Kamis, 19 April 2012 02:49

Puncak Acara Maras Taun Selat Nasik

Wabup Potong Lepat Raksasa

PUNCAK acara Maras Taun yang digelar di Balai Kampong Timbung Tanah, Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik ditandai dengan pemotongan lepat raksasa, Minggu (8/4/2012). Pemotongan lepat dilakukan Wakil Bupati Belitung H Sahani Saleh S Sos, dihadiri Setda Kabupaten Belitung H Abdul Fatah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tellie Gozelie serta undangan lainnya. Lepat berukuran 40 cm x 120 cm dan berat 75 kilogram ini, setelah dipotong-potong, lalu dibagibagikan kepada masyarakat dan pengunjung yang hadir dalam acara tersebut. Selain itu sedikitnya 4.443 lepat kecil habis diperebutkan masyarakat yang hadir hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Ritual doa bersama dipimpin dukun kampong Abu Bakar Abas yang diikuti masyarakat dengan antusias. "Secara keseluruhan sukses, terlihat dari antusiaisme masyarakat. Namun sayang perwakilan dari pemerintah provinsi tidak ada yang hadir," kata Sahani Saleh, Minggu (8/4/2012).

Maras taun masyarakat Selat Nasik merupakan salah satu kegiatan tahunan Desa dan Kecamatan Selat Nasik. Ritual adat ini digelar tiap tahun, dan sudah berlangsung sejak lama di Kabupaten Belitung. Menurut Sahani, makna maras taun sebagai selamatan kampong atas limpahan rezeki dan keselamatan selama satu tahun terakhir. Lebih dari itu, doa maras taun dipanjatkan untuk kelancaran aktivitas masyarakat pada masa mendatang. "Kita hidup itu tidak terlepas dari adat. Dan inilah salah satunya. Kenapa kita masih enggan mengadakannya. Sementara kita tahu maksud dan tujuannya sangat positif," kata Sahani Saleh.

Menurut Sahani, dibandingkan pelaksanaan maras taun sebelumnya, ada yang berbeda pada pelaksanaan kali ini. Panitia menghadirkan testimoni pernikahan tempo dulu atau disebut pengantin Barik Mendanau. Kehadiran acara tambahan ini menurut Sahani merupakan hal yang sangat bermanfaat. Dengan adanya acara ini, masyarakat Selat Nasik khususnya dan Belitung pada umumnya telah melestarikan adat daerah. "Pemerintah harus mendukung ini. Tidak ada alasan untuk meragukannya. Terukir manfaat yang besar dari totalitas pelaksanaan kegiatan ini," katanya.

Sementara Kepala Desa Selat Nasik Maryono mengatakan, masuknya acara pengantin Barik Mendanau bertujuan untuk mengingatkan kebudayaan lokal. Secara umum rangkaian acara maras taun tidak berbeda dari tahuntahun sebelumnya seperti berdoa bersama, potong lepat besar, makan bedulang bersama, lomba memancing dan acara lainnya. "Prinsipnya tidak ada perubahan, hanya tambahan ritual adat nganten. Lebihnya untuk masyarakat semua," kata Maryono.

Menurut Maryono, keinginan masyarakat untuk menggelar maras taun sangat besar. Hampir seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan bergotong royong. "Kita semua melakukan bersamasama. Karena sama sekali minim bantuan pemda. Masih beruntung ada pihak ketiga yang membantu hingga acara bisa terlaksana seperti ini," ungkap Maryono.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung