Rabu, 24 Agustus 2011 08:24

BERAKHIRNYA RAMADHAN, MENGANTARKAN KITA PADA KE’FITRAHAN

Membalong --- “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”berikut petikan tausyiah yang diberikan oleh Drs Arham Armuza S.Ip dalam rangka safari ramadhan di Dusun Aik Malik Desa Cerucuk Kecamatan Membalong, Selasa 23 Agustus 2011 malam tadi.

Arham menjelaskan, bahwa salah satu syarat kita untuk dapat kembali pada kefitrahan itu salah satunya adalah dengan mengendalikan hawa nafsunya selama bulan Ramadhan. “Dengan melaksanakan ibadah puasa dan melakukan amalan lainnya, terutama mengendalikan hawa nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan ini insya Allah akan membawa kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Pelatihan yang kita jalani sebulan penuh adalah cara Allah untuk mengembalikan fitrah kita sebagai manusia” tambah Arham.

Allah melipat-gandakan pahala terhadap amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan. Di antara amalan-amalan itu, yang cukup sulit adalah menahan dan mengendalikan hawa nafsu. Jika menahan lapar, selama ini sudah lumrah bagi kita.
Dengan sukarela kita menahan lapar sejak azan Subuh (diawali dengan jadwal imsak) hingga azan Maghrib. Namun ketika azan Maghrib berkumandang, kita menghadapi perang batin apakah kita melampiaskan rasa haus dan lapar kita atau masih mampu mengendalikannya. Yang kedua, Allah mengajak kita untuk mengendalikan hawa nafsu ketika berbuka puasa, yaitu mengajak merenungi bahwa ketika kita bisa makan dan minum dengan nikmat, kita diajak untuk berempati kepada orang yang tidak bisa berbuka dengan nikmat. Mereka mungkin selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu belum bisa merasakan kenikmatan yang bisa kita peroleh ketika berbuka.

Pada Safari Ramadhan di malam ke 24 tersebut, dilakukan di Mesjid Raudhatul Jannah yang dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos, Sekretaris Daerah Kab Belitung Drs Abdul Fatah M.Si, Anggota DPRD Kab Belitung, Pimpinan SKPD Kab Belitung, Kades Aik Malik serta masyarakat Dusun Aik Malik itu sendiri.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung