Rabu, 27 Juli 2011 02:12

VCT, TANTANGAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS

Salah satu tantangan yang dihadapi upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Belitung adalah mengajak semua kalangan untuk melakukan pemeriksaan dan konseling secara sukarela atau voluntary counselling test (VCT) di tempat yang telah disediakan, yakni di Klinik VCT Sakura Rumah Sakit Umum Tanjungpandan.

VCT penting dilakukan untuk mencegah makin meluasnya penyebaran HIV/AIDS di daerah ini. Mereka yang positif terinfeksi HIV/AIDS dapat segera diberikan penanganan, langkah-langkah untuk mencegah penularan lebih lanjut kepada istri/suami, anak, dan orang lain melalui berbagai cara, dapat segera diambil.

Hal itu terungkap dalam pertemuan bulanan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Belitung dengan mitra terkait di Rumah Makan Jasmine Tanjungpendam, Tanjungpandan, Senin (25/7/2011), yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung selaku Wakil Ketua II KPA Kabupaten Belitung dr Wiryati Husein.

Menurut dr Wiryati Husein, berdasarkan tingkat perkembangan HIV/AIDS yang diketahui melalui Serro Survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, target VCT daerah ini cukup tinggi. Untuk kuartal 6 tahun 2011 (Juli-Agustus-September), target VCT Kabupaten Belitung 637 orang.

Dalam kenyataannya, kemauan mereka yang beresiko tinggi terinfkesi HIV/AIDS seperti para pelanggan wanita pekerja seksual (WPS), masih rendah. Tahun 2010, yang melakukan VCT di Kinik VCT Sakura Rumah Sakit Umum Tanjungpandan hanya 84 orang.

Untuk mencapai target tersebut diperlukan langkah strategis, seperti inisiasi atau anjuran kepada masyarakat untuk melakukan VCT. “Misalnya melalui Bidan Desa, ketika mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” saran Nazliansah, perawat pada Klinik VCT Sakura Rumah Sakit Umum Tanjungpandan.

Pengelola program KPA Kabupaten Belitung, Rizali, didampingi Sekretaris KPA Kabupaten Belitung Rosmaida Simamora, S.IP, dalam paparannya mengatakan, tahun ini pihaknya telah melaksanakan dua program, yakni peningkatan kapasitas bagi pemilik kafe serta pendidikan sebaya dan WPS tidak langsung.

Selain itu mereka juga telah membentuk kelompok peduli sebaya (KDS), yakni KDS Bes’s Club (kelompok waria dan gay) dan KDS Indah Sari (kelompok pemilik dan pekerja kafe). Melalui KDS inilah inisiasi VCT untuk kalangan waria, gay, pemilik dan pekerja kafe disampaikan.

Selanjutnya mereka akan melaksanakan program Penanggulangan HIV/AIDS Melalui Transmisi Seksual (PMTS), untuk memutus rantai penularan HIV melalui hubungan seks beresiko. PMTS memiliki empat pilar, yakni promosi penggunaan kondom, layanan pemeriksaan dan kontrol IMS (infeksi menular seksual), membuat aturan lokal penggunaan kondom, dan pemberdayaan komunitas. (syafei)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung