Jum'at, 26 April 2013 01:18

WORKSHOP PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL INDONESIA DI KABUPATEN BELITUNG

Tanjungpandan, Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) menyelenggarakan Kegiatan Workshop Pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI), bertempat di Hotel Grand Hatika Tanjungpandan, Kamis (25/4).

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Drs. H. Abdul Fatah, M.Si hadir mewakili Bupati Belitung, sekaligus memberikan sambutan singkat terkait banyaknya pelaku usaha di Kabupaten Belitung yang membutuhkan standarisasi pada setiap produk yang dihasilkan, seperti produk dari sektor Pertambangan yaitu kaolin dan timah yang akan go public ke luar negeri. Tentunya produk tersebut, memerlukan standarisasi untuk jaminan terhadap kualitas dari produk tersebut. Selain itu, Abdul Fatah mengatakan bahwa produk-produk dari sektor Industri/ UKM yang siap pakai dan sektor perikanan seperti kerupuk, ikan asing juga memerlukan standarisasi, agar daya jual produk bisa ditingkatkan.

Lebih lanjut, salah satu hambatan yang dihadapi oleh Kabupaten Belitung dalam penerapan SNI yaitu kurangnya informasi dari pelaku standarisasi nasional terhadap pelaku usaha di daerah sosialisasi terhadap manfaat dari penggunaan SNI dan Abdul Fatah berharap agar kedepan, Disperindagkop Kabupaten Belitung dapat memfungsikan peranannya dan merencanakan langkah-langkah  dalam penerapan standarisasi produk-produk hasil usaha.

Diakhir sambutan, Abdul Fatah mewakili Pemerintah Kabupaten Belitung memberikan apresiasi kepada Badan Standardisasi Nasional Indonesia yang telah melaksanakan kegiatan Workshop Pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kabupaten Belitung dan semoga tujuan dari pelaksanaan kegiatan bisa tercapai dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi bidang Penelitian dan Kerjasama Standarisasi Ir. Teungku A.R Hanafiah, M.Sc memberikan sambutan bahwa dalam era perdagangan bebas aspek standardisasi memegang peranan yang sangat penting, sebab melalui standar kita dapat mengatur pertahanan arus barang (non tarif  barier) dan melalui harmonisasi standar kita dapat meningkatkan daya saing. Selain itu, beberapa program telah diluncurkan seperti Gerakan Nasional Penerapan SNI (GENAP) atau adanya Program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang bertujuan untuk mendorong perekonomian Indonesia menjadi Negara maju yang semakin diakui masyarakat dunia, melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Program MP3EI menitik beratkan pada percepatan transformasi ekonomi dengan pendekatan peningkatan nilai tambah (added value), mendorong investasi, mengintegrasikan sektoral dan regional, serta memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai kebutuhannya. Salah satu koridor ekonomi MP3EI adalah sumatera dengan kegiatan ekonomi utama di bidang hasil bumi, untuk menjadi sentra produksi, pengolahan hasil bumi, dan lumbung energi. Maka, dalam rangka mendukung Program Pemerintah tersebut, Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) selaku lembaga non Kementerian yang bertanggungjawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, berkewajiban turut serta berkontribusi dalam pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI), dengan menyediakan dan menghasilkan SNI yang berkualitas, baik dari segi substansi maupun performance dari dokumen SNI, Jelas Teungku A.R Hanafiah.
Sumber: Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN)