Senin, 9 Juli 2012 10:46

Komunitas Sapu Lidi Bersihkan Sungai Siburik

Gerakan massal  bersih-bersih yang digelar Komunitas Sapu Lidi terus berlanjut. Kali ini membersihkan sampah Sungai Siburik dekat Pasar Ikan Tanjungpandan,  Jumat (6/7) sore. Gerakan membersihkan sampah di Sungai Siburik ini merupakan yang ketiga kalinya. Gerakan pertama digelar Minggu (24/6) dua pekan lalu di aliran Sungai Siburik yang terletak di Jalan Veteran Kelurahan Parit. Dilanjutkan pada hari Minggu pekan lalu dengan membersihkan sampah di aliran Sungai Aik Berutak di Jalan Sudirman.

  Ketua Komunitas Sapu Lidi, Fithrorozi mengemukakan, tujuan kegiatan gerakan bersih-bersih massal ini untuk menghidupkan nilai-nilai budaya gotong royong. Masalah sampah diusung karena sampah sangat dekat dengan masyarakat. “Kalau untuk penghijauan ditargetkan bisa satu juta pohon, kita tidak jauh-jauh. Satu hari satu ons saja sampah yang bisa dibuang orang ke tempatnya,” kata Fithrorozi kepada Pos Belitung, Jumat (6/7) sore di sela kegiatan.

  Fithrorozi mengemukakan, tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan ketiga ini mengalami kenaikan. Saat membersihkan Sungai Siburik pada Jumat sore itu, partisipasi datang dari Forum Pedagang Pasar Tradisional, PT Pelindo juga Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung. Sebelum ini juga International Loving Association (INLA) Kabupa ten Belitung, Gapabel dan Pramuka juga ikut terlibat.  “Sebenarnya bukan hanya sampah yang membuat kita bersama, tapi dalam semua aspek. Yang paling penting bagaimana kita menjadikan masalah bersama menjadi tanggungjawab masing-masing,” kata Fithrorozi.

  Sementara itu salah satu penggagas Komunitas Sapu Lidi, M Iqbal mengemukakan, tujuan dibentuknya Komunitas Sapu Lidi ini karena mereka sangat ingin merasakan dan melihat Tanjungpandan ini sebagai kota yang bersih, nyaman dan indah. “Tidak bisa kita rasakan ketika kita melihat sampah, begitu tidak nyaman. Persoalan sampah ini massive. Dan kalau tidak ada tindakan akan menjadi ancaman besar bagi pariwisata yang amat sangat menjanjikan di Belitung,” kata General Manager (GM) PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan ini.

  Persoalan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah atau masyarakat sendiri, melainkan tanggungjawab semua pihak. Oleh sebab itu lanjutnya, semua pihak harus bersama untuk bagaimana menciptakan sistem pengamanan saampah di masyarakat secara baik dan benar. “Kita juga mengedukasi masyarakat supaya mengubah mentalitas yang tadinya menjadi musuh sampah, menjadi bersahabat dengan sampah. Dengan cara ‘manusiakan’ sampah, tangani dengan benar dan baik, maka sampah bisa memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat yang sangat menjanjikan,” katanya.

  Ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional, Jema’i  menyambut baik kegiatan yang digelar Komunitas Sapu Lidi dan bisa bergabung. Dia berharap kegiatan ini bisa berlanjut.  “Jadi harapan kita nggak banyak, mudah-mudahan pasar ini bersih, indah, rapi, aman dan nyaman untuk dikunjungi,” kata Jema’i. Gerakan massal kebersihan ini masih akan terus berlanjut pada sejumlah titik lainnya. (adv/vid)
Sumber: Pos Belitung