Sabtu, 13 Desember 2014 09:00

Dua Menteri Hadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Sumatera

Tanjungpandan –  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Andrinof Chaniago Dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menghadiri Musyawarah Rencana  Pembangunan (Musrenbang)   wilayah Sumatera, yang dilaksanakan di Kabupaten Belitung , Sabtu (13/12), bertempat di Gedung Serbaguna Tanjungpandan.

 

Pada hari sebelumnya Menteri PPN, Andrinof A. Chaniago setibanya di Pulau Belitung telah meninjau kawasan industri yang terletak di desa Pegantungan Suge Kecamatan Badau. Ia meninjau lokasi pelabuhan Tanjung Batu yang belum beroperasi terkait belum adanya serah terima dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. Kemudian ia meninjau pembangunan  PLTU yang mana saat kedatangannya di PLTU ada pengerjaan berat sehingga rombongan tidak diizinkan masuk oleh  petugas.  Peninjauan tersebut membawa angin segar akan beroperasinya pelabuhan Tanjung Batu yang sudah lama terbengkalai dan percepatan pembangunan di Kabupaten Belitung.

 

Pada pelaksanaan Musrenbang, kedua Menteri  banyak mendapat pertanyaan serta masukan dari peserta yang merupakan Walikota atau Bupati se-Sumatera terkait pembangunan dan kebijakan Pemerintah Pusat kedepan. Diantaranya, ketersediaan sumber energi yang belum mampu untuk menunjang berbagai sektor di Bangka Belitung dan lain sebagainya. Menyangkut pulau Belitung Andrinof A. Chaniago mengatakan “  Sektor pariwisata Belitung memang menjanjikan untuk dikembangkan, keindahan alamnya sangat luar bisa, selain aman dan jaraknya cukup dekat dari Jakarta. Manfaatkanlah potensi yang ada di Kabupaten Belitung ini dan tetap sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang perlu digarap sebaik - baiknya. Promosi tetap  harus gencar, saya mikirnya sederhana , promosikanlah ke negara tetangga misalnya Malaysia dan Singapura plus Batam. Promosi di Belitung cukup di Kuala Lumpur, Singapura dan Batam bisa dapat satu juta wisatawan. Meskipun dalam waktu dekat tidak akan langsung satu juta. Mulai dari 100 juta, 500 ribu hingga satu juta. Tapi ini langkah nyata  meskipun tergantung komiten pemerintah juga “.

 

Sementara itu Menteri pariwisata, Arief Yahya mengatakan “ Belitung cocok dibandingkan dengan Maldives (Negara Kepulauan Maladewa), yang berpenduduk sekitar 320 ribu jiwa. Akan tetapi jumlah wisatawan mancanegaranya mencapai 1,1 juta. Pendapatan negara sekitar 2 miliar dolar atau sekitar Rp 2 triliun. Belitung butuh akses yang maksimal untuk menjadi destinasi wisata unggulan, diantara wajib mengubah status bandara yang sekarang menjadi bandara internasional, meskipun Belitung indahnya seperti apa kalau tidak ada aksesnya belum bisa dikatakan destinasi pariwisata “, jelas Menteri.

 

Seusai kegiatan Menteri PPN meninjau kerajinan khas Belitung yang diisi oleh Galery KUKM dan Kelompok Arsel komoditi yang menampilkan produk KUKM andalan yaitu, kerajinan dari buah bulin, batu- batu khas asli Belitung dan lain sebagainya. Kunjungan menteri ditutup dengan makan siang besama dirumah adat dilanjutkan dengan peninjauan lokasi wisata di Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi  kemudian menuju  Bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan untuk kembali ke Jakarta.

 

 

Sumber: Humas Setda Kab.Belitung


Berita Lainnya