Kamis, 13 September 2012 12:14

BUPATI : HALAL BI HALAL SEBAGAI AJANG MEMPERERAT SILAHTURAHMI

Tanjungpandan---Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri, ujar Bupati Belitung Ir.H. Darmansyah Husein dalam sambutannya pada acara Halal Bi Halal Bupati/Wakil Bupati dan Forkominda Kabupaten Belitung di Rumah Adat Belitung (Kamis,13/09)

Halal Bi Halal ini bertujuan untuk mempererat silahturahmi dan saling bermaaf-maafan, untuk itu atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh Jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung mohon dibukakan pintu maaf kepada masyarakat Belitung atas kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja baik di Pemerintahan maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Sementara itu dalam tausyiah yang disampaikan H. Fahmi mengatakan Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri. Dosa yang paling sering dilakukan manusia adalah kesalahan terhadap sesamanya. Seorang manusia dapat memiliki rasa permusuhan, pertikaian, dan saling menyakiti. Idul Fitri merupakan momen penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok.

Acara Halal Bi Halal ini juga di hadiri Wakil Bupati Belitung, Ketua DPRD, Forkominda Kabupaten Belitung, Pimpinan BUMN, SKPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Ketua MUI, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta undangan lainnya. 

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung