Senin, 26 November 2012 12:13

Pembukaan Pameran Cagar Budaya oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Jambi Wilayah Indonesia di Kabupaten Belitung

Tanjungpandan === Pastinya, kita pahami bersama bahwa cagar budaya (cultural heritage) adalah kegiatan untuk menjaga atau melakukan konservasi terhadap benda-benda alam atau buatan manusia yang dianggap memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 maka di Indonesia, benda cagar budaya harus berumur sekurang-kurangnya 50 tahun, ujar Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab. Belitung Ir.Arpani.

Benda cagar budaya tidak hanya penting bagi disiplin ilmu arkeologi, tetapi terdapat berbagai disiplin yang dapat melakukan analisis terhadapnya, antropologi misalnya secara detail mengkaji kaitan antara benda cagar budaya dengan kebudayaan sekarang, ujar Arpani

Lebih lanjut, benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah secara universal, karena itu hendaknya setiap daerah untuk dapat lebih serius dan komit melestarikan cagar budaya dan tempat-tempat bersejarah. Dengan demikian, kearifan lokal serta nilai-nilai sejarah yang ada dapat terus terjaga dengan baik.

Sementara itu kurangnya kesadaran akan arti penting cagar budaya menjadi kendala utama dalam konservasi budaya. Padahal seyogyanya pembangunan pada beberapa skala prioritas dapat sinergis, saling menunjang dan menopang sehingga menjadi satu kesatuan dengan pelestarian bangunan dan tempat-tempat bersejarah, karena dari sinilah awal muncul serta berkembangnya peradaban.

Acara ini dihadiri oleh Drs. Winston Samdauglas Mambo (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jambi dan rombongan, Danlanud Tanjungpandan, Ketua Komisi I & III DPRD Belitung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung, serta undangan lainnya.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung