Jum'at, 7 Agustus 2009 08:33

KEBHINEKAAN MENJADI KEKAYAAN BUDAYA DAN PEMERSATU BANGSA

Tanjungpandan, Bertempat di gedung Wanita Tanjungpandan, Badan Kesatuan Bangsa Politik & Perlindungan Masyarakat (KESBANGPOL & LINMAS) Kabupaten Belitung adakan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan Kabupatem Belitung Tahun 2009. Kegiatan ini mengusung tema ”Pembauran Kebangsaan Sebagai Salah Satu langkah Penanggulangan Disintegrasi Bangsa”.

M. Anas Nasito. SH selaku Ketua Panitia penyelanggara mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah ”Guna memberikan pengertian kepada masyarakat akan arti pentingnya mempunyai sikap peduli terhadap integritas bangsa sedini mungkin dengan persepsi yang sama dengan tujuan agar dapat menerapkan kehidupan bersama secara membaur dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara tanpa membedakan rasialis, suku, budaya, agama, warna kulit adat istiadat maupun bahasa”, tuturnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik & Perlindungan Masyarakat, B, Maiya Hasibuan, SH dalam sambutannya juga menjelaskan, ”Kebhinekaan yang dimiliki Indonesia berupa keragaman Ras, Suku, Budaya, Agama yang tersebar di diseluruh Indonesia merupakan suatu kekayaan yang perlu dijaga”.  Beliau juga menambahkan , ”Kebhinekaan yang kita miliki sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, jika kebhinekaan ini bermasalah, dapat berdampak pada disintegrasi bangsa”, tuturnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Belitung, yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs, H. Arham Armuza, S.IP. Dalam sambutannya beliau mengatakan, ”Muara akhir dari pembauran ini adalah keinginan dan harapan agar dapat terus hidup bersama dalam suatu harmonisasi yang selaras dan sinergi satu dengan yang lainnya”. Beliau juga menambahkan, ”Kemajemukan adalah realitas tunggal yang menjadi kekayaan bangsa kita, sekaligus menyimpan potensi konflik yang tidak kecil bahaya dan ancamannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, perlu suatu pemahaman yang baik akan makna kemajemukan tersebut secara mendalam pada setiap tingkat dan elemen bangsa agar tidak menjadi kecemburuan sosial yang berujung pada ”Chaos”.” tutupnya.

Sebagai nara sumber pada kegiatan ini yaitu, Huzarni Rani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik & Perlindungan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir dalam kegiatan ini yaitu, Unsur Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, Unsur Polres Tanjungpandan, Unsur Kodim 0414, Pembina Adat Kabupaten Belitung. Adapun peserta dari kegiatan ini adalah perwakilan desa dan kecamatan se-Kabupaten Belitung, perwakilan suku dan etnis seperti, Melayu Belitung, Jawa, Batak, Palembang, Bugis dan etnis Tionghua, serta perwakilan Agama.**(Yulianza)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung