Senin, 22 Februari 2010 13:14

BELITUNG SAMBUT KEMERIAHAN FESTIVAL CALAMOA 2010

Tanjungpandan,  Masih dalam nuansa perayaan tahun baru imek yang tepatnya jatuh pada Minggu (14/2), Yayasan Cinta Belitung menggelar event bergengsi, yakni Festival Calamoa 2010 yang mulai semarak digelar  sejak tanggal 19 s.d 21 Februari 2010 yang dipusatkan di kawasan pantai tanjung pendam. Rangkaian kegiatan dan atraksi menarik khas Imlek ramai digelar untuk memeriahkan festival ini.

Kemeriahan ini disambut antusias masyarakat Belitung yang sejak Jumát (19/2) ramai mengunjungi pantai Tanjung pendam untuk menyaksikan berbagai kegiatan yang digelar. Festival Calamoa 2010 yang mengusung tema “Pelangi Tanpa Awan” di buka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana  Ali yang sejak Kamis (18/2) sudah tiba di Belitung.

Dalam sambutannya pada acara Pembukaan Festival Calamoa 2010, Jumát malam (19/2), Gubernur mengharapkan agar Belitung maupun Belitung Timur bisa menjadi leader dalam mengimplementasikan program Visit Babel Archipelago 2010 melalui event-event wisata untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi. Pencanangan VBA ini tidak hanya sekedar dicanangkan akan tetapi harus diikuti  dengan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan daya tarik sebagai daerah tujuan wisata, kata Gubernur.

Ke depan, Provinsi akan memberikan perhatian yang lebih besar kepada Belitung dalam rangka mempersiapkan infrastruktur pendukung kepariwisataan. Sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan. Dengan ditetapkannya Belitung sebagai tujuan wisata internasioanal tentunya harus diantisipasi dengan menyamakan presepsi juga menyiapkan program-program yang dapat mendukung kegiatan-kegiatan kepariwisataan.

Sementara Bupati Belitung, Darmansyah Husein dalam sambutannya mengatakan akan terus mengembangan kawasan Tanjung pendam termasuk Pulau kalamoa sebagai simbol kerukunan antar umat beragama. Dengan dicanangkannya Belitung sebagai salah satu tujuan wisata internasional, untuk itu masyarakat Belitung harus siap, harus berbenah diri,harus kompak dengan semangat kebersamaan dengan cita rasa yang berbeda-beda, jelas Bupati.

Pembukaan festival calamoa 2010 ditandai dengan pemukulan tambur dan penyalaan kembang api yang dilakukan gubernur didampingi Bupati, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syamsudin Basari, Anggota DPD RI, Tellie Gozeli, Ketua Persatuan Islam tionghua Indonesia, Anda Hakim, Ketua Liong Barong Sai Indonesia, Nurdin Purnama, Dewan Pembina Yayasan Cinta Belitong, Isyak Meirobie, Ketua Panitia Festival Calamoa 2010, Johan Wijaya, serta sejumlah pejabat daerah yang disaksikan ribuan masyarakat Belitung yang ramai memadati kawasan Pantai Tanjung Pandan.

Acara berlangsung meriah, kedatangan Gubernur dan rombongan disambut tarian selamat datang, lalu diarak menuju panggung dengan barong bali, dan tak ketinggalan kesenian beripat beregong turut ambil bagian dengan menunjukkan atraksi adu ketangkasan di depan panggung.

Kemeriahan pembukaan Festival Calamoa 2010 diramaikan pula dengan penampilan Kungfu Master Biksu Yin Sing yang menunjukan kebolehan jurus mabuk dengan menggunakan atribut senjata pedang, hiburan musik kecapi yang dibawakan master kecapi Eni Agustin, atraksi Liong Juara Indonesia serta penampilan barongsai.

Sementara pada sabtu (20/2) kemeriahan menyambut Festival Calamoa 2010 disemarakkan dengan perlombaan adu ketangkasan barongsai yang digelar di GOR Tanjungpandan, karena Belitung sejak pagi diguyur hujan lokasi perlombaan terpaksa dipindahkan ke GOR dari lokasi semula di Tanjung Pendam.

Dalam kompetisi Barongsai Nusantara kategori lantai murni diikuti sebanyak sebelas kontestan klub barongsai dari delapan Provinsi yang terdiri dari Klub Thien Liung (Sumatera Selatan), GSS (Belitung Timur), King Lion Dance ( Jawa Barat), Singa Mas sakti (Belitung), BDC SMK Handayani (Belitung Timur), Naga Mas (Jawa Tengah), Naga Sakti (Bangka), Wing Chun (Kalimantan Selatan), MAKIN (Belitung Timur), Huang Ho Say (DKI Jakarta) dan Golden Dragon (Bengkulu).

Berbagai atraksi menarik yang dipadu dalam gerakan lincah para peserta yang beraksi sesuai alur cerita, mereka tampilkan dalam kompetensi ini, diantaranya atraksi barongsai yang mengambil bunga, membunuh ular dan memakannya, menginjak kelabang atau laba-laba hingga tampilan unik dengan menyalakan kembang api. Penampilan para peserta mengundang decak kagum penonton yang riuh memberikan tempuk tangan saat para barongsai beraksi dengan tampilan yang unik dan lucu saat barongsai kelelahan dan ketiduran.

Gerakan barongsai harus seirama dengan alunan irama tambur berpadu pukulan gong dan simbal yang mengiringi tiap gerak langkah barongsai yang beraksi sesuai alur cerita yang dibuat dan diperkuat dengan atribut dan perlengkapan yang mendukung seperti tanaman, bunga plastik, bangku kayu maupun meja.

Barongsai yang mampu menaiki bangku kayu ataupun meja yang disiapkan ditengah arena kompetisi akan mendapatkan poin tinggi dari dewan juri yang berasal dari Persatuan Liong Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI). Dalam kompetisi penilaian berdasarkan pada etiquette, theme, shape, expert, music, speciality, compilation, effect, skill, attire and equipment, obvious error dan grave error.

Sore harinya seusai kompetensi barongsai, kemeriahan Festival calamoa dilanjutkan dengan atraksi wushu dan barongsai tonggak di Pantai tanjung pendam. Atraksi ini menarik antusias warga yang ramai memadati arena untuk menyaksikan atraksi ini dari dekat. Dan malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan atraksi kungfu master, barongsai tonggak dan berbagai kesenian daerah yang semakin ramai disaksikan warga Belitung.

Festival Calamoa terus berlanjut hingga minggu malam, pada minggu pagi kegiatan mulai digelar sejak pagi hari dengan menampilkan hiburan kesenian dan budaya Belitong, kompetisi barongsai kategori semi lantai, pertandingan simultan catur gajah antara juara dunia catur gajah melawan sepuluh pecatur gajah dan sepuluh pecatur biasa, serta lomba perahu dayung di sekitar pantai Tanjung pendam.

Ada malam penutupan, Ketua panitia mengumumkan pemenang kompetisi barongsai kategori lantai murni, semi lantai dan pengkisai. Untuk  pemenang kategori lantai murni juara I diraih klub Huang Ho Say (DKI Jakarta), Juara II Wing Chun (Kalimantan selatan), Juara III Chin Lung (Jawa Tengah), Juara Harapan I Grup Singa Selatan (Beltim), Juara Harapan II King Lion Dance (Jawa Barat), Juara Harapan III Golden Dragon (Bengkulu).

Untuk kategori Semi Lantai, juara I diraih Singa Mas Sakti (Belitung), Juara II Grup Singa Selatan (Beltim), Juara III Naga Sakti (Bangka), Juara Harapan I Singa Mas Sakti (Belitung), Juara Harapan II Naga Sakti (Bangka), dan Juara Harapan III Singa Masa sakti (Belitung).

Selain itu lomba dayung perahu turut memeriahkan festival, adapun para pemenang yang berhasil meraih juara diantaranya, Juara I diraih Selat Nasik (Samsuri/Sulaimin), Juara II tanjung Rusa (Sri andani/Yudi), Juara III Juru Sebrang I (Jamal/M Ali), Juara IV Juru sebrang (Hendra/Suhandi), Juara V Juru Sebrang (Sahandek/Kadi).

Penutupan Festival calamoa 2010 ditandai dengan pemberian ampau kepada seluruh barongsai peserta kompetisi dan naga lion juara Indonesia oleh Gubernur dan diikuti sejumlah undangan lainnya. Pada kesempatan ini Gubernur dan Bupati Belitung juga menandatangani komitmen bersama pencanangan revitalisasi Pulau Kalamoa sebagai simbol keharmonisan di Pulau Belitung. Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan musik mandarin.

Kemeriahan Festival Calamoa 2010 dengan tampilan berbagai atraksi seni dan budaya Belitong dipadu dengan kesenian barongsai dan naga serta kekayaan seni budaya lainnya mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan serta nafas keseharian yang menghiasi kehidupan masyarakat Belitong dalam ikatan semboyan Bhineka Tunggal ika yang mencerminkan peri kehidupan Bangsa Indonesia.


Sumber: Humas Setda Kab. Belitung