Kamis, 28 Juli 2011 09:40

BHAKTI SOSIAL KB-KES TNI

TANJUNGPANDAN,---“Pemerintah Republik Indonesia secara jelas telah menyusun prioritas Pembangunan Nasional 2009 – 2011 yang mencakup 14 Prioritas Pembangunan. Dalam kerangka prioritas ini Bidang Kesehatan (termasuk substansi inti KB) menempati urutan ke 3 setelah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola dan Bidang Pendidikan. Hal ini menunjukkan Revitalisasi Program KB dan keseriusan Pemerintah dalam mengupayakan terkendalinya masalah kependudukan di Indonesia,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Perempuan dan KB Kabupaten Belitung, Suharyanto,S.AP dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Bhakti Sosial TNI – KB Kesehatan, bertempat di Kantor Desa Pangkal Lalang Kecamatan Tanjungpandan, Kamis, 28 Juli 2011.

Selain itu revitalisasi Program KB menghadapi tantangan berat di era otonomi daerah karena terjadinya penyusutan tenaga lapangan yang telah menempati pos-pos baru di luar SKPD KB. Secara nasional, idealnya tersedia 35 ribu tenaga penyuluh. Sebelunya di era otonomi daerah terdapat 30-an ribu tenaga penyuluh KB di seluruh Indonesia. Setelah otonomi daerah jumlah tersebut menurun drastis hingga tersisa 20-an ribu tenaga penyuluh KB.

Sementara itu Bupati Belitung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Belitung Drs.H.Abdul Fatah, M.Si mengatakan bahwa penduduk merupakan modal dasar dan faktor dominan dalam pelaksanaan pembangunan. Keberadaan penduduk akan menjadi titik sentral dalam pembangunan secara berkelanjutan yang tentunya harus di imbangi dengan kualitas yang baik. Dengan lonjakan jumlah penduduk yang cepat akan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan, karena penduduk dengan kualitas rendah akan mempengaruhi kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Oleh sebab itu, Program Keluarga Berencana (KB) sangat penting, meskipun manfaatnya memang tidak dapat kita rasakan dalam waktu singkat, karena Program KB merupakan investasi Pemerintah jangka panjang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Keluarga Indonesia dimasa yang akan datang sesuai dengan tujuan dari Bhakti Sosial TNI KB Kesejahteraan ini, yakni Untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi melalui keterpaduan aksi guna serta mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas.

Sementara itu Komandan Korem 045/Garuda Jaya Bangka Belitung dalam sambutannya mengatakan keterlibatan TNI (Korem 045/Garuda Jaya) dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana juga sesuai dengan apa yang di amanatkan dalam Undang-Undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, khususnya dalam pasal 7 dijelaskan bahwa TNI bertugas dalam dua tugas pokok yaitu Melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer selain Perang (OMSP). Tugas TNI dalam OMSP mencakup berbagai macam tugas dan tanggung jawab yang bertujuan untuk membantu pemerintah baik pusat maupun di daerah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga kesulitan masyarakat dapat teratasi serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Selain itu peran Prajurit dapat dijadikan sebagai akseptor KB maupun sebagai penyuluh oleh para Babinsa yang terjun langsung ke lapangan bersama petugas terkait untuk mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya Keluarga Kecil Bahagia dengan 2 Anak Cukup.

Turut hadir acara Danlanud Tanjungpandan, Wakapolres Belitung, unsur muspida, Camat Tanjungpandan, serta undangan lainnya.(tdy)

Sumber: Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Perempuan dan KB Kabupaten Belitung