Sabtu, 2 Februari 2013 01:05

Bupati Belitung Resmikan Jembatan Sungai Padang

JEMBATAN Sungai Padang diresmikan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Belitung Ir. H. Darmansyah Husein yang disaksikan Wakil Gubernur Propinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Rustam Effendi, seluruh pejabat dan undangan, Kamis (31/1).

Jembatan Sungai Padang ini menghubungkan wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur (Beltim), tepatnya Desa Sungai Padang (Kabupaten Belitung) dan Desa Cendil (Kabupaten Beltim). Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belitung Hasanuddin mengemukakan, pembangunan jembatan Sungai Padang selesai pada tanggal 6 Desember 2012, lebih cepat dari waktu pelaksanaan yang berakhir pada tanggal 10 Desember 2012.

Adapun kontrak pelaksanaannya adalah PT. Bangka Cakra Karya dengan nilai kontrak Rp.38.481.567.000, yakni 50 persen APBD Provinsi Babel dan 50 persen APBD Kabupaten Belitung. Sedangkan waktu pelaksanaannya selama 16 bulan (480 hari kalender). “Pembangunan jembatan ini diharapkan selain untuk melancarkan akses transportasi masyarakat, juga menjadi salah satu ikon Belitung. Dan diharapkan pula dapat meningkatkan kunjungn wisata ke Sungai Padang. Misalnya ke Pantai Batu bedil dan Pantai Munsang,” kata Hasanuddin dalam sambutannya.

Hasanuddin mengemukakan untuk akses ke Beltim diperlukan jalan sepanjang 6 kilometer. Tahun 2012 sudah di aspal 2 kilometer dengan lebar 7 meter dengan anggaran Rp.3.491.439.000 dari APBD Kabupaten Belitung yang dilaksanakan PT Peduli Bangsa. “Kita mengaspalnya 600 meter dulu karena persoalannya di depannya masuk hutan produksi. Tadi informasi dari Bappeda Provinsi Babel bahwa RTRW kita sudah disetujui. Berarti mudah-mudahan yang tadinya masuk hutan produksi sudah keluar. Kita keluarkan di sini. Jadi berarti kita sudah bisa menyambung aspal ke arah Beltim,” kata Hasanuddin kepada Pos Belitung usai peresmian.

Tahun 2013 ini juga telah diprogramkan peningkatan jalan (pengaspalan hotmix) di RT 01 yang terletak di seberang jembatan. Jalan tersebut juga merupakan jalan menuju Pantai Batu Bedil. Selain itu juga akan ada pembuatan DED (Detail Engineering Design) tempat rekreasi di sekitar jembatan Sungai Padang, serta wisata hutan mangrove.

Bupati Belitung H Darmansyah Husein dalam sambutannya mengemukakan peresmian jembatan Sungai Padang ini bukan sekedar peresmian sebuah jembatan, melainkan peresmian sesuatu yang lebih besar bagi pengembangan Belitung di masa depan. Jembatan Sungai Padang ini terletak di bagian utara dari dua kabupaten. Di Kabupaten Belitung, bagian utara adalah koridor pariwisata. Koridor pariwisata Kabupaten Belitung dimulai dari Tanjungpendam. “Titik fokus paling ujung untuk koridor pariwisata adalah Jembatan Sungai Padang. Makanya sekitar Jembatan Sungai Padang akan dikembangkan sebagai kawasan wisata,” kata Bupati dalam sambutannya.

Jembatan Sungai Padang, kata Bupati, memang dibuat agak mahal dan indah serta diharapkan tidak terjadi seperti Jembatan Kutai Kartanegara yang ambruk beberapa waktu lalu. “Dibuat melengkung supaya indah. Dan bentangan 95 meter itu non standar. Karena standar umum itu 50 meter. Dibuat indah karena harus menjadi unsur pariwisata di sini,” kata Bupati sambil mengucapkan terimakasih kepada Wagub yang telah mendukung memberikan kontribusi untuk anggaran provinsi.

Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Rustam Effendi dalam sambutannya berharap dengan diresmikannya Jembatan Sungai Padang ini maka aktivitas ekonomi masyarakat akan meningkat. “Sehingga manfaat multi sektor bisa dirasakan masyarakat,” kata Wagub.

Peresmian dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Andi Saparudin Lanna, Wakil Bupati Belitung H. Sahani Saleh, Sekda Kabupaten Beltim Talafudin, Sekda Kabupaten Belitung H. Abdul Fatah, serta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemkab Belitung, sejumlah kepala dinas di Pemprov Babel, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, dan sebagainya. (adv/vid)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung