Jum'at, 12 Juli 2013 14:54

KANTOR BAHASA PROVINSI BABEL GELAR SOSIALISASI UU NOMOR 24 TAHUN 2009

Tanjungpandan, Sebagai upaya pemasyarakatan pemakaian bahasa Indonesia untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia sebagai jati diri dan identitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang berlangsung pada Kamis, (11/7) di Hotel Bahamas Tanjungpandan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung, Drs.Rafeli dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Umar Solihin, M.Hum, para peserta terdiri dari; para Kepala Sekolah dan Guru, para budayawan, oraganisasi masyarakat, organisasi pemuda dan undangan lainnya.

UU Nomor 24 Tahun 2009 yang telah disahkan sejak tanggal 9 Juli 2009 lalu, pada umumnya memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang pada pokoknya mengatur tentang praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan berikut ketentuan-ketentuan pidananya.

Setidaknya terdapat tiga tujuan dibentuknya UU Nomor 24 Tahun 2009 ini adalah, untuk  memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menciptakan ketertiban, kepastian, dan standarisasi penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

Undang-Undang ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah terkait dengan praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, mengatur tentang berbagai hal terkait dengan penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, termasuk di dalamnya diatur tentang ketentuan pidana bagi siapa saja yang secara sengaja melanggar ketentuan yang terdapat di dalam undang-undang tersebut.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlunya bersikap positif terhadap bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan, menggugah masyarakat agar bersikap lebih peduli pada pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa Indonesia sehingga lahir sikap bangga berbahasa Indonesia. (dika)
Sumber: Kantor Bahasa Propinsi Kepulauan Bangka Belitung