Selasa, 20 Agustus 2013 20:59

Rapat Paripurna Istimewa IV Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Tanjungpandan --- Pada Jum’at (16/8) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belitung menggelar acara Rapat Paripurna Istimewa untuk mendengarkan bersama pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung, H. Sahani Saleh S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Drs. H. Abdul Fatah M.Si, Unsur Forkominda Kabupaten Belitung, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Asisten 1 Setda Bidang Pemerintahan, Hj. B. Maiya Hasibuan, SH, Staf Ahli, Kepala Dinas/Instansi di lingkungan Pemkab Belitung, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi wanita, insan pers serta undangan lainnya.

Sejak pukul 09.00 WIB ruangan Rapat DPRD Kabupaten Belitung sudah dihadiri  segenap tamu undangan yang hendak mendengarkan pidato SBY bersama-sama. Saat pidato dimulai, suasana begitu khidmat. Semua tertuju pada layar proyektor, dimana siaran pidato Kenegaraan Presiden RI berlangsung secara live di hadapan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daearah (DPD) di Gedung DPR/MPR.

Sidang bersama kali ini dipimpin oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman dengan dihadiri Ketua DPR RI, Marzuki Ali, Wakil Presiden, Boediono, para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, mantan Presiden, BJ Habibie, mantan Wakil Presiden, Hamzah Haz dan Jusuf Kalla serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam Pidatonya, Presiden SBY menekankan 5 point penting, diantaranya; terkait toleransi umat beragama, Presiden mengajak para ulama dan tokoh agama untuk saling menghormati untuk mencegah konflik antar umat beragama. Ia minta ulama aktif juga mengajarkan toleransi di sekolah-sekolah.

Selanjutnya terkait konflik di mesir, suriah, dan palestina, Presiden menganggapap persoalan di Mesir tak mudah. Menurutnya, konflik militer dan kontak senjata di negara itu bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kemanusiaan. "Apa yang dihadapi Mesir rrk tidak mudah. Tetapi, tetap ada jalan keluar apabila mau kompromi," ujar SBY.

Untuk konflik di Suriah, Presiden menyatakan bahwa Indonesia telah berbicara dengan Sekjen PBB, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis. Lalu soal Palestina, Indonesia bersikap untuk mendorong untuk bisa meraih hak merdeka dan berdaulat.

Menyangkut kedaulatan wilayah Indonesia, Presiden SBY menyatakan Aceh dan Papua adalah bagian wilayah yang tak terpisahkan dari Indonesia. Aceh diminta meninggalkan konflik masa lalunya dan menatap masa depan. Sedangkan untuk Papua, pemerintah sedang melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif. SBY meminta pihak-pihak di dalam negeri dan luar negeri untuk menghargai kedaulatan Indonesia. Dengan tegas SBY meminta kepada luar negeri untuk tidak memprovokasi kedaulatan di kedua wilayah itu.

Untuk persoalan perekonomian Indonesia, Presiden SBY menyatakan perekonomian Indonesia didukung dengan semakin baiknya iklim dunia usaha, stabilitas politik dan keamanan. Menurut SBY perlu prinsip hati-hati dalam mengelola ekonomi, itu tercermin komitmen dalam menjaga kesehatan fiskal. “Penerimaan negara akan terus ditingkatkan, belanja semakin terkendali, serta defisit fiskal terjaga di bawah 3%,” katanya.

Selanjutnya SBY juga menyinggung tentang Pemilu 2014. Ia menyatakan pentingnya komitmen semua elit politik untuk berkompetisi secara sehat. “Komitmen pada nilai dan etika demokrasi, penting untuk mencegah kompetisi politik yang berakhir dengan konflik kekerasan.”Presiden juga menyatakan siap untuk membangun komunikasi dengan pemimpin atau presiden terpilih.

Sidang bersama DPR-DPD ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pasal 199 ayat (5) dan Pasal 268 ayat (5). Pasal 199 ayat (5) dan Pasal 268 ayat (5) UU 27/2009 menyatakan, sebelum pembukaan tahun sidang, anggota DPR dan anggota DPD mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam sidang bersama yang diselenggarakan bergantian oleh DPR atau DPD.

Selain itu, pada pukul 14.30 WIB Presiden juga menyampaikan pidato Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2014 disertai nota keuangan dalam sidang bersama DPR/DPD RI.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung