Rabu, 1 Februari 2017 00:00

Buka Rembuk Nasional, Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Mempersiapkan SDM Berkualitas

"Perlu saya sampaikan bahwa tenaga kerja kita sekarang ini 42,5 persen itu adalah lulusan SD, 66 persen adalah lulusan SD dan SMP, 82 persen itu lulusan SD, SMP, dan SMA. Inilah kondisi yang harus saya sampaikan apa adanya dan ini menjadi pekerjaan rumah kita agar sumber daya manusia kita ini betul-betul disiapkan. Kalau kualitasnya tidak kita siapkan, ini justru akan menjadi bumerang bagi negara kita, bagi kita semuanya," disampaikan Presiden Joko Widodo pada sambutannya sebelum membuka secara resmi RNPK Tahun 2017.

“Seharusnya, yang namanya guru di SMK itu 70 persen merupakan guru pelatih, tetapi yang terjadi sekarang ini guru SMK itu banyak yang guru normatif. Harus mulai dilakukan training sehingga guru-guru SMK itu lebih banyak yang bisa melatih seperti merakit sepeda motor dan membuat aplikasi-aplikasi. Jangan terus menerus kita linier, monoton, dan terjebak rutinitas yang tidak ada loncatan perubahan," tegasnya.

Dalam acara tersebut, Presiden memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 2.844 siswa Panti Asuhan di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Para siswa ini berasal dari 309 sekolah yang terdiri atas 909 siswa SD, 992 siswa SMP, 223 siswa Sekolah Menengah Atas, 628 siswa Sekolah Menengah Kejuruan, dua siswa Sekolah Luar Biasa, dan 90 siswa Kejar Paket.

 

Penyerahan KIP di pembukaan RNPK dilakukan secara simbolis kepada lima siswa, yaitu Siti Saiyah dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tangerang 19, Fahrul Roji dari SDN Tangerang 19, Ali Ridwan Adeputra dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tangerang Selatan, Junah dari SMPN 1 Tangerang Selatan, Siti Sarifah dari Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Islam Asy Syifa, Galeh Prasetyo dari SMAS Islam Asy Syifa, Jujun Gustiawan dari Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Insan Mulia, Maulida Fitri R dari SMKS Insan Mulia, Maryamul Lutfiyah dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Jannah, Muhammad Aji Wahyudin dari PKBM Miftahul Jannah, Muhammad Lutfi dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 7 Jakarta dan Ervista dari SLB Nusantara.

 

Agenda rutin Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu dari tanggal 25 sampai dengan 27 Januari 2017. Sebanyak tiga isu penting yang dibahas, di antaranya peningkatan pemerataan layanan pendidikan; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan. Para peserta berasal dari internal Kemendikbud, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Indonesia, unsur Organisasi Guru, UPT Kebudayaan, Lembaga Sensor Film, Dewan Kesenian Propinsi, Badan Standar Nasional Pendidikan, Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK), Badan Akreditasi Nasional, The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan para pemangku kepentingan bidang pendidikan dan kebudayaan lainnya.

Kemudian, tersusunnya rekomendasi implementasi kebijakan, program dan kegiatan prioritas pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2017, terumuskannya bahan masukan kebijakan dan program pendidikan dan kebudayaan tahun 2018. Selanjutnya, dipahaminya arah kebijakan, program, dan kegiatan prioritas pendidikan dan kebudayaan 2017—2018, dan terbangunnya jaringan kerja sama antara Kemendikbud, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan publik/masyarakat penggiat pendidikan dan kebudayaan.

 

<p justify;"=""> Dalam RNPK 2017 ini diperkenalkan pula beragam laman layanan yang membantu meningkatkan sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan seperti cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id yang memberikan inspirasi praktik baik penerapan Penguatan Penddikan Karakter (PPK). Ada juga laman rumahbelajar.kemdikbud.go.id yang memberikan ragam materi belajar daring. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V saat ini lebih mudah diakses secara daring melalui kbbi.kemdikbud.go.id. Laman anggunpaud.kemdikbud.go.id dan sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id memberi referensi pendidikan untuk anak usia dini dan pendidikan keluarga. Laman diversity.id membantu kita melakukan diplomasi budaya di kancah internasional dengan mengangkat kisah keragaman yang menjadi kekuatan bangsa. Kemudian ada juga laman sebagai rnpk.kemdikbud.go.id untuk mendapatkan ragam materi pembahasan dan hasil sidang komisi. (*)    

Sumber: Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan