Kamis, 18 Desember 2008 01:26

Mendidik Perempuan Berarti Mendidik Generasi Bangsa

Tanjungpandan (WP), Kebangkitan nasional yang diperjuangkan para pejuang bangsa memberikan peluang dan kesempatan bagi perempuan untuk berkiprah dalam pembangunan. Tahun lalu digelar pertemuan dunia yang membahas masalah lingkungan global yang mendorong kesadaran untuk membangkitkan kembali kearifan lokal dan pelestarian lingkungan.
Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah i didorong dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dan perkembangan industri yang berakibat meningkatnya suhu, pembakaran hutan, mengubah (siklus hidup) spesies flora dan fauna. Masalah ini berdampak terhadap ketahanan pangan, kemiskinan yang pada akhirnya berdampak terhadap kondisi ekonomi rumah tangga

Menurut Ketua Dharma Wanita Kabupaten Belitung H.Othje Mulgani, pada dasarnya perempuan selalu berpikir positif, perempuan bersifat hemat dan ikut mendorong perekonomian keluarga, berperan penting dalam mengatasi masalah krisisis (sosial ekonomi) keluarga. Betapa pentingnya peran perempuan sehingga ada ungkapan mendidik perempuan sama artinya dengan mendidik generasi bangsa. Demikian pulau perempuan dalam mengatasi masalah lingkungan. Perempuan adalah bagian terbesar dari penduduk (Indonesia). “ Oleh karena itu permasalahan semestinya tidak merugikan sisi perempuan “. Ujar Ketua Dharma Wanita Kabupaten Belitung, H.Othje Mulgani menyampaikan sambutannya dalam Resepsi HUT Dharma Wanita ke-9 di Gedung Nasional (17/12) pagi ini yang bertemakan “ Kita Tingkatkan Tanaman dan Pelihara Untuk Mencapai Ketahanan Pangan”.

Seperti yang diungkapkan Zuraidah Elly Rachmat, dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita ke-9 digelar beberapa kegiatan. Mulai dari tanggal 3 Juli 2008 digelar sunatan masal yang mengikutkan masyarakat kurang mampu sebanyak 50 orang. Melakukan anjangsana ke tiga desa yakni Desa Buluh tumbang, Kampong Amau (Kelurahan Parit) dan desa Sijuk (12/8). Selain itu digelar berbagai lomba mulai dari Lomba Baca do’a (14/10). Lomba Nyanyi ( 18-19/10) Lomba Tenis Meja ( 24-25/10), lomba klipingi (10/11) yang mengikutsertakan utusan (1 orang) dari masing-masing SLTA se Kabupaten Belitung. Dalam upaya mendekatkan Dharma Wanita kepada masyarakat, digelar pula donor daerah oleh ibu-ibu anggot Dharma Wanita dan Korpri dari tanggal 28-29 Oktober 2008 selain digelar senam masal (31/10), kerja bhakti sosial (14/11) sebelum dilaksanakan Resepsi HUT Dharma Wanita Ke –9 pada hari Rabu, 17 Desember 2008

Terkait dengan mengantisipasi dampak krisis, diperlukan usaha ketahanan pangan yang dilakukan dengan intensifikasi dan diversifikasi pertanian. Hal ini perlu dilakukan mengingt pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, keterbatasan lahan, bencana alam dipandang sebagai penyebab menurunkan tingkat ketahanan pangan. “Oleh karena itu kita bergerak menanam kembali ” ajak Othje.

Eksistensi Dharma Wanita memberi arti penting untuk mendukung program pemerintah seperti ketahanan pangan, Untuk itu anggota Dharma Wanita perlu meningkatkan kemampuan diri dan cara pandang sehingga eksistensi Dharma Wanita benar-benar dirasakan masyarakat. Dharma Wanita memiliki posisi penting sebagai wadahdari istri-istri PNS dan mitra suami. “Untuk menempatkan fungsi dan tugas pada tempat yang sebesanrya perlu ditekankan tiga hal yakni eksistensi, kompetensi dan citra diri yang positif sehingga berjalan dengan sesuai koridor. “ujar disampaikan Penjabat Bupati Belitung sebagaimana yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Ir. Hermanto.

Selain menyerahkan tumpeng ulang tahun, H.Othe Mulgani dan Ir.Hermanto juga menyerahkan hadiah berbagai lomba. Dharma Wanita Kabupaten Belitung juga menyerahkan penghargaan kepada dua pendonor, Sardimin dan Khairuddin dari Kantor Satpol PP Kabupaten Belitung. Tampak hadir dalam resepsi ini sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, sejumlah unsur Muspida seperti Danlanud, Kapolres, Dandim atau yang mewakili, mitra Dharma Wanita Kabupaten Belitung, Ibu Titiek Dharmansyah Husein dan istri Bupati Belitung Timur. (Fithrorozi)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung