Kamis, 4 Maret 2010 11:00

POTENSI PEMBUDIDAYAAN SEAWEED (RUMPUT LAUT) DI PROVINSI BANGKA BELITUNG

Tanjungpandan, Bupati Belitung Ir. H. Darmansyah Husein secara resmi membuka acara Diskusi Round Table Meeting mengenai Perkembangan Rumput Laut di Provinsi Bangka Belitung, Kamis Tanggal 4 Maret 2010, yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di ruang Sidang Setda Belitung. 

Dalam sambutannya Bupati mengatakan diskusi yang digelar kali ini bertujuan untuk bertukar pendapat, pengetahuan, dan pengalaman dalam rangka percepatan pelaksanaan program budi daya rumput laut di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, utamanya dalam upaya dukungan kemitraan melalui fasilitas pembiayaan/permodalan dan program pengembangan komunitas yang  kita rasakan sangat diperlukan.

Selanjutnya Bupati mengatakan bahwa jika pengembangkan budi daya rumput laut ini dilaksanakan, harus ada pembinaan kepada masyarakat, mulai dari budidaya hingga pemasarannya.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepualuan Bangka Belitung, Ir. Toni Batubara, SE, M.Si  menyampaikan bahwa sumber daya kelautan berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional untuk meningkatkan penerimaan devisa, lapangan kerja, dan pendapatan penduduk. Sumber daya kelautan tersebut mempunyai keunggulan komparatif karena tersedia dalam jumlah yang besar dan beraneka ragam serta dapat dimanfaatkan dengan biaya eksploitasi yang relatif murah sehingga mampu menciptakan kapasitas penawaran yang kompetitif. Di sisi lain, kebutuhan pasar sangat besar karena kecenderungan permintaan pasar global yang terus meningkat. Untuk memenuhi hal tersebut maka akselerasi pembangunan kelautan merupakan sebuah jawaban yang tepat, terutama dalam pengembangan rumput laut.

Toni Batubara juga menjelaskan beberapa manfaat dari pengembangan usaha ini diantaranya adalah membuka lapangan kerja dan lapangan usaha baru, meningkatkan produksi perikanan, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan, mempercepat penyuburan perairan serta bahan baku pada kegiatan industri (kosmetik, obat-obatan dan makanan). Namun dalam pengembangannya terdapat beberapa kendala, seperti terbatasnya akses permodalan, kualitas hasil panen rumput laut, pertambangan yang sulit dikendalikan, terbatasnya keterampilan pembudidayaan rumput laut, pemasaran dan terbatasnya sarana dan prasarana.

Kendala-kendala tersebut tentunya dapat diatasi jika mendapat dukungan dari beberapa instasi terkait. Untuk kendala permodalan, pihak Kanwil Bank Rakyat Indonesia ataupun pihak dari Kanwil Bank Indonesia Palembang yang juga turuy menghadiri diskusi menyatakan bahwa, mereka mendukung dan mensupport dalam pengembangan rumput laut di Provinsi Bangka Belitung ini. Dukungan tersebut didasarkan pada potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas kelautan yang sangat baik untuk dikembangkan. Selain itu menurutnya perairan pantai Babel sangat cocok untuk rumput laut.

Acara ini turut dihadiri pula oleh perwakilan dari PT. Timah, Tbk, Bank Pemerintah dan swasta seperti Bank BI, BRI, Sumsel, Kepala Dians Perindagkop, Pertambangan atau yang meawakili, Kabag Tata Pemerintah Setda Kabupaten Belitung, Para Camat sekabupaten Belitung, serta segenap undangan lainnya.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung