Senin, 13 Juli 2009 03:30

DISKUSI BUDAYA BAHARI ”TANTANGAN DAN HARAPAN BUDAYA BAHARI”

Tanjungpandan, bertempat di Hotel Pondok Impian Tanjungpandan (2/7) pukul 09.00 WIB digelar acara Diskusi Budaya Bahari yang dihadiri Kadin/Kabag di Jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, Para Camat, Kepala desa, pelaku seni, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.

Diskusi terbagi dalam 2 sesi dalam waktu satu setengah jam. Sesi pertama dipandu moderator Paryanta dan 2 nara sumber yakni, perwakilan peneliti LIPI Ary Wahyono dengan materi Konflik penggunaan alat tangkap sebagai kendala dalam pengembangan budaya bahari (kasus di Kawasan Selat Nasik Belitung) serta sejarahwan Belitung Salim Yah dengan materi Suku Sawang Belitung dan Muang Jong. Terdapat 4 kesimpulan penting dari diskusi sesi pertama yakni, Suku sawang termasuk ritual Buang jong merupakan aset budaya bahari yang perlu dilestarikan, serta tantangan untuk suku sawang akibat kurangnya kepedulian pemerintah serta perlunya kebijakan bagi pemerintah untuk mengatasi tantangan tersebut.

Sedangkan untuk sesi kedua dipandu Fitrohrozi dan nara sumber dari Kadin Perikanan dan Kelautan Marwan Syaukani dengan materi tantangan dan peluang usaha kelautan dimasa yang akan datang, Kadin Kebudayaan dan Pariwisata Sumardi dengan materi pengembangan pariwisata Kabupaten Belitung melalui budaya bahari, serta Budi setiawan Koordinator Mangrove dan Corel Reef Restoration Program dengan materi Budaya Bahari antara kearifan dan kebutuhan sesbua realita yang harus dijembatani. Sumardi, S.pd mengungkapkan Laut adalah masa depan dunia sehingga laut harus dijaga, dipelihara dan dikelola dengan penuh tanggung jawab agar dunia kelautan tetap memiliki kemampuan untuk mendukung proses pencapaian pembangunan yang berkelanjutan.

Salah satu peserta diskusi Zakinah S.Sos, M.Si dari Bagian Humas Setda Kab.Belitung sempat memberikan komentar dan saran mengenai penerapan kesadaran berbudaya yang ada baiknya diterapkan sejak usia dini dimulai dari lingkungan keluarga berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti mengajarkan anak untuk tidak membuang sampah sembarangan untuk menanamkan kesadaran pada anak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.***Cha
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung