Senin, 6 Agustus 2012 07:36

JANGAN MUDAH TEKEN HO KAFE

TANJUNGPANDAN — Camat Tanjungpandan Warsito, S.Ag, S.AP menghimbau masyarakat Kecamatan Tanjungpandan untuk tidak mudah menyetujui adanya kafe di lingkungan masing-masing. “Jangan karena amplop yang isinya hanya seberapa, izin tetangganya, HO-nya, diteken,” kata Warsito.

Himbauan ini disampaikan Warsito ketika memberikan sambutan pada acara Safari Ramadhan Camat dan MUI Kecamatan Tanjungpandan di Surau Al Ikhlas Lingkungan Idaman Kelurahan Lesungbatang Kecamatan Tanjungpandan, Rabu (1/8/2012) malam.

Menurut Warsito, keberadaan kafe di Tanjungpandan sudah memprihatinkan. Selain jumlahnya sudah melampaui jumlah mesjid, dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi sudah meluas. Tingginya angka perceraian ditenggarai diakibatkan adanya kafe-kafe ini.

Pemerintah, kata Warsito, tidak bisa serta merta menolak memberikan izin kafe. Sebab, dasar penerbitan izin tersebut adalah izin dari tetangga atau masyarakat sekitar yang dikenal dengan istilah HO. Kalau masyarakat sekitar sendiri sudah meneken HO, pemerintah bisa digugat kalau menolak memproses penerbitan izinnya. “Di salah satu kabupeten di Bangka, karena saking banyaknya kafe di daerah tersebut, bupatinya tidak mau meneken izin kafe. Karena masyarakat sekitar sudah meneken HO-nya, pak bupati ini digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Dan kalah. Bayangkan,” tutur Warsito.

Karenanya Warsito menghimbau masyarakat Kecamatan Tanjungpandan untuk tidak mudah menyetujui adanya kafe di lingkungan masing-masing. “Kita bersyukur, menurut informasi dari Pak Lurah tadi, di Kelurahan Lesungbatang ini tidak ada kafe. Dan kita harapkan jangan adalah,” tambah Warsito.

Selain sholat isya, sholat taraweh, sholat witir, dan silaturahmi, safari diisi dengan kegiatan tausiyah Ramadhan yang di sampaikan M Dahlan Husein, S.Ag. Hadir bersama jemaah, Lurah Lesungbatang Sanwani, S.STP, Kepala Lingkungan Idaman Sugiarto, Ketua RW 010 Mukhlis Mukti, dan Ketua RT 024 Ramli Rawie. (Syf)
Sumber: Kecamatan Tanjungpandan