Jum'at, 20 April 2012 10:11

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) BUPATI BELITUNG TAHUN 2011

Tidak Ada Lagi Orang Yang Buta Huruf di Belitung; Angka Prevalensi Gizi Kurang Menurun 3,09%; Angka Penyakit Malaria Menurun dan Usia Harapan Hidup Meningkat; Jumlah Koperasi dan UKM Berkembang Pesat Terjadi Efisiensi Belanja Tidak Langsung; PAD Belitung Tertinggi se-Propinsi Kepulauan Bangka Belitung    

    (Tanjungpandan), Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein pada hari Jum’at pagi Pukul 09.30 WIB, 20 April 2012 pada Rapat Paripurna I Masa Persidangan I DPRD Kabupaten Belitung Tahun Sidang 2012 menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Belitung Tahun 2011 dihadapan 23 orang anggota DPRD Kabupaten Belitung yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Andi Saparudin Lanna, SH. Rapat Paripurna pertama di Tahun 2012 ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung, H. Sahani saleh, S.Sos, Forum Komunikasi Daerah Kabupaten Belitung, Sekretaris Daerah beserta para pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, Organisasi Wanita/Pemuda/Masyarakat serta Camat dan Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Belitung.

   Minggu kedua April 2012 bertempat di ruang Sidang DPRD Kabupaten Belitung yang baru secara resmi digunakan awal tahun lalu, Bupati Belitung menyampaikan LKPJ tentang pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2011, meliputi urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi potensi Kabupaten Belitung. Bidang-bidang yang tercakup dalam LKPJ tersebut, yaitu: Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Pekerjaan Umum, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Ketahanan Pangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Kelautan dan Perikanan, Perhubungan, serta besarnya Pendapatan Asli Daerah.

     Mengawali laporannya, Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein menyatakan tentang kemajuan yang dicapai pada bidang pendidikan. Pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Belitung Tahun Anggaran 2011 diarahkan kepada pencapaian indikator sasaran peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah, seperti peningkatan angka rata-rata lama sekolah, Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Kelulusan. Realisasi anggaran pada Dinas Pendidikan sampai dengan 31 Desember 2011 sebesar Rp.33.907.187.787,00 dari total alokasi anggaran sebesar Rp.48.819.287.900,00. Secara umum, kegiatan pembangunan di bidang pendidikan pada Tahun Anggaran 2011 telah mencapai sasaran. Angka Melek Huruf sudah mencapai 100%. ”Artinya tidak ada lagi yang tidak bisa baca tulis di Kabupaten Belitung,”tegas Darmansyah. Keberhasilan di bidang pendidikan juga terindikasi dari meningkatnya APK, APM dan Angka Kelulusan dari SD hingga Sekolah Menengah dari tahun sebelumnya.

    Di bidang kesehatan, realisasi anggaran sebesar Rp.12.408.019.635,00 pada RSUD dari alokasi sebesar Rp.15.615.038.555,00. Sedangkan alokasi anggaran pada Dinas Kesehatan mencapai Rp.20.8555.952.295,00 dan terealisasi sebesar Rp.19.753.161.697,00. Pencapaian signifikan di bidang kesehatan adalah menurunnya angka kematian bayi, tingginya angka kelahiran hidup serta meningkatnya Usia Harapan Hidup di Belitung menjadi 72,00 tahun. Selain itu, prevalensi gizi kurang juga menurun menjadi 3,09%. Angka ini cukup melegakan, karena target nasional prevalensi gizi kurang Indonesia Sehat 2010 lebih kecil dari 15 persen. Di sisi lain, disampaikan juga oleh Bupati Belitung bahwa angka kesakitan penyakit malaria juga menurun menjadi 2,49 per seribu penderita malaria klinis pada tahun 2011.

     Pembangunan di Bidang Lingkungan Hidup pada tahun 2011 diarahkan pada terwujudnya peningkatan penataan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan melalui beragam program, seperti Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Penataan Taman. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung program tersebut. Untuk itu, alokasi anggaran pembangunan pada Badan Lingkungan Hidup Daerah sebesar Rp.3.116.838.500,00 dan terealisasi sebesar Rp.2.828.697.656,00. Sedangkan untuk Dinas Kebersihan, Pasar, dan pertamanan dialokasikan anggaran sebesar Rp.5.532.746.600,00. Sampai dengan 31 Desember 2011 telah terealisasi sebesar Rp.4.201.402.798,00.

    Sementara itu, Bidang Pekerjaan Umum diarahkan pada pencapaian sasaran peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, yang dilaksanakan melalui program pembangunan jalan dan jembatan, rehabilitasi jalan, serta program perencanaan teknis. Pencapaian sasaran peningkatan kualitas sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman dilaksanakan melalui program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan dan Program Pembangunan Perumahan. Tentunya, masih banyak lagi program kegiatan yang dilakukan di Bidang Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran sebesar Rp.111.748.022.620,00 dan dapat terealiasi sebesar Rp.92.770.105.580,00.

      “Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan tulang punggung perekonomian rakyat,” ujar Darmansyah. Pembinaan koperasi di Belitung pada Tahun 2011 sebanyak 190 koperasi, dengan jumlah anggota mencapai 14.881 orang, dengan volume usaha mencapai Rp.22.099.463.500,00. Jumlah UKM juga berkembang pesat hingga mencapai 2.649 UKM. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi kerakyatan pada tahun 2011 diarahkan pada kegiatan Pengelolaan tenaga penyuluh KUMKM dan IKM tingkat kecamatan, pelatihan tenaga penyuluh KUMKM dan IKM, Operasional Galeri KUKM, pelatihan kader koperasi dan manajemen pengelola koperasi.

      Di Bidang Ketahanan Pangan, program diarahkan untuk mencapai sasaran peningkatan produktifitas pertanian, baik melalui peningkatan produksi pangan maupun melalui gerakan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Sejumlah program kegiatan dilakukan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.4.767.832.100,00 dan realisasinya sebesar Rp.4.394.049.170,00 atau 92,16%.   Energi dan Sumber Daya Mineral adalah salah satu persoalan krusial, utamanya pada masalah pemenuhan kebutuhan listrik. Oleh karena itu, disampaikan oleh Bupati Belitung bahwa selain melakukan berbagai upaya mendorong percepatan realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pada Tahun Anggaran 2011 Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belitung juga melaksanakan program pembinaan dan pengembangan bidang kelistrikan dengan realisasi anggaran sebesar Rp.3.982.532.000,00 dari alokasi dana sebesar Rp.4.591.620.000,00.

      Pada Tahun Anggaran 2011 program di Bidang Kelautan dan perikanan diarahkan pada pencapaian sasaran peningkatan produktifitas kelautan dan perikanan mengingat besarnya potensi Belitung pada sektor ini. Di Tahun 2011, Belitung juga sukses melaksanakan event promosi wisata bahari bertaraf internasional Sail Wakatobi Belitong 2011. Realisasi anggaran sebesar Rp.17.084.641.281,00 dari alokasi sebesar Rp.18.405.703.125,00. Untuk melaksanakan program kegiatan di sektor kepariwisataan yang menjadi program andalan peningkatan ekonomi masyarakat, Kabupaten Belitung menganggarkan dana sebesar Rp.4.570.906.600,00 dan realisasinya sebesar Rp.3.973.046.992,00. Selanjutnya, di Bidang Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika alokasi anggaran sebesar Rp. 7.648.107.500,00 dan telah terealisasi sebesar Rp. 6.970.552.977,00 termasuk didalamnya untuk implementasi program Pengurusan dan Pembuatan Sertifikasi Hak Penggunaan Lahan (HPL) Pelabuhan Tanjung Batu, serta Penyusunan DED Infrastruktur E-GOV.

      Simpulan LKPJ Bupati Belitung menyatakan bahwa realisasi PAD Kabupaten Belitung Tahun 2010 sampai dengan 2011 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Pada Tahun 2010, target PAD sebesar Rp.43.782.205.537,00 terealisasi sebesar Rp.50.051.049.419,12. Untuk Tahun 2011 target PAD sebesar Rp.50.456.273.953,00 terealisasi sebesar Rp.62.134.206.315,37. “Ini berarti, dari tahun ke tahun, PAD Kabupaten Belitung terus meningkat. Peningkatan ini tentunya berkat kerja keras Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola PAD, serta kesadaran dan dukungan wajib pajak berikut pihak ketiga lainnya, “terang Bupati Belitung.

      Pada pengelolaan belanja daerah, realisasi belanja dalam periode 2010 sampai dengan 2011 masih dibawah target yang diharapkan. Dengan demikian, dari seluruh komponen belanja yang memberikan kontribusi terbesar dalam penghematan anggaran belanja adalah belanja tidak langsung dalam pos belanja pegawai. Ditegaskan oeh Bupati Belitung bahwa tidak tercapainya target realisasi belanja lebih disebabkan adanya penghematan anggaran karena efisiensi dan tidak mempengaruhi volume program/kegiatan yang telah ditargetkan. Substansi inti LKPJ ini sekaligus menutup LKPJ Bupati Belitung. Selanjutnya, pada Tanggal 7 Mei mendatang Rapat Paripurna diagendakan untuk mendengarkan pemandangan umum fraksi. (Humas)




Sumber: Humas Setda Kab. Belitung