Selasa, 25 Agustus 2015 09:30

HALAL BI HALAL BUPATI BELITUNG BERSAMA ANGGOTA KORPRI KABUPATEN BELITUNG

 

Tanjungpandan – Korpri Kabupaten Belitung menyelenggarakan kegiatan peningkatan mental dan spiritual anggota Korpri dan Halal Bi Halal Bupati Belitung bersama anggota Korpri Kabupaten Belitung, Selasa (25/08) 2015, bertempat di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memotivasi dan meningkatkan mental serta spiritual anggota Korpri Kabupaten Belitung, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas selaku abdi negara dan abdi masyarakat. Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Sartika dan Saritilawah oleh Ibu Soleha.

 

     Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S. Sos dalam sambutannya mengatakan melalui momen ini, mengharapkan terjadinya kerjasama dan silahturahmi diantara anggota Korpri agar dapat terus terjalin dengan erat dan kokoh, dengan demikian seluruh Aparatur Pemerintah semakin siap dalam menghadapi tantangan yang terus datang, diantaranya adalah tantangan untuk memberikan pelayanan public terbaik bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Belitung. Sejalan dengan hal tersebut, reformasi birokrasi mulai dilaksanakan dengan membangun aparatur pemerintah yang efektif dan efisien agar mampu menghasilkan dan memberikan pelayan publik yang prima. “Upaya tersebut, diwujudkan melalui perubahan secara signifikan terhadap tindakan atau rangkaian kegiatan pembaharuan secara konseptual, sistematis dan berkelanjutan dengan melakukan penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan system, kebijakan dan peraturan perundangan bidang aparatur pemerintah” ujar Sahani Saleh.

 

     Kegiatan ini juga menghadirkan Ustadz M. Restu Sugiharto, S.Ag atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Cinta. Ustadz yang lahir di Klaten 8 Januari 1975 ini, mempunyai spesialisasi dakwah di bidang cinta, jodoh dan keluarga Islami. Akrab dipanggil “Ustadz Cinta”.  Dipanggil demikian karena beliau mengemas dakwahnya dengan tafsir cinta.  Sebutan itu mulai populer tahun 2001 saat ustadz aktif menjadi dosen Studi Islam di Universitas Muhammadiyah Magelang. Alhamdulillah, lewat tangannya dan atas izin Allah tentunya telah berjodoh 1022 orang lebih.

 

     Dalam tausiahnya beliau menyampaikan beberapa persoalan yang sering terjadi di kabupaten-kabupaten yang ada di Indonesia, salah satunya adalah kepala daerah yang takut untuk memakai APBD dikarenakan takut terjerat dengan masalah-masalah hukum. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pembangunan suatu daerah. “Orang yang kurang takut atau bahkan tidak takut dengan Allah, maka Allah akan membuat mereka takut dengan apapun dan siapapun. Padahal jika kita melakukan hal yang benar, jangan pernah takut dengan apapun” ujar Ustadz Cinta.

 

     Beliau juga mengartikan Belitung dengan singkatan, B (bersihkan hati) E (empati) L (lembut) I (ikhlas) T (tidak salah) U (usaha maksimal) N (nyaman) G (gesit). Setiap singkatan yang beliau jelaskan ini sangat mengena dengan kehidupan kita sehari-hari, yang mana untuk meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat kita harus senantiasa untuk mengamalkan singkatan tersebut. Acara ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Cinta dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. 

 

Sumber: Humas Setda Kab.Belitung


Berita Lainnya