Selasa, 8 Maret 2016 17:00

Menpar Hadir Kembali Dalam Seminar " Gerhana Matahari Total Antara Mitologi Dan Fenomena Alam" di Kabupaten Belitung

Tanjungpandan - Euforia menyambut fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 9 Maret 2016, kembali membawa Menteri Pariwisata RI, DR. Ir. Arief  Yahya, M.Sc. tiba di Kabupaten Belitung "Negeri Laskar Pelangi" pada hari Selasa, (8/3/16) tepat sehari sebelum GMT 9 Maret melintas di Pulau Belitung dikeesokan pagi.

 

Didampingi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos., Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya hadir dalam Seminar  yang diberi judul " Gerhana Matahari Total Antara Mitologi dan Fenomena Alam",  yang terselenggara atas kerjasama  Harian Kompas dengan Kementerian Pariwisata,  bertempat di Hotel BW Suite Belitung.

 

Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy  mengatakan seminar ini merupakan seminar kedua, setelah seminar pertama yang dilaksanakan pada bulan Februari yang lalu ditempat yang sama dan diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata Belitung.

"Dan Harian Kompas juga berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata Belitung, sehingga sesuai dengan visi Harian Kompas yakni untuk mengenalkan tanah air, sebab diluar Belitung masih banyak orang- orang yang belum mengetahui bahwa Belitung memiliki potensi wisata yang indah- indah" jelas Ninuk.

 

Untuk diketahui bahwa selain fenomena Gerhana Matahari Total merupakan peristiwa yang hanya terjadi 350 tahun sekali dan menarik banyak wisatawan khususnya wisatawan mancanegara untuk menikmati fenomena yang hanya melintasi beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Pulau Belitung, namun tepat pada momen ini rencananya Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang akan dikeluarkan dan diresmikan pada 9 Maret 2016 oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam seminar tersebut mengatakan Rancangan Peraturan Pemerintah  tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang, alhamdulillah sudah diparaf tadi malam  dan semoga sudah ditandatangani oleh Presiden sehingga diharapkan besok bisa diterima sebagai kado yang terindah untuk Kabupaten Belitung.

 

Selain harapan agar terkait KEK Tanjung Kelayang, Menpar berharap agar femonena GMT yang terjadi pada 9 Maret 2016 dapat diabadikan melalu Monumen yang memiliki arti yakni menjadikan keunikan alam sebagai momentum untuk mensejahterakan masyarakat, yang diberi nama Monumen Destinasi Waktu.

 

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar melalui fenomena GMT Belitung maupun Belitung Timur dapat  lebih dikenal oleh semua pihak.

"Selamat menikmati suasana GMT kepada wisatawan dan manfaatkan suasana ini baik untuk pendidikan, penelitian dan kepentingan pengembangan budaya sehingga akhirnya dapat mempromosikan Belitung" tambah Rustam.

 

Adapun yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut, diantaranya Bupati Belitung  H. Sahani Saleh, S.Sos. dan  Novelis terkenal Andrea Hirata, pengamat aktivitas matahari dari Institut Teknologi Bandung Dhani Herdiwijaya, Rektor Universitas Bangka Belitung Bustami Rahman, Agus Aris Munandar dari Departemen Arkeologi Universitas Indonesia dan budayawan Belitung Salim YAH. (FW)

 

Sumber: Humas Setda Kabupaten Belitung


Berita Lainnya