Jum'at, 17 November 2017 16:00

Kemenko PMK Gelar Rakor Multifungsi Pengelolaan Dan Pelestarian Warisan Budaya

Tanjungpandan__Dalam rangka optimalisasi pengelolaan warisan budaya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar kegiatan Rakor Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung pada Kamis, (16/11) bertempat di Hotel BW Suite Belitung.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Dr. Haswan Yunaz, dengan diikuti oleh peserta perwakilan dari Instansi Kementerian/Lembaga terkait, SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan dunia pendidikan, budayawan, komunitas masyarakat dan undangan lainnya.

 

Rakor kali ini di format dengan model diskusi panel dengan menghadirkan nara sumber, antara lain;  Asdep Warisan Budaya, Kemenko PMK, Pamuji Lestari, Direktorat Sejarah, Kemendikbud, Agus Widiatmokoo, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Propinsi Jambi, M. Ramli, dan Dosen dari Akademi Manajemen Belitung, Indry Permana.

 

Dalam sambutannya, Haswan menyampaikan bahwa dalam rangka terciptanya pengaturan di bidang kebudayaan secara sinergi dan terintegrasi perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian (KSP). Peran tersebut dipegang oleh Kemenko PMK dan sebagai wujud dari peran tersebut, pada September 2016, Menko PMK telah menetapkan Surat Keputusan Kemenko PMK Nomor : 20/2016 tentang Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia. Tim ini beranggotakan 12 Kementerian/Lembaga.

 

‘’Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan (RIPK), tahun 2013 dan Indeks Pembangunan Kebudayaan (tahun 2016) yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah salah satu contoh kebijakan atau regulasi tersebut,” jelas Haswan.

 

Tim Koordinasi, lanjut Haswan, salah satu tugas utamanya adalah menyusun pedoman umum dan Roadmap Warisan Budaya dan Alam Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar ke depan, seluruh kebijakan dan regulasi di bidang kebudayaan dapat diimplementasikan dan diuukur perkembangannya berdasarkan indikator yang telah ada.

 

Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Budaya, Kemenko PMK, Dohardo Pakpahan selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya rakor adalah untuk mencari berbagai solusi atas segala persoalan terkait dengan upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya. “Potensi dan pemanfaatan warisan budaya masih sangat minim, begitu pula produk-produk budaya yang dihasilkan, belum lagi kerusakan-kerusakan cagar budaya yang terus terjadi, perlu penanganan bersama untuk solusinya. Untuk itu, saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat menyumbangkan saran dan masukan sebagai upaya agar pengelolaan dan pelestarian budaya dapat maksimal’’,  jelasnya.

 

Sementara Bupati Belitung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Drs.Irfan Mauran mengatakan Kabupaten Belitung merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai bentuk warisan budaya, diantaranya:

  • Warisan budaya benda/ tangible ada 3 (tiga) cagar budaya.
  • Museum ada 2 (dua), satu letaknya di Pusat Kota Tanjungpandan dan 1 (satu) lagi masih dalam proses pembangunan yaitu Museum Maritim.
  • Warisan budaya tak benda/ Intangible Heritage, dimana salah satunya telah memperoleh sertifikat nasional yakni Upacara Maras Taun.
  • Warisan budaya yang berasal dari Bentang Alam/ Saujana, dimana akan menjadikan Pulau Belitung sebagai Taman Bumi Nasional atau Belitung Island Geopark (BIG).

 

‘’Kami berharap melalui kegiatan ini, roadmap warisan budaya di Kabupaten Belitung berjalan dengan baik, sehingga berbagai isu, permasalahan serta tantangan dalam pelestarian dan pengelolaan warisan budaya kedepan dapat dihadapi secara bersama’’, jelas Irfan.***dk

Sumber: Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Belitung


Berita Lainnya