Jum'at, 27 November 2015 16:00

FORUM TEMATIK BAKOHUMAS KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN RI

Tanjungpandan - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar Kegiatan Forum Tematik Bakohumas dengan mengusung tema ‘’Pembenahan Revolusi Mental Pengawas Ketenagakerjaan dalam rangka Peningkatan Perlindungan Tenaga Kerja’’. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Drs. A. Muji Handaya, M.Si pada Jum’at (27/11) di Hotel Grand Hatika.

 

Dalam Sambutannya Muji mengatakan, bahwasanya pengawas ketenagakerjaan harus mampu memberikan jaminan pemenuhan hak pekerja/buruh dan harus mampu memberikan kontribusi posiif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Pengawas ketenagakerjaan juga harus berinovasi mengembangkan sistem pengawasan ketenagakerjaan dengan melibatkan masyarakat dan harus mampu memanfaatkan kemajuan bidang Informasi Teknologi (IT) guna mendukung kinerja wasnaker," kata Muji.

 

Dirjen juga menambahkan tantangan pengawasan ketenagakerjaan diantaranya adalah menghadapi perubahan penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, perubahan regulasi dalam bidang ketenagakerjaan (jaminan sosial, pengupahan dan K3), penciptaan iklim investasi yang kondusif serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.

 

Pengusaha yang melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 akan dijatuhi sanksi administratif, berupa teguran lisan, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruhnya alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha. ‘’Untuk itulah, Menteri, Menteri terkait, Gubernur, Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk dapat mengenakan sanksi administratif sesuai kewenangannya. Pengenaan sanksi administratif diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan tidak menghilangkan kewajiban pengusaha membayar hak pekerja/buruh’’, jelasnya.

 

 

Sementara Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos dalam sambutannya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Atas nama pemerintah Kabupaten Belitung dan masyarakat, Bupati juga mengucapkan selamat datang di negeri laskar pelangi, sejuta danau kepada seluruh undangan yang hadir.

Sekarang ini Belitung bukan hanya dikenal Negeri Laskar Pelangi, tetapi disebut Sejuta Danau. Karena adanya keseimbangan antara keindahan alam dengan kerusakan alam dengan adanya bekas-bekas kolong tambang timah. Untuk itu, kami berikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas dilaksanakannya event ini, karena hal ini dapat memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat, khususnya terkait bidang ketenagakerjaan, sehingga masyarakat Belitung bisa ikut berpartisipasi dan bisa mengetahui prosedur tentang tenaga kerja secara professional.

‘’Masalah ketenagakerjaan bukanlah hal yang gampang. Apalagi saat ini, peningkatan SDM tidak terlepas dari pembinaan mental. Mental erat kaitannya dengan akhlak. Di Negara kita tidak hanya butuh reformasi tapi butuh revolusi. Untuk itu, revolusi mental sangat diperlukan, khususnya bidang tenaga kerja’’, kata Bupati.

 

Turut hadir dalam acara, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika, Henry Subiakto, Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Abdul Wahab Bangkona, Kepala Biro Humas Kemenaker, Sumarno, dan Kadinsosnakertrans Kabupaten Belitung, Harziarto dan sebanyak 73 peserta.

 

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung