Kamis, 23 Agustus 2012 12:01

INDAHNYA SILATURAHIM

      (MANGGAR), Bertanya tentang makna lebaran tentunya akan sangat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ada hal yang dinanti dan paling bermakna akan lebaran. Barangkali ada sebagian orang yang berkesan karena saat lebaran mendapatkan sejumlah bonus ataupun baju baru serta hidangan yang beraneka ragam. Terlepas dari fisikalitas tersebut, makna paling berkesan adalah moment silaturahim dan kesempatan serta waktu yang lebih luang agar dapat bertemu dengan sanak keluarga dan handai taulan serta sahabat lama.

      Kesibukan dan waktu yang terbatas serta impian meraih cita-cita memisahkan tiga orang sahabat karib, Rina, Vera dan Tina hingga 17 tahun lamanya semenjak lepas dari bangku SMA di satu-satunya sekolah negeri di Manggar. Masing-masing berangkat menuntut ilmu di kota dan pulau yang berbeda, Jawa dan Sumatra. Himpitan ekonomi keluarga membuatnya jarang pulang ke Belitung ketika masa kuliah dan hanya berfokus untuk menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin. Usai S1 mereka kembali disibukkan dengan pekerjaan dan urusan keluarga hingga singkat cerita baru dapat bertemu setelah 17 tahun kemudian, tepatnya di moment lebaran Idul Fitri 1433 H tahun ini.

       Pertemuannya berawal dari facebook sampai akhirnya memastikan diri untuk bertemu di Belitung dari tanah perantauan. Sukacita dan haru meledak-ledak teriring kenangan ketika masa kecil dan remaja dilalui bersama. Sirna sudah semua penat dan letih yang dirasakan. Yang ada hanya bahagia karena dapat bertemu. Kini, satu diantara mereka (vera)  telah berkeluarga dan dua lainnya eksis meniti karir. Perjalanan menjadi begitu singkat, pertemuan juga tampak singkat padahal moment menunggu pertemuan itu dirancang sejak berbulan-bulan lalu. Kangen yang tiada habis, tidak akan pernah usai jika dituruti. Namun luapan kegembiraan itu, pastinya akan menjadi sangat berarti ketika diubah menjadi energi positif untuk semangat dalam bekerja dan meretas masa depan gemilang.

      Rina, Vera dan Tina masing-masing berkarir dan memiliki profesi berbeda di daerah yang terpisah pula. Pastinya, karakter dan sifat mereka pun sangat berbeda. Namun indahnya silaturahim membuat mereka menjadi satu adanya, tangis harus meluap seketika saat jumpa pertama di Idul Fitri 1433 H.

      Sepenggal cerita tentang indahnya silaturahim mungkin juga dialami oleh banyak diantara kita, bahkan mungkin dalam kurun waktu yang sangat lama dan panjang. Merugilah orang yang memutuskan silaturahiim hanya karena salah paham dan pertengkaran. Karena tiada yang lebih indah dari jalinan persaudaraan yang terpaut erat. Vera, Rina dan Tina butuh waktu 17 tahun untuk kembali bertemu. Wajah remaja ABG yang dulu berubah menjadi perempuan dewasa, seorang ibu dan wanita karir. Gaya culun menjadi modis. Sepeda butut berganti roda empat nan mulus. Idul Fitri menjadikan mereka kembali satu. Sungguh kemuliaan Islam melalui Idul Fitri mengajarkan banyak kebaikan, bukan hanya upaya yang dinilai banyak kalangan sebagai puncak budaya konsumtif tapi lebih dari itu adalahnya indahnya silaturahim.***(Zakina)
Sumber: Zakina, S.Sos, M.Si