Kamis, 25 Februari 2010 07:53

SIJUK JANGAN HANYA JADI PENONTON

Sijuk, Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein mengatakan, Kecamatan Sijuk jangan hanya menjadi penonton Sail Indonesia di Kabupaten Belitung. Sebagai pusat destinasi, sudah seharusnya kecamatan ini proaktif memanfaatkan even pariwisata internasional itu untuk menampilkan segenap potensi wisata yang dimiliki.

Memberikan arahan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sijuk Tahun 2011 di Pantai Pendaunan Indah, Kamis (23/2), Bupati menegaskan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belitung Tahun 2010-2014 sudah menetapkan tiga sektor unggulan yang akan dikembangkan di daerah ini, yakni sektor pariwisata, sektor kelautan perikanan, dan sektor kepelabuhan.

Penetapan ketiga sektor unggulan ini tidak terlepas dari potensi yang dimiliki Kabupaten Belitung, termasuk di sektor pariwisata. Daerah ini memiliki objek wisata alam yang indah dan menarik, yang harus dikembangkan menjadi objek wisata dunia. Sebagian besar objek wisata itu berada di Kecamatan Sijuk, oleh karena itu zonasi daerah menetapkan kecamatan ini sebagai kawasan wisata.

Menurut Bupati, salah satu aspek penting dalam pengembangan pariwisata adalah penyelenggaran even wisata. Sejauh ini, setidaknya ada tiga even wisata tahunan yang telah dikembangkan di Kabupaten Belitung. Pertama, Maras Taun pada bulan April. Kedua, momentum peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) pada bulan Juli. Ketiga Sail Indonesia pada bulan Oktober.

Sebagai pusat destinasi, Bupati mengharapkan Kecamatan Sijuk proaktif memanfaatkan even Sail Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki, termasuk wisata budaya. “Jangan hanya menjadi penonton dan pasang baliho,” ujar Bupati disambut tawa hadirin dan peserta Musrenbang.

Meski demikian, Bupati menyambut baik keinginan Pemerintah Kecamatan Sijuk untuk menggelar Festival Budaya Sijuk bertepatan dengan momentum Maras Taun mendatang. “Namun jangan besar-besaran dulu. Anggap saja ini pemanasan. Besar-besarannya nanti, pada saat Sail Indonesia,” saran Bupati. 

230 Usulan
Camat Sijuk M Anas Nasito, SH dalam laporannya mengatakan, Musrenbang Kecamatan Sijuk Tahun 2011 diikuti Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LPM, dan tokoh masyarakat masing-masing desa, untuk membahas usulan rencana pembangunan hasil Musrenbang desa di wilayah ini.

Berdasarkan rekapitulasi, tercatat 165 usulan Musrebang desa yang akan dibahas, meliputi 4 usulan bidang kesehatan, 37 bidang pendidikan, 30 pertanian dan perkebunan, 19 kelautan dan perikanan, 6 kebudayaan dan pariwisata, 33 pekerjaan umum (PU), 5 peternakan, 16 kelistrikan, 3 sarana dan prasarana olahraga, 5 rumah tidak layak huni, 1 kesetaraan gender, 1 keamanan dan kenyamanan lingkungan, 2 sarana dan prasarana aparatur, dan 3 usulan bidang prindagkop dan penanaman modal.

Selain itu, Musrenbang juga akan membahas 46 usulan bidang pendidikan yang diajukan oleh UPTD TK/SD Kecamatan Sijuk, serta 19 usulan pemerintah kecamatan ini yang tidak diusulkan oleh desa-desa di wilayah ini.

Dengan demikian, seluruh usulan rencana pembangunan Kecamatan Sijuk Tahun 2011 berjumlah 230 usulan. Usulan inilah yang akan dibahas Musrenbang bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dikoordinir oleh Pemerintah Kecamatan Sijuk dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung.

Bupati dalam arahannya mengingatkan, Musrenbang merupakan wadah untuk memadukan visi dan misi kepala daerah dengan aspirasi masyarakat. Keduanya perlu dipadukan, karena belum tentu semua visi dan misi kepada daerah sesuai dengan keinginan masyarakat. Sebaliknya, belum tentu semua keinginan masyarakat sesuai dengan visi dan misi kepala daerah.

Padahal, visi dan misi kepala daerah merupakan kontrak politik dengan masyarakat yang harus dijabarkan dalam RPJMD sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Betapapun perencanaan pembangunan harus aspiratif, partisipatif, dan akomodatif, usulan pembangunan dari masyarakat harus mengacu kepada RPJPD dan RPJMD.

“Jadi, jangan kecewa atau heran kalau tidak semua usulan disetujui karena tidak sesuai dengan RPJPD dan RPJMD,” kata Bupati.

Disamping itu Bupati juga menekankan, sumber dana pembangunan bukan hanya APBD, tapi juga dari program yang sifatnya nasional seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PNPM PISEW). Intinya, kalau bisa PNPM PISEW dan sumber dana linnya, kenapa harus APBD.

Namun demikian Bupati mengingatkan, jangan coba-coba satu kegiatan dibuat dua sumber pendanaan. “Pasti ketahuan. Kalau ketahuan bisa masuk Cerucuk,” tegas Bupati.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung