Selasa, 22 Desember 2015 16:00

Kabupaten Belitung Raih Penghargaan Percepatan Izin Usaha Mikro dan Kecil dari Kementerian Koperasi dan UKM RI

Jakarta - Kabupaten Belitung meraih penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga kepada Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos dalam acara Rapat Koordinasi Nasional bidang Koperasi dan UKM Tahun 2015, pada Senin (21/12) di Hotel Mercure Convention Centre, Ancol Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Belitung karena mampu Mendorong Percepatan Izin Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Belitung.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga memberikan apresiasi kepada seluruh dinas yang membidangi Koperasi dan UKM provinsi/ kabupaten/ kota yang telah hadir. Adapun daerah-daerah yang mendapat penghargaan dari Kemenkop dan UKM terkait kemudahan dan percepatan Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) diantaranya; ‎Jawa Tengah, Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Selatan, Kota Denpasar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Palalawan, Kota Pekanbaru, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bantul, Banyumas, Kebumen, Pamekasan, Gunung Mas, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bantaeng.

Selain itu, sebanyak sembilan kabupaten/kota di seluruh Indonesia juga mendapatkan penghargaan dari Kementrian Koperasi dan UKM sebagai‎ Kabupaten/Kota Penggerak Koperasi. Kesembilan daerah itu adalah Kabupaten Bangli (Bali), Kabupaten Sumenep (Jatim), Kabupaten Brebes (Jateng), Kabupaten Tangerang (Banten), Kabupaten Bojonegoro (Jatim), Kota Bontang (Kaltim), Kabupaten Pasuruan (Jatim), dan Kabupaten Pati (Jateng).

Agenda utama Rakornas Tahun 2015 adalah terkait reformasi koperasi dan implikasi terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah terhadap Kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Rakornas ini dihadiri kurang lebih 34 kepala dinas provinsi dan 544 kabupaten/kota yang membidangi koperasi dan UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga menginformasikan bahwa program aksi Kementerian Koperasi dan UKM pada 2015 adalah reformasi koperasi. Lebih lanjut, menurut Menkop, program aksi Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015 yakni Reformasi Koperasi yang meliputi rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. Untuk mendukung aksi tersebut, maka program dan kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM di tahun 2016 lebih diarahkan pada kegiatan antara lain pendampingan, pelatihan, promosi, pusat layanan usaha terpadu, revitalisasi pasar rakyat melalui koperasi, dan dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan.

Sejalan dengan hal tersebut, secara rinci dapat diimplementasikan melalui program kegiatan unggulan/trategis yang meliputi penataan data Koperasi dan UKM dengan bersinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakeholder melalui Online Data Base System dengan pemberian nomor induk koperasi. Selain itu penguatan peran Koperasi Unit Desa (KUD), serta program dukungan penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan.

“Dengan mewujudkan pemerintahan terbuka secara transparan, interaktif, dan responsif  akan mendorong partisipasi publik, sehingga rakyat akan terlibat dalam kebijakan maupun pengawasan sehingga dapat membangun legitimasi dan kepercayaan publik itu sendiri, selain Koperasi dan UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia terutama dalam meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

 

Selanjutnya sebagai pelaksanaan dari Surat Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Nomor 34/dep.6/III/2015, tanggal 2 Maret 2015, perihal Percepatan Penerbitan IUMK, Pemerintah Kabupaten Belitung telah melaksanakan launching penyerahan IUMK sekaligus pemberian sertifikat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pihak BRI Tanjungpandan yang diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI tanggal 28 November 2015 sekaligus peresmian operasional pasar UMKM RI tanggal 28 November di Pasar Berehun Kelurahan Tanjungpendam.

Adapun rincian penerbitan IUMK di Kabupaten Belitung per/kecamatan yakni; Kecamatan Tanjungpandan sebanyak 701 IUMK, Kecamatan Sijuk sebanyak 88 IUMK, Kecamatan Badau 28 IUMK, Kecamatan Membalong sebanyak 46 IUMK, dan Kecamatan Selat Nasik sebanyak 12 IUMK. Total penerbitan IUMK se-Kabupaten Belitung sampai dengan 28 Desember 2015 sebanyak 875 IUMK.

Sementara itu, Bupati Belitung mengaku sangat bangga serta memberi apresiasi yang tinggi kepada para pelaku Koperasi dan UKM di Kabupaten Belitung. Kedepannya, Beliau mengharapkan arahan yang disampaikan  Menteri Koperasi hendaknya bisa ditindaklanjuti yakni; adanya komunikasi serta koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat, sehingga bisa mewujudkan  koperasi yang handal guna mencapai kesejahteraan seluruh anggootanya.

“Saya berharap seluruh koperasi dan UKM yang ada di Kabupaten Belitung mampu menyerap aspirasi, pemikiran dari anggotanya sehingga kelak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat demi berkembangnya koperasi dan UKM. Apalagi menjelang MEA Koperasi harus siap bersaing dalam era global,” kata Bupati.

 

Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM RI