Selasa, 16 Agustus 2011 07:09

ZAKAT FITRA DITETAPKAN RP 21.000 PER JIWA

TANJUNGPANDAN — Pemerintah Kabupaten Belitung menetapkan Zakat Fitrah Bulan Suci Ramadhan 1432 H/2011 M sebanyak 2,5 kilogram beras per jiwa atau dalam bentuk uang sebesar Rp 21.000. Harga beras zakat fitrah ditetapkan Rp 8.400 per kilogram, berdasarkan harga pasar terrendah Rp 8.000 dan harga pasar tertinggi Rp 9.000 yang dipantau oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kabupaten Belitung.

Kepada Badan Amil Zakat (BAZ) di tingkat kecamatan diminta untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid desa/kelurahan secara tertib dan dapat dipertanggung jawabkan, berdasarkan usul dan saran kepala desa/lurah setempat. Zakat fitrah yang sudah terkumpul harus dibagi habis kepada mustahaq (yang berhak menerima) di wilayah masing-masing, sebelum pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1432 H/2011 M.

Demikian hasil keputusan rapat Pemerintah Kabupaten Belitung dengan ormas Islam dan instansi terkait di Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Kamis (11/8/2011), yang akan segera disampaikan kepada camat, lurah, kepala desa dan pengurus masjid, pengurus surau, dan pengurus mushollah se Kabupaten Belitung melalui Surat Edaran Bupati Belitung.

Rapat antara lain dihadiri Ketua DMI Kabupaten Belitung Drs Suhardi, Pengurus Cabang NU Asmui Muchtar, Pengurus Daerah Muhammadiyah H Warsono, dan pengurus BAZ Kabupaten Belitung Asmaie. Selain itu hadir Kepala Kantor Seksi Logistik Tanjungpandan Rahmattullah, pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Suyanto, S.Ag, Kasubbag Pers Polres Belitung Iptu Zakaria, dan anggota Satlantas Polres Belitung Aiptu Ulung Baehaqy.

Selain membahas penetapan zakat fitra, rapat juga membahas rencana penyelenggaraan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Pada prinsipnya rapat menyetujui takbir keliling seperti tahun sebelumnya. Namun Polres Belitung menekankan pentingnya menjaga ketertiban peserta terutama yang menggunakan truk dan mobil pickup. Disamping itu, peserta juga tidak diperkenankan membawa dan menggunakan petasan.

Rapat sepakat takbir keliling start dari Gedung Nasional melintasi Jl. Yos Sudarso, Jl. Seburik Barat, Jl. Gegedek, Jl. Kemuning, Jl. Gatot Subroto, Jl. Kapten Saridin, Jl. Sijuk, Jl. Kerjan, Jl. Hasan Sa’ie, Jl. Sudirman, Jl. A Yani, Jl. Diponegoro, kembali ke Jl. Sudirman, lalu belok ke Jl. Sekolah, dan finish di Gedung Nasional.

Karena di Jl. Gatot Subroto sedang ada pembutan gorong-gorong yang diperkirakan belum selesai hingga menjelang lebaran, pada pelaksanaan takbir keliling nanti jalan ini akan ditutup sementara waktu dan lalu lintas akan dialihkan ke jalan lain. Dengan demikian arus takbir keliling di ruas ini tidak mengalami kemacetan.

Berbeda dengan takbir keliling tahun sebelumnya, takbir keliling Idul Fitri tahun ini dipastikan tidak melintasi Jl. Serma Abdullah, Jl. Anwar, dan Jl. Pilang. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Suharyanto, S.AP menyambut baik penyegaran rute ini dan menyarankan adanya pemerataan. ”Masyarakat ingin tempat mereka dilalui takbir keliling,” katanya.

Disamping takbir keliling rapat juga membahas rencana Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H di Halaman Kantor Bupati Belitung. Rapat menyambut baik gagasan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Belitung Akhyat, AD untuk menampilkan tokoh agama potensial di kecamatan untuk menjadi petugas sholat idul fitri di tingkat kabupaten.

Diputuskan yang akan menjadi imam Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H di Halaman Kantor Bupati Belitung adalah qori dari Kecamatan Badau, Jasri, dengan cadangan Irwan Akhyar, SE. Sedangkan khotib Amin Nasution, BA, dengan cadangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Muhammadiyah. Adapun bilal dan cadangannya masing-masing H Zakaria dan Dedi Parza, Lc. (syafei)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung