Kamis, 18 Februari 2010 13:22

SELAT NASIK BUTUH BLK DAN ALAT PENGOLAH KARET

Selat Nasik, Camat Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Warsito, S.Ag, S.AP, mengatakan, masyarakat Kecamatan Selat Nasik kurang betah mengikuti latihan kerja yang dilaksanakan di luar kecamatan kepulauan ini. Oleh karena itu, salah satu kebutuhan Kecamatan Selat Nasik adalah Balai Latihan Kerja (BLK).

Menyampaikan laporan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Selat Nasik Tahun 2011 di Gedung Serba Guna Selat Nasik, Kamis (18/2), Warsito menuturkan, belum lama ini warganya ini mengikuti pelatihan di Tanjungpandan. Dari lima orang peserta, tiga di antaranya pulang meninggalkan pelatihan. “Padahal semua fasilitas dikasih, mulai dari uang transport, penginapan, sampai uang saku,” jelasnya.

Karenanya Warsito berharap Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dapat membangun fasilitas BLK di Kecamatan Selat Nasik. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan generasi muda di wilayah ini dapat meningkatkan keterampilan kerja sehingga mampu hidup mandiri bahkan dapat membuka lapangan kerja baru.

Pembukaan lapangan kerja baru ini penting diupayakan di Selat Nasik, karena selama satu tahun terakhir penduduk di kecamatan ini menyusut dari 7.156 jiwa menjadi 6.699 jiwa atau berkurang 457 jiwa. Penyusutan ini, ujar Warsito, dapat dipastikan karena makin berkurangnya lapangan kerja di Kecamatan Selat Nasik.

Sementara itu, Kepala Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Basri, pada dialog interaktif usai pembukaan Musrenbang menyatakan, selain nelayan mata pencaharian andalan warga desanya bertani karet. Saat ini, produksi karet di Desa Suak Gual mencapai 40 ton per bulan, lebih tinggi 10 ton dari produksi rata-rata karet Desa Petaling dan Desa Selat Nasik.

Karenanya Basri berharap Pemerintah Kabupaten Belitung dapat memberikan bantuan alat pasca produksi karet, untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produksi karet di ketiga desa ini. Dengan demikian, pendapatan petani karet Desa Suak Gual, Desa Petaling, dan Desa Selat Nasik, dapat ditingkatkan.

Musrenbang
Musrenbang Kecamatan Selat Nasik Tahun 2011 diikuti jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat di wilayah ini, dibuka Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein. Hadiri pada acara pembukaan Wakil Bupati Sahani Saleh S.Sos, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Belitung Deky Siswoyo, Kepala Bappeda Ir Hermanto, serta kepala dinas, kepala kantor, dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Belitung.

Bupati dalam arahannya pada pembukaan Musrenbang mengatakan, Musrenbang merupakan wujud perencanaan partisipasif, untuk memadukan sistem perencanaan dari bawah (bottom up planning) dan sistem perencanaan dari atas (top down planning). Dengan memadukan kedua sistem ini diharapkan, perencanaan pembangunan tidak saja aspiratif tapi juga mencerminkan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kauangan daerah.
Bupati berharap usulan pembangunan yang disampaikan melalui Musrenbang ini bukan sekadar daftar keinginan, tapi benar-benar merupakan kebutuhan mendesak masyarakat kecamatan ini. Dengan demikian, apa yang akan dibangun nantinya benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

Terkait dengan pendanaan, bupati menekankan tidak semua usulan pembangunan harus dibiayai oleh APBD. “Kalau bisa dibiayai Alokasi Dana Desa, kenapa harus dibiayai APBD. Selain APBD juga ada dana PNPM PISEW (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Ekonomi Wilayah — Red), kenapa tidak kita manfaatkan. Jadi sesuaikan dengan kebutuhuan. Jangan semua dibebankan ke APBD,” ujar bupati.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Belitung Ir Hermanto mengatakan, Kecamatan Selat Nasik termasuk kecamatan yang unik. Tahun 2008, pertumbuhan ekonomi kecamatan ini relatif lebih tinggi dari empat kecematan lain di daerah ini, dan itu sebagian besar dipacu oleh sektor kelautan dan perikanan. Namun di sisi lain, angka kemiskinan di kecamatan ini relatif lebih tinggi dari kecamatan lain di Kabupaten Belitung.

Ini berarti, sektor kelautan dan perikanan belum mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain di Kecamatan Selat Nasik. Padahal, kecamatan ini telah ditetapkan sebagai zonasi keluatan dan perikanan, dan sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain di wilayah ini. Karenanya Hermanto berharap, sektor keluatan dan perikanan di Selat Nasik dapat dikembangkan lagi di masa yang akan datang.

Bantuan dan Pembinaan
Sebelum membuka Musrenbang, bupati menyerahkan bantuan sarana transportasi untuk masyarakat Kecamatan Selat Nasik, berupa dua unit kapal motor cepat berkapasitas masing-masing 24 orang dan unit mobil angkutan. Bantuan diserahkan kepada Camat Selat Nasik, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pengadaan Sarana dan Prasarana Transportasi Pedesaaan Tahun 2009 Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung.

Bupati berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meringan-kan beban masyarakat di wilayah ini. Bupati juga meminta sarana transportasi laut dan darat ini dapat dikelola dan dipelihara dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Usai pembukaan Musrenbang, dilanjutkan dengan pembinaan wilayah oleh Wakil Bupati Sahani Saleh, S.Sos. Intinya, wabup menekankan pentingnya perangkat desa di kecematan ini meletak-kan otonomi desa sesuai dengan koteks dan kewenangan. “Jangan mentang-mentang otonomi desa camat tidak dihiraukan lagi. Pemerintah desa kan bagian dari pemerintah kecamatan,” tegas wabup.

Selain itu, wabup juga menekankan agar pemerintah desa mengelola keuangan desa dengan baik dan benar, sesuai aturan dan tahapan. “Jangan Alokasi Dana Desa diambil setahun sekali,” ujar wabup.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung