Kamis, 6 November 2014 00:00

ACARA PEMBUKAAN PELATIHAN GURU TPA LEVEL B SE-KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2014

Tanjungpandan – Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S. Sos yang diwakili oleh  Asisten II Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Arpani menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Pelatihan Guru TPA Level B  se-Kabupaten Belitung Tahun 2014, Kamis (06/11) 2014, bertempat di Kantor Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Belitung. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama delapan hari dari tanggal 06-14 Nopember 2014. Peserta yang mengikuti Kegiatan Pelatihan Ustadz/Ustadzah TPA Level B se-Kabupaten Belitung  ini berjumlah 40 orang yang berasal dari 40 TPA yang ada di Kabupaten Belitung.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Miftahul Fauzan dalam laporannya mengatakan Kegiatan Pelatihan ustad/ustadzah TPA level B se-Kabupaten Belitung ini dilaksanakan didasarkan pada program kerja tahunan LPTQ Kabupaten Belitung. Selain itu pelatihan ini juga merupakan salah satu program kerja Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA-BKPRMI) Kabupaten Belitung yang selalu bekerjasama dan berkoordinasi dengan LPTQ Kabupaten Belitung.

 

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat terwujud generasi Qur’ani sesuai dengan motto LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Belitung, yaitu menciptakan generasi Qur’ani menyosong masa depan gemilang. Serta dapat memberikan pengetahuan yang mendasar kepada para guru TPA di Kabupaten Belitung tentang materi-materi TPA level B yang nantinya akan diajarkan kepada santri di TPA masing-masing” ujar Fauzan.

 

Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S. Sos yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten II Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Belitung, Ir. Arpani dalam sambutannya mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) merupakan tempat indah dan nyaman. Oleh karena itu proses belajar pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) harus mampu mencerminkan dan menciptakan iklim yang indah, nyaman dan menyenangkan.

 

“Seorang pengajar atau guru TPA yang baik, harus bisa memahami sifat santri atau sifat peserta didiknya dengan baik pula. Seorang pengajar juga diharapkan dapat mencerminkan suasana kondusif bagi para santrinya, seperti mengajak mereka bercerita, bernyanyi dan lainnya. Selain itu pengajar juga diharuskan memiliki kemampuan dan kredibilitas tinggi. Seperti bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, menguasai materi, berakhlakul karimah (perilaku baik) dan lainnya” ujar Arpani.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, penyebab turunnya kemampuan remaja Islam dalam membaca Al-Qur’an yaitu, menurunnya kualitas pengajaran Al-Qur’an di Masjid, tidak adanya metode pengajaran yang stabil, terbatasnya jam pelajaran pendidikan Islam di sekolah, pengaruh acara televisi dan lainnya. “Melalui kesempatan yang baik ini, saya juga menitipkan anak-anak generasi muda Belitung untuk sama-sama kita didik. Mari Kita saling bersinergi membangun generasi yang berakhlakul karimah. Generasi sekarang dan dimasa yang akan datang akan terus membutuhkan uluran tangan, peran serta, kepedulian dan tanggungjawab kita semua untuk membentuk suatu karakter anak bangsa yang beragama ke arah yang lebih baik lagi” lanjut Arpani.

 

Hadir dalam acara ini Kabag Humas Setda Kabupaten Belitung, Kabag Kesra Setda Kabupaten Belitung, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Belitung, Ketua LPTQ Kabupaten Belitung, Ketua MUI Kabupaten Belitung, Ketua DMI Kabupaten Belitung, Ketua Umum BKPRMI Kabupaten Belitung beserta tamu undangan lainnya.  

 

Sumber: LPTQ Kabupaten Belitung