matahari Total (GMT) yang berlangsung  kurang lebih 2 menit, Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E., Bupati dan Wakil Bupati Belitung, serta para pejabat undangan VVIP dan masyarakat secara bersama melaksanakan sholat kusuf atau sholat gerhana sebanyak 2 rakaat terlebih dahulu, dengan penuh hikmat seraya mensyukuri anugerah yang Maha Kuasa yakni fenomena GMT.

Menteri Pariwisata RI, Arief  Yahya yang hadir satu hari sebelumnya di Kabupaten Belitung, pada Selasa, (8/03)  mengungkapkan komitmennya untuk mengabadikan keunikan fenomena alam GMT  9 Maret 2016,  menjadi  destinasi berkelanjutan yang memiliki sandaran sejarah, arkeologis, astronomi, ilmu pengetahuan dan dukungan publik, melalui pembangunan monumen yang diberi nama Monumen "Destinasi Waktu" Tanjung Kelayang.

Selain itu, Menpar menitipkan harapan yang besar kepada masyarakat Belitung untuk mensyukuri penetapan Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

"Tentunya harus disyukuri, sebab yang meminta KEK  ini bukan hanya Belitung tapi ada 550 kabupaten dan kota di Indonesia dan hanya 10 Kota yang mendapatkannya , salah satunya adalah Belitung. Oleh sebabnya, jika ada kelemahannya, justru lebih banyak manfaatnya dari pada mudoratnya, contoh tadi Menteri Perhubungan, Pak Jonan datang kesini khusus untuk membuat bandara kita menjadi Bandara Internasional", ujar Arief.

Menpar juga mengatakan bahwa nantinya beberapa jalan dilingkar Pulau Belitung juga akan dijadikan jalan - jalan nasional, yang semua tujuan akhirnya untuk mensejahterakan rakyat dan masyarakat Belitung.

Diakhir sambutan, Menpar Arief Yahya didampingi oleh artis ternama, Pevita Pears dan Puteri Pariwisata,  secara resmi menutup even  Festival Gerhana Matahari Total 2016 yang dilaksanakan sejak tanggal 7 Maret di Pulau Belitung.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dalam sambutannya menyampaikan hal yang senada dengan Menpar, dengan mengajak masyarakat untuk menyambut KEK Pariwisata secara bersama, sebab banyak manfaat positif yang dihasilkan seperti pembangunan infrastruktur dan dukungan penuh dari pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata.

"Tidak mudah tentunya masuk kedalam kawasan KEK, sebab harus mengalami proses yang panjang dan banyak tahapan. Mudah mudahan apa yang akan jadi cita- cita masyarakat dan mimpi kita bahwa Propinsi Bangka Belitung khususnya Belitung tidak lagi menggantungkan hidup pada sektor tambang yang dulunya menjadi sektor andalan dan mulai merubah mindset menjadi mindset pariwisata,  agar negeri ini ramah lingkungan dan mampu menciptakan lapangan rakyat, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat", jelas Rustam.

Rustam menambahkan semoga momentum Gerhana Matahari membuka mata semua pihak untuk mengedepankan sektor pariwisata di Belitung, baik di Belitung maupun Belitung Timur.

H-1 Jelang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Kabupaten Belitung

Euforia menyambut fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 9 Maret 2016, kembali membawa Menteri Pariwisata RI, DR. Ir. Arief  Yahya, M.Sc. ke Kabupaten Belitung "Negeri Laskar Pelangi" pada hari Selasa, (8/3/16) tepat sehari sebelum GMT 9 Maret melintas di Pulau Belitung.

Didampingi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos., Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya hadir dalam Seminar  " Gerhana Matahari Total Antara Mitologi dan Fenomena Alam",  yang terselenggara atas kerjasama  Harian Kompas dengan Kementerian Pariwisata,  bertempat di Hotel BW Suite Belitung.

Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy  mengatakan seminar ini merupakan seminar kedua, setelah seminar pertama yang dilaksanakan pada bulan Februari yang lalu ditempat yang sama dan diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata Belitung.

"Harian Kompas juga berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata Belitung, sehingga sesuai dengan visi Harian Kompas yakni untuk mengenalkan tanah air, sebab diluar Belitung masih banyak orang- orang yang belum mengetahui bahwa Belitung memiliki potensi wisata yang indah- indah" jelas Ninuk.

Untuk diketahui bahwa  fenomena Gerhana Matahari Total merupakan peristiwa yang hanya terjadi 350 tahun sekali melintasi tempat yang sama. Fenomena yang hanya melintasi beberapa wilayah di Indonesia termasuk Pulau Belitung ini, menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikannya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam seminar tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan paraf pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang sebelum diajukan kepada Presiden RI, Joko Widodo. “Semoga bisa segera ditandatangani Presiden” harap Arief Yahya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar melalui fenomena GMT Belitung maupun Belitung Timur dapat  lebih dikenal oleh semua pihak.

"Selamat menikmati suasana GMT kepada wisatawan dan manfaatkan suasana ini baik untuk pendidikan, penelitian dan kepentingan pengembangan budaya sehingga akhirnya dapat mempromosikan Belitung" tambah Rustam.

Adapun yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut, diantaranya Bupati Belitung  H. Sahani Saleh, S.Sos. dan  Novelis terkenal Andrea Hirata, pengamat aktivitas matahari dari Institut Teknologi Bandung Dhani Herdiwijaya, Rektor Universitas Bangka Belitung Bustami Rahman, Agus Aris Munandar dari Departemen Arkeologi Universitas Indonesia dan budayawan Belitung Salim YAH.