Jum'at, 11 Januari 2013 12:46

BELITUNG MASA DEPAN (Bagian Ketiga)

     Setiap orang memiliki impian, harapan, dan cita-cita untuk menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya. Yang merasa tertinggal mesti belajar keras agar maju bersama. Yang belum memiliki sesuatu akan bekerja keras agar mampu membeli apa yang diidamkannya secara fisik-material. Yang belum bekerja akan mencari lowongan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, kompetensi serta kapasitas yang dimiliki. Apapun itu, menggagas apa yang akan dilaksanakan dan dimiliki untuk masa depan, pastinya syarat paling utama agar tercapai semua keinginan tersebut adalah harus sehat dahulu.
    
     Bandingkan dua kondisi ini. Ketika bangun pagi dengan vitalitas utuh, segar bugar setelah tertidur lelap, naluriah insani untuk senantiasa semangat. Kita menjadi begitu semangat menyongsong hari untuk belajar dan bekerja serta melakukan  bebegari aktivitas di sepanjang hari. Senyum merekah di sudut bibir, putera-puteri berangkat ke sekolah menuntut ilmu, ayah-ibu berangkat ke tempat kerja mencari nafkah dan menjalani profesinya. Rasakan segarnya udara di pagi hari, embun basahi rerumputan dan meluap kembali tersengat matahari.
    
     Ironisnya, suatu waktu ketika bangun pagi, mata tak nampak berbinar indah, muka pucat pasi meski sudah tertidur di sepanjang malam, tiada senyum karena merasa nyeri di sebagian atau bahkan di sekujur tubuh, pikiran menjadi sangat mumet. Itu karena sakit pastinya, sakit fisik atau mungkin mental karena terganjal suatu masalah yang dirasa teramat berat. Sehat dan sakit, dua kondisi yang jika diharuskan memilih maka kita akan memilih sehat tentunya.
   
     Sehat adalah jaminan mutu untuk kehidupan lebih baik di masa depan. Dengan sehat, apapun makanan dan minumannya akan terasa nikmat, bukan hanya minuman berlabel tertentu seperti dalam iklan terkenal. Nikmati sehat sebelum sakit, akibatnya banyak dari kita yang lalai untuk memperhatikan pola hidup demi kesehatan.  Banyak orang di dunia ini adalah mencari kekayaan. Mereka menghabiskan jam kerja sehari-hari, komitmen untuk pekerjaan mereka, yang bertujuan untuk promosi dan membayar-bangkit dari pekerjaan mereka. Pengusaha dan orang-orang bisnis, juga memiliki tujuan umum menghasilkan lebih banyak uang, selalu memikirkan bagaimana mendapatkan lebih banyak uang. Tidak diragukan lagi uang penting, namun kesehatan Anda adalah jauh lebih penting.
     
     Setiap hari, kemampuan Anda untuk pergi bekerja-bangun pagi-pagi dan mampu mempunyai drive untuk bekerja, adalah semua karena kesehatan yang baik Anda. Tanpa tubuh yang sehat, Anda bahkan tidak punya potensi penghasilan! Bila kesehatan Anda beresiko, Anda berada dalam sakit, apakah Anda pikir Anda bisa mendapatkan uang itu? Apakah Anda pikir Anda dapat bekerja dengan drive dan energi seperti ketika Anda berada dalam kesehatan yang normal? Apakah Anda pikir Anda dapat menahan sakit - menghemat uang dan tidak perlu ke dokter. Kesehatan kita adalah “segala sesuatu kita” untuk .
untuk melakukan fungsi hidup sehari-hari.
   
    Pemerintah Kabupaten Belitung menyadari betul akan arti sehat bagi masyarakatnya. Karena itu, pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan pemulihan dan rehabilitasi sejak dalam kandungan sampai usia lanjut. Selain itu, pembangunan bidang kesehatan juga diarahkan untuk meningkatkan dan memelihara mutu lembaga pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan, dan sarana prasarana dalam bidang medis, termasuk ketersediaan obat yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
   
       Dalam kerangka desentralisasi, pembangunan bidang kesehatan ditujukan untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang kesehatan yang berlandaskan prakarsa dan aspirasi masyarakat dengan cara memberdayakan, menghimpun dan mengoptimalkan potensi daerah untuk kepentingan daerah dan prioritas nasional dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Untuk itu, Belitung terus bertekad mewujudkan “Belitung Sehat”  bagi terwujudnya Indonesia Sehat di masa depan. Belitung  masa depan harus terbangun dari situasi serta kondisi masyarakat yang sehat.

Angka Kematian Bayi, Balita dan Ibu  serta Angka Harapan Hidup di Kabupaten Belitung

      Profil Kesehatan kabupaten Belitung Tahun 2011 menyatakan tentang situasi derajat kesehatan Kabupaten Belitung Tahun 2011 yang mencakup indikator-indikator Indonesia Sehat  yang dikelompokkan dalam indikator Derajat Kesehatan yang merupakan hasil akhir, yang terdiri atas indikator mortalitas, morbiditas, status gizi, keadaan lingkungan, perilaku hidup masyarakat, askes dan mutu pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, sumber daya kesehatan, manajemen kesehatan dan kontribusi sektor terkait. Angka Kematian Bayi (AKB) atau Infrant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi di bawah usia satu tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup. Angka ini merupakan indikator yang sensitif terhadap ketersediaan, pemanfaatan dan kualitas pelayanan kesehatan terutama pelayanan perinatal. Selain itu, AKB juga berhubungan dengan pendapatan keluarga, pendidikan ibu dan keadaan gizi keluarga. Angka Kematian Bayi di Kabupaten Belitung Tahun 2011 dimana terlihat dari jumlah kematian bayi sebanyak 54 bayi dengan angka 17,8% dari target 37% berarti dibawah target yang menandakan bahwa tingkat kematian bayi di Kabupaten belitung masih di bawah target dan berarti masih tergolong baik.

      Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran adalah kematian yang terjadi pada anak sebelum mencapai usia lima tahun dibandingkan dengan jumlah kelahiran hidup, yaitu dari 57 kematian balita dibandingkan jumlah kelahiran hidup 3.029 didapat angka 18,8 dari target nasional 44% yang menunjukkan bahwa Kabupaten Belitung masih adalah kategori baik dibawah target.

      Angka Kematian Ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas dibandingkan dengan jumlah kelahiran hidup. Di Kabupaten Belitung kematian ibu Tahun 2011 sebanyak 3 (tiga0 orang. Jumlah ini berguna untuk menggambarkan bahwa status gizi dan kesehatan Ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk Ibu pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas telah mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.

      Umur Harapan Hidup digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan kesehatan fisik, mental, sosial, dan ekonomi suatu bangsa dan juga dapat digunakan untuk melihat tingkat kelangsungan hidup penduduk. Angka Harapan Hidup Tahun 2011 adalah 72 tahun.  Di Kabupaten Belitung Angka Harapan Hidup mencapai 74 tahun, diatas standar yang ditetapkan nasional. Dimungkinkan terjadi karena menurunnya angka kesakitan penduduk dan tersedianya sarana Puskesmas yang cukup memadai di Kabupaten Belitung serta membaiknya situasi gizi masyarakat secara luas. Untuk Kabupaten Belitung tahun 2011 tidak terdapat balita penderita gizi buruk dan 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Belitung dinyatakan bebas rawan gizi.

      Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya kesehatan dengan menerapkan kriteria standar pelayanan minimal sebagai berikut:
1. Merupakan pelayanan yang langsung dirasakan oleh masyarakat;
2. Merupakan prioritas tinggi bagi pemerintah daerah karena melindungi hak-hak konstitusional perorangan dan masyarakat untuk melindungi kepentingan nasional dan memenuhi komitmen nasional dan global serta merupakan penyebab utama kematian/kesakitan;
3. Berorientasi pada output yang langsung dirasakan masyarakat;
4. Dilaksanakan secara terus-menerus, terukur dan dapat dikerjakan.

Situasi  Sumber Daya Kesehatan di Kabupaten Belitung

      Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap ketersediaan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau Tahun 2011. Jumlah Puskesmas sejumlah 9 Puskesmas, yaitu Puskesmas Tanjungpandan, Air Saga, Perawas, Badau, Sijuk, Tanjung Binga, Membalong, Simpang Rusa, dan Selat Nasik. 7 (tujuh) puskesmas non perawatan dan 2 (dua) puskesmas dengan perawatan.

      Persentase penduduk yang memanfaatkan puskesmas adalah penduduk yang datang berkunjung ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif). Di kabupaten Belitung Tahun 2011 terdapat beberapa kelompok masyarakat yang mempergunakan puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan yaitu Askes sosial/askeskin, Jamsostek dan JKMB (jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung). Kunjungan di puskemas sebanyak 134.894 orang dari total jumlah pendududk 155.924 orang atau sekitar 87%. Belitung memiliki Rumah Sakit Umum Daerah, yang mana pelayanan rawat inap Tahun 2011 dengan jumlah tempat tidur 150 buah dengan jumlah pasien sebanyak 11.471 orang. Dengan rincian pasien hidup 11.077 orang dan 394 orang pasien meninggal. Total terdapat 38.284 hari perawatan selama Tahun 2011. Belitung juga terus berupaya menyediakan tenaga kesehatan bagi terwujudnya Belitung Sehat dan sebagai salah satu indikator yang termasuk dalam sumber daya kesehatan adalah rasio dokter per 100.000 penduduk.

      Pastinya, dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat, dibutuhkan kerjasama yang kokoh mulai dari tenaga kesehatan sampai ke penentu kebijakan sehingga apa yang telah ditargetkan dapat terlaksana dan menjadi tolak ukur keberhasilan di bidang kesehatan.

Askes sosial/askeskin, Jamsostek, Jamkesmas, dan JKMB (jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung)

   Secara umum, kebijakan pembangunan di bidang kesehatan berupaya untuk menggerakkan pembangunan daerah kabupaten berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung (JKMB). Dengan programnya meliputi: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, pencegahan dan pengendalian penyakit penyehatan lingkungan, penyediaan obat dan pembekalan kesehatan, pengawasan makanan dan minuman, serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

   Pemerintah telah menganggarkan dana yang cukup besar di bidang pelayanan kesehatan guna terjaminnya hidup sehat. Selanjutnya Bupati belitung telah menetapkan Keputusan Bupati Belitung Nomor: 188.45/008/KEP/DINKES/2011 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Kabupaten Belitung. Peserta jamkesmas adalah masyarakat miskin di Kabupaten Belitung, sebanyak 20.495 jiwa dengan rincian jumlah di setiap kecamatan sebagai berikut:
1. Kecamatan Tanjungpandan sebanyak 14.050 jiwa
2. Kecamatan Sijuk sebanyak 2.038 jiwa
3. Kecamatan Membalong sebanyak 1.804 jiwa
4. Kecamatan Badau sebanyak 1.757 jiwa
5. Kecamatan Selat Nasik sebanyak 846 jiwa

   Segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Belitung peserta Jamkesmas dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengganggarkan sejumlah dana bagi masyarakat Belitung secara luas melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Belitung.  untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya secara adil, efektif dan efisien, maka prinsip dari semua layanan kesehatan ini mengacu pada 3 hal. yaitu:
1. Prinsip pelayanan yang menyeluruh (komprehensif);
2. Prinsip pelayanan terstruktur dan berjenjang; dan
3. Prinsip pelayanan kesehatan transparansi dan akuntabel.

   Dengan komitmen yang teraktualisasi dalam program tersebut, kiranya sangat nyata Belitung masa depan akan semakin sehat. Sekali lagi, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadi sehat, berobat jika merasa sakit dan menjaga kesehatan sebelum sakit. Syarat dan tata cara mendapat layanan kesehatan juga tidak membutuhkan prosedur berbelit cukup dengan memiliki kartu keluarga dan Kartu Identitas Penduduk Belitung.****
Sumber: Catatan Harian Drs, Abdul Fatah selaku Sekretarias Daerah Kabupaten Belitung