Kamis, 12 Juli 2012 08:24

BAPPEDA GELAR RAKOR PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TINGKAT KABUPATEN TAHUN 2012

     (Tanjungpandan), Bappeda Kabupaten Belitung hari ini Rabu, 11 Juli 2012 mengadakan Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kabupaten Tahun 2012, bertempat di Kantor Bappeda Jl. A.Yani Tanjungpandan. Hadir pada kesempatan ini antara lain: perwakilan dari Kementrian Sosial RI, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kepala Dinas/Instansi terkait lainnya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung.
 
   Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Ir.Arpani dalam sambutannya mengatakan yang menjadi fokus perhatian kita bersama saat ini adalah bagaimana agar program dimaksud dapat dilaksanakan di Belitung dan tepat sasaran sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Karena sesungguhnya, berkaca dari pengalaman ketika Bantuan Tunai Langsung (BTL) dilakukan terjadi sedikit aksi protes masyarakat yang diakibatkan kurang tepat sasaran. Bahkan di daerah lain, banyak sekali kejadian yang memilukan karena kurang tertibnya sistem pembagian BTL tersebut.

    Pastinya, kita tidak ingin hal ini terjadi di Belitung. Apalagi kita tahu persis bahwa PKH sebagai kelanjutan dan penyempurnaan dari BTL disyaratkan bagi keluarga yang memiliki ibu hamil serta anak usia sekolah agar derajat kesehatan ibu beserta bayinya meningkat dan pendidikan anak-anaknya tidak terabaikan. Prioritas bidang kesehatan dan pendidikan yang menjadi titik tumpu pemerintah saat ini kiranya harus benar-benar dikawal sebagaimana mestinya.

    Generasi muda yang cerdas, tangguh serta sehat jasmani rohani adalah harapan bangsa di masa yang akan datang untuk melanjutkan cita-cita pembangunan. Sejatinya mereka mendapatkan pendidikan yang layak serta jaminan kesehatan. Bibit-bibit harapan bangsa ini harus diberikan asupan gizi berimbang yang cukup agar tumbuh dan berkembang menjadi  insan tumpuan bangsa.

    Bila pada BTL yang lalu, titik tekan bantuan disampaikan kepada para lanjut usia dan keluarga kurang mampu. Maka, pada PKH ini difokuskan kepada keluarga yang memiliki ibu hamil dan anak usia sekolah dengan tingkat ekonomi kurang memadai. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan seminim mungkin.  Saat ini,  Indonesia masih berperang terhadap tingginya angka kematian ibu dan anak serta tingginya angka drop out (DO) pelajar di berbagai jenjang akibat lemahnya pendapatan masyarakat. Insyaallah, dengan PKH ini dapat sedikit menjawab kendala sosial tersebut.

    Menyadari arti penting PKH ini, maka saya menghimbau seluruh aparatur pemerintah Kabupaten Belitung yang hadir dalam Rakor ini untuk dapat menterjemahkan hal-hal penting terkait syarat-syarat yang ditetapkan dalam PKH agar program kebijakan pemerintah ini benar-benar tepat sasaran. Hal utama dan pertama kali kita lakukan adalah melakukan pendataan yang valid dan akurat mengenai hal dimaksud. Jangan sampai tidak sesuai dengan peruntukannya.

    Mungkin apa yang terjadi di daerah kita belumlah separah dengan apa yang terjadi di daerah lain. Setidaknya tidak ada pengemis, tidak ada masyarakat Belitung yang makan nasi aking, dan belumlah ada para fakir miskin yang ditelantarkan. Pendidikan dan kesehatan dikedepankan sebagai wujud komitmen kita bersama memajukan masyarakat Belitung agar mampu mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

    Melalui program PKH, komitmen dan cita-cita tersebut kembali dikuatkan. Oleh sebab itu, sudah selayaknya pula agar kita dapat menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Dan, yang lebih berharga dari hanya sekedar memberikan bantuan adalah menumbuhkan sikap mental yang kuat kepada masyarakat agar mau bekerja lebih keras dan giat lagi disertai kemauan kuat untuk menjadi yang terdepan. Dengan semua ini, apapun tantangan yang kita hadapi akan dapat teratasi bahkan dapat mencapai hidup yang lebih baik.****(zakina)

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung