Selasa, 28 Juli 2009 04:48

WABUB HADIRI PEMBUKAAN KEGIATAN ADVOKASI PERLINDUNGAN TENAGA KERJA PEREMPUAN YANG BEKERJA DI LUAR NEGERI

Tanjungpandan, ”Masalah tenaga kerja perempuan atau TKW yang bekerja di luar negeri pada umumnya diawali dengan tidak adanya informasi yang benar tentang prosedur persayaratan, masalah pemalsuan identitas, serta kurangnya pelatihan baik keterampilan maupun yang terkait dengan kemampuan penggunaan bahasa. Dari sisi rekuitmen banyak TKW yang direkrut secara ilegal. Sedangan permasalahan tenaga kerja di dalam negeri seringkali berkenaan dengan diskriminasi pada tahap penerimaan, kesempatan untuk mengikuti pelatihan, perbedaan gaji atau upah, PHK sepihak serta pelayanan sosial dan kesehatan yang belum disediakan oleh perusahaan. Intinya masalah tenaga kerja perempuan baik di dalam maupun di luar negeri selalu menyisakan masalah yang sangat memarjinalkan posisi, status serta martabat perempuan.” jelas Wakil Bupati Belitung Sahani Saleh, BA saat membuka Kegiatan Advokasi Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan Yang Bekerja Di Luar Negeri, Jum’at (24/7) di Hotel Pondok Impian.

Kegiatan Advokasi Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan yang Bekerja di Luar Negeri merupakan bentuk sosialisasi dan pemaparan oleh nara sumber dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan serta Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dihadiri para peserta dari Instansi/Dinas Pemerintah kabupaten Belitung berjumlah 45 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan dan informasi tentang tindak pidana perdagangan orang dan peningkatan kepedulian terhadap perlindungan pekerja yang bekerja di luar negeri serta permasalahan Human Trafficking (perdagangan manusia).

Hadir dalam kegiatan Perwakilan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan Safrudin Setiabudi beserta rekan, Kepala Dinas sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belitung Drg.Hj. Dian Farida, M.HM, Ketua Penggerak PKK, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Susilawati, Jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya Safrudin Setiabudi selaku Asisten Deputi III Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagi wujud koordinasi kementrian pemberdayaan perempuan dengan Pemkab Belitung yang mengacu pada UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta UU Nomor 39 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar Negeri.

Harapannya semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah disektor organisasi perempuan, LSM tokoh masyarakat, kalangan dunia usaha serta lembaga terkait lainnya terhadap pemberantasan Human Trafficking serta adanya komitmen penjaring tenaga kerja dalam penempatan tenaga kerja yang baik sesuai proedur dan aturan yang berlaku.***fodicha

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung