Jum'at, 21 September 2012 03:51

BELITUNG MASA DEPAN (BAGIAN KEDUA)

     Belitung Masa depan juga akan terbangun melalui sektor  Kelautan dan Perikanan, potensi perikanan tangkap Kabupaten Belitung merupakan salah satu andalan dalam penyerapan tenaga kerja. Kabupaten Belitung memiliki potensi perikanan tangkap 636. 323 ha dan perikanan budidaya dengan potensi 11.157 ha. Data produksi perikanan tangkap dari tahun ke tahun masih menunjukkan peningkatan, seperti Tahun 2009 produksi perikanan tangkap 42.501 ton, Tahun 2010 dengan produksi 43.362 ton, sedangkan produksi perikanan budidaya pada Tahun 2009 mencapai 35.349 ton dan Tahun 2010 tercatat 90.238 ton. Di sisi lain dalam pemanfaatan potensi laut, Pemerintah Kabupaten Belitung telah membangun kerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah II Palembang, mulai mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Belitung, dengan rencana capaian produksi 322.000 ton. Kerja sama Pemerintah Kabupaten Belitung dan Bank Indonesia, dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, akses pasar dan daya saing komoditas rumput laut agar dapat menjadi salah satu komoditas unggulan bagi Kabupaten Belitung. Dengan dibukanya kran budidaya rumput laut ini, tentu diperlukan penyediaan perlengkapan penunjang yaitu; infrastruktur, sarana dan prasarana serta fasilitasi pelatihan sumber daya manusia Kabupaten Belitung sehingga memiliki kemampuan teknis dan keahlian dalam mengelola budidaya rumput laut.

     Sedangkan pada sektor Kepelabuhan perhatian difokuskan pada operasionalisasi Pelabuhan Tanjung Batu, memang terlihat adanya kejanggalan yang dipandang dapat menjadi hambatan dalam pelayanan /operasional Pelabuhan Tanjung Batu yaitu bentuk kelembagaan pengelola masih setingkat administrasi pelabuhan/ADPEL yang tidak seimbang dengan size pelabuhan. Menyangkut pelabuhan udara landasan pacu dengan panjang 2.200 m perlu diperpanjang menjadi minimal 2.500 m. Hal ini sangat diperlukan karena selama ini landasan pacu selalu dikambinghitamkan sebagai salah satu penyumbang tidak sehatnya harga tiket pesawat yang tidak sepadan dengan jarak dan lama tempuh penerbangan. Harga Eceran Tertinggi/HET yang ditetapkan Pemerintah adalah faktor utama bagi maskapai penerbangan memperlakukan harga tiket pesawat sekehendaknya.     
    

Sumber: Catatan Harian, Drs. Abdul Fatah, M.Si selaku Sekda Kabupaten Belitung