Kamis, 19 Juli 2012 13:21

Pemutaran Film Dokumenter Kaleidoskop HJKT ke-174

Bupati Nonton Bareng Siswa dan Guru

BUPATI Belitung Ir H Darmansyah Husein bersama ratusan siswa nonton bareng pemutaran film dokumenter kaleidoskop Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-174 di SMP Negeri 2 Tanjungpandan. Siswa yang hadir ini adalah perwakilan SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Belitung ditambah seluruh siswa SMPN 2 Tanjungpandan.

Pemutaran film dokumenter ini digelar di lapangan upacara SMPN 2 Tanjungpandan, menggunakan dua layar lebar yang didirikan di bawah tenda. Film dokumenter yang berdurasi sekitar 30 menit ini berisikan tentang sejarah berdirinya Kota Tanjungpandan serta perkembangan Kota Tanjungpandan dari masa ke masa.

Ketua pelaksana kegiatan nonton bareng, Rusdin mengemukakan kegiatan ini dilaksanakan dengan latar belakang bahwa pentingnya informasi dari pemerintah kepada masyarakat, baik diminta atau tidak yang dapat dilakukan melalui media.

Kepala SMPN 2 Tanjungpandan, Yusri mengemukakan momentum tahun ajaran baru ini sebagai awal yang baik untuk menanamkan nilai-nilai sejarah serta identitas kedaerahan. Tujuannya pasti sama, yakni agar semua identitas yang melekat tidak tercabut dari akarnya dan generasi terdidik semakin bangga akan karakteristik kedaerahan yang dimiliki. “Sejarah, seni budaya dan segenap potensi yang dimiliki adalah satu paket utuh menuju tercapainya harapan Belitung sebagai destinasi wisata terbaik nasional dan internasional. If you want to change the world, you have to change your self,” kata Yusri dalam sambutannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Rafeli menilai pemutaran film dokumenter kaleidoskop HJKT ke-174 ini penting, mengingat film ini dokumen sejarah yang harus diketahui siswa dan dipahami guru. “Jadi informasi ini yang harus disampaikan ke generasi kedepan,” kata Rafeli dalam sambutannya.

Sementara itu Bupati Belitung H Darmansyah Husein dalam sambutannya mengatakan dengan pemutaran film dokumenter ini bisa dilihat bagaimana Belitung kedepan bisa dikembangkan. Dengan demikian masyarakat pun bisa disiapkan. “Proses ke depan menyiapkan masyarakat. Ini yang penting. Masyarakat harus siap. Karena kalau tidak siap, yang tiga sektor itu tidak akan jadi. Sektor kelautan dan perikanan, sektor  pelabuhanan dan sektor pariwisata, tidak akan jadi kalau masyarakatnya tidak mau jalan,” kata bupati.

Ketua Lembaga Adat Belitong, Sjahroel Siman menyambut baik pemutaran film dokumenter ini. Menurut dia pemutaran film ini bukan hanya bagus bagi siswa saja tapi juga bagi kaum muda Belitung yang banyak tidak kenal Belitung.   “Sebenarnya ini bukan hanya bagus untuk siswa, tapi untuk orang Belitung yang masih muda yang banyak tidak kenal dengan Belitung. Tiap kota sekarang termasuk Jakarta, orang sibuk menyusun kaleidoskop karena itu merupakan heritage yang harus dihormati,” kata Sjahroel kepada Pos Belitung, usa acara.

Pada kesempatan tersebut bupati juga menyerahkan secara simbolis VCD kaleidoskop HJKT ke-174 kepada sejumlah kepala sekolah. Momen nonton bareng ini juga digelar sekaligus ruwahan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, yang diisi dengan siraman rohani oleh Ustad Usman Lubis. Di bagian akhir acara tamu undangan disuguhkan aneka kuliner khas Belitung. (Adv/vid)


Sumber: Pos Belitung