Rabu, 17 September 2008 03:16

5901 Rumah Tangga Miskin Menerima Paket Sembako

Tanjungpandan (WP),   Meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok menyusul  rendahnya daya beli masyarakat telah mengundang kepedulian pemerintah, kalangan usaha hingga politikus.  Pembagian paket sembako murah dianggap upaya jangka pendek mengangkat ketidakberdayaan masyarakat melawan pasar meski terkadang  tujuan dan maksud bisa beragam. Pada bulan September ini, BLT-RTS Tahap II dibagikan melalui melalui PT. Pos dan Giro kepada 1.829 RTS (Tahap I sebanyak 157 RTS) dengan total dana yang dibayarkan Rp. 778.700.000 yang direncanakan dari bulan September-Oktober 2008.

Peneriman Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp.400.000 per RTS untuk Tahap II  ini dimanfaatkan beragam oleh penerima. Sebagian ada yang menerima lebih tambahan dari BLT Tahap I yang tidak sempat diterima karena alasan belum selesainya proses verifikasi pada BLT Tahap I.

Uang dan sembako murah yang dibagikan saat puasa seperti ini tentu berate apalagi daya beli masyarakat miskin semakin terpuruk.  Sebagaimana tertuang dalam Program Pembangunan Daerah (Propeda) Tahun 2005-2009, kebijakan pembangunan di daerah ini diarahkan untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Belitung yang maju, mandiri dan sejahtera antara lain dengan melaksanakan  program strategis di bidang kesejahteraan sosial, berupa Bantuan Rumah Layak Huni, Jaminan Kesehatan Belitung (JBK), dan Pendidikan Gratis sampai ke tingkat SLTA yang diresmikan pada bulan Maret yang lalu.

“Namun, kenyataannya sampai saat ini masih terdapat masyarakat yang tergolong miskin, ini menunjukkan bahwa upaya menciptakan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera, memerlukan waktu dan tahapan” ujar Penjabat Bupati belitung, Haryono Moelyo,SE,MA dalam sambutan Penyerahan Paket Bantuan Sembako kepada Rumah Tangga Miskin Se-Kabupaten Belitung di Gedung Nasional seperti yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Rabu (17/9).  “Hal ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah  “ kata Kadin Perindagkop MZ.Hendra Caya,SE,MSi.

Apa yang terjadi pada kasus meninggalnya 21 lansia di Pasuruan, membuat Panitia pembagian paket sembako lebih berhati-hati, sejumlah personal Polres Belitung ditempatkan mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi selain Enam kepala desa tampak ikut membantu warganya. Sebagian besar penerima paket sembako merupakan usia lanjut. Dua kakek, Denan (62)  dan Reman (61) menyadari saling desak-desakan justru akan menimbulkan banyak masalah. Menurut Kades Air Saga Elisnawati, data penerima sembako berasal dari hasil pendataan perangkat desa sesuai yang disampaikan Ketua RT, namun ada warga yang menerima BLT tidak terdapftar sebagai penerima sembako seperti Hasan Basri, warga yang tinggal dialan Pak Tahau ini bersyukur karena panitia akhirnya mendaftarkan dirinya sebagai penerima paket sembako yang berisi 3,5 kg, 1 kg gula pasir, 1 minyak goring dan 5 bungkus indomie. Hasan Basri (68) adalah ayah dari 18 anak,  10 anaknya kini masih menjadi tanggungan kakek yang pernah bekerja sebagai buruh di pelabuhan ini. Basri, yang berasal dari padang, Sumbar merantau ke Belitung pada tahun 60-an “ yang bungsu berusia 4 tahun, Alhamdulillah kakak-kaknya bisa bersekolah karena beasiswa yang diberikan pemerintah. Jika Basri datang dengan bersepada, sebagian besar penerima sembako menumpang dan diantar ke tempat pembagian. Sesakali mereka berhenti, menyeka keringat dan mengumpulkan tenaga, membawa paket sembako agar bisa dinikmati bersama keluarga.

Pembagian paket sembako dijadwalkan mulai tanggal 17 hingga 24 September 2008. Pembagian sembako di Tanjungpandan pada tanggal 17 hingga 19 September  (3186 RTM), Selat Nasik tanggal 20 September (382 RTM). Membalong tanggal 22 September ( 915 RTM), Sijuk tanggal 23 September (818 RTM) dan Badau tanggal 24  September (600 RTM). Total Rumah Tangga Miskin penerima paket sembako adalah 5.901 (fithrorozi).
Sumber: