Jum'at, 24 Juni 2011 14:08

TANDAI PERINGATAN HJKT WABUP PIMPIN ZIARAH KE MAKAM K.A RAHAT

(Membalong), Wakil Bupati H. Sahani Saleh, S.Sos Jum'at pagi, 24 Juni 2011 memimpin langsung ziarah ke Makam K.A Rahat dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-173 yang jatuh pada Tanggal 1 Juli 2011. Agenda rutin tahunan ini dimaksudkan untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa K.A. Rahat yang telah mempersatukan seluruh wilayah Belitung dengan Tanjungpandan sebagai pusat pemerintahan, sosial-budaya serta ekonomi.    Ziarah ini diawali dengan pembacaan sejarah perjuangan K.A.Rahat yang dibacakan oleh K.A.Rustam selaku ahli waris K.A Rahat Cakradiningrat VIII.

    Sahani Saleh, S.Sos dalam sambutannya sebelum acara doa bersama menyampaikan agar sebagai warga Belitung hendaknya dapat mengenali identitas sosial budaya yang melekat erat dengan tradisi daerah. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu perwujudan penghormatan kepada jasa dan perjuangan para pahlawan. Tentunya sebagai putra daerah terbaik dan kesatria sejati, K.A. Rahat memiliki jiwa patriotisme yang tinggi dan patang menyerah melawan penjajah. Selain itu, beliau juga merupakan seorang pemikir yang cemerlang dengan konsepnya untuk menyatukan berbagai wilayah di Belitung menjadi satu pemerintahan berpusat di Kota Tanjungpandan. ”Konsep ini kemudian diperjuangkannya hingga kita dapat berdiri disini pada hari ini” tegas Sahani Saleh.

    Mengenang bukan berarti mendewakan, tapi lebih kepada upaya penghormatan atas segala perjuangannya agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang amnesia sejarah di tengah kleptokrasi yang mengguncang harga diri bangsa. Apalagi kehidupan kebangsaan kita saat ini terus diuji dengan berbagai permasalahan yang tak kunjung selesai dan berpotensi membuat friksi jika tidak segera ditengarai.

    Menapaki perjalanan 173 tahun bukanlah waktu singkat dan bukan pula perkara gampang. Di Era Orde Baru, bersyukurnya kita karena sejak tahun 1961 dalam lintasan sejarah pemerintahan, Belitung telah dapat mengatur wilayahnya dibawah kepemimpinan Wahab Aziz ketika itu hingga pemerintahan sekarang.

    Banyak peristiwa silih berganti terjadi di daerah kita sebagai dampak dari perubahan perundang-undangan dan sistem kepemerintahan dalam berbangsa dan bernegara. Tentunya   jika mesti dibukukan, waktu 173 tahun entah berapa ratus, ribu bahkan mungkin juta buku diterbitkan.

    Kota Tanjungpandan semakin tua seiring dengan waktu berjalan namun perjuangan belumlah selesai. Karena itu, adalah tugas dan tanggung jawab kita semua untuk melanjutkan perjuangan tersebut sehingga sebutan dan slogan Tanjungpandan ”Kota Bertuah” semakin bermakna dalam kata dan realita.****(zakina)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung