Jum'at, 19 Juni 2009 02:08

SOSIALISASI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA TINGKAT KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2009

Tanjungpandan, "Berbicara kerukunan umat beragama di Indonesia yang amat plural, sangatlah menarik. Keberadaan agama secara konseptual bukanlah sebuah masalah besar yang melingkupi kehidupan umat beragama. Namun dalam beberapa hal sering menyebabkan konflik yang bertopeng agama. Bentrok umat beragama, debat kusir para agamawan yang berbeda keyakinan dalam berbagai forum terbuka, sampai tragedi pengeboman yang mengatasnamakan jihad di tempat-tempat ibadah adalah potret buram adanya politisir agama oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab. Padahal agama apapun menebarkan ajaran yang bermuara pada kesatuan pemahaman bahwa agama adalah rahmat bagi diri sendiri, lingkungan, orang lain dan  alam secara keseluruhan.  Tidak ada satu agama pun yang   menganjurkan pemeluknya untuk membuat onar, kerincuhan, keresahan di tengah masyarakat, dan segala bentuk pengerusakan lainnya di muka bumi ini. Oleh sebab itu, dapat dikonklusikan bahwa lahirnya tindakan ekstrim, radikal dan destruktif tersebut adalah bentuk kegagalan memaknai agama secara komprehensif, serta tumpulnya komunikasi di setiap sektor, jenjang dan komponen masyarakat serta pemerintah", Ungkap Bupati Belitung Ir.H.Darmansayah Husein saat memberikan sambutan sekaligus pemberian materi dalam sosialisasi forum kerukunan umat beragama (FKBU) tingkat Kabupaten Belitung.

Acara ini diselenggarkan oleh Badan Kesbangpol & Linmas Kabupaten Belitung yang berlangsung selama dua hari, mulai hari ini tanggal 17 Juni s.d besok tanggal 18 Juni 2009 dan dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung pada Rabu (17/6) bertempat di Gedung wanita pukul 09.00 WIB. Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk merevisi, memperbaharui dan memberikan penyengaran kepada para peserta anggota FKBU dengan diskusi dan penyampain materi sekaligus ajang silaturahmi antar sesama.

Forum Kerukunan Umat Beragama di tiap Kabupaten/Kota dan Propinsi  berdasarkan  Peraturan Bersama Menteri  Agama dan    Menteri   Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. Peraturan ini diberlakukan atas pertimbangan mendasar bahwa hak beragama adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun serta kebebasan setiap orang untuk memilih agama dan beribadat menurut agamanya masing-masing.
Lebih lanjut Darmansyah menjelaskan pula bahwa kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. meskipun sampai sejauh ini di Kabupaten belitung belum ditemui adanya konflik/pertentangan antar agama yang sampai memprihatikan, akan tetapi rasanya perlu bagi kita semua untuk saling waspada dan meningkatkan kedinamisan antar sesama, menjaga, memelihara kerukunan antar umat beragama, serta saling bekerjasama mengembangan pembangunan daerah, bangsa dan negara.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua penggerak PKK Ir.Titi Yusriati Darmansyah, Kepala Badan Kesbangpol & Linmas Kabupaten Belitung Maya Hasibuan, SH, perwakilan Muspida, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, peserta panitia pelaksana beserta undangan lainnya.***Cha
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung