Rabu, 15 Maret 2017 08:00

Menelisik Puskesmas Lintas Kabupaten

Tanjungpandan (BB)  Lalu lintas kendaraan yang melalui di jalur Tanjung-Manggar meningkat seiring meningkatnya pembangunan di dua kabupaten, Belitung dan Belitung Timur. Dampak tidak hanya di sektor ekonomi, namun juga dirasakan oleh tenaga medis di Puskesmas Badau.  Pasalnya, jalur sibuk ini tak jarang menimbulkan kecelakaan.
 
 “ Terasa sekali. Dengan ramainya jalur Tanjungpandan-Manggar mulai banyak kasus kecelakaan yang kami tangani “ ujar dr.Jubel T H Gultom kepada BB.  Namun kini Petugas Puskesmas Badau  bisa lebih leluasa melayani masyarakat. Semenjak berdiri bangunan baru, Puskesmas memiliki beberapa fasilitas yang tidak dimiliki di tempat lama, diantaranya Ruang Bersalin dan mulai aktifnya poli gigi dengan kehadiran dokter gigi.
 
“ Meski status Non Rawat Inap, banyak yang berharap Puskesmas dilengkapai fasilitas Rawat Inap. Kelihatannya ada rencana jangka panjang ke arah itu “ ujar Gultom.  Seperti fasilitas di Puskesmas Non Rawat Inap, Puskesmas Badau juga dilengkapi fasilitas seperti Poliklinik Umum, Poli Gigi, Poli MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit), UGD, Pelayanan KIA-KB (Klinik Ibu dan Anak-Keluarga Berencana), Laboratorium, Apotik, Pelayanan Imuninasi, Klinik Sanitasi dan P2M dan pelayanan ambulance atau pelayanan rujukan.
 
Dengan cakupan pelayanan yang luas (7 desa ditambah 3 desa di Beltim), pelayanan puskesmas tidak hanya mengandalkan ketersediaan sarana dan prasarana. Seperti puskesmas lain, layanan ke rumah-rumah secara rutin untuk melakukan promosi kesehatan, pelayanan lansia, sosialisasi sanitasi kesehatan hingga pelayanan ke 5 Pustu dan 6 Polindes di wilayah Badau. Tak jarang promosi kesehatan dilakukan disela-sela kegiatan musyawarah desa.
 
Pendekatan sosial kemasyarakatan menjadi penting dalam mempromosikan kesehatan contohnya  dalam kasus penanganan balita sakit. Ada tiga komponen utama dalam menunjang Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Pertama, meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana kasus balita sakit. Kedua, memperbaiki dan memperkuat sistem kesehatan (perwujudan terintegrasinya banyak program kesehatan dalam satu kali pemeriksaan MTBS). Ketiga, memperbaiki praktik keluarga dan masyarakat dalam perawatan di rumah dan upaya pencarian pertolongan kasus balita sakit .
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Puskesmas Badau didukung oleh 32 PNS, ditambah 2 bidan desa PTT, seorang cleaning service dan seorang tenaga administrasi. “ Pelayanan ke lapangan sudah biasa kami lakukan seperti membuka kelas Ibu hami, promosi ke sekolah-sekolah hingga melayani pasien Lansia” pungkas Gultom yang berharap tahun 2018 mendatangkan Puskesmas Badau mendapat Akreditasi dari Komisi Akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) Dirjen Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.
 
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, dr.Suhandri Sp.OG menjelaskan bahwa pembangunan Puskesmas baru ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kemasyarakatan yang dibangun dengan anggaran APBN 2016. “ Dengan berdirinya gedung baru diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat pun akan meningkat” ujar Suhandri.
 
Selain masyarakat di  wilayah desa Kecamatan Badau, warga Pelulusan, Bangek, Simpang Tiga dan Aik Ruak di Kabupaten Beltim  pun lebih memilih Puskesmas Badau. Alasan mereka jika ada rujukan dari Puskesmas bisa langsung ke Rumah Sakit Tanjungpandan. (fiet)
Sumber: Diskominfo